Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Algorithm Payload For Test Load Rocket LAPAN 2009 Using Atmega 128
Abstrak
One important part of the RUM (Roket Uji Muatan/Rocket Payload Test) is the payload. In this paper, payload designed to detect changes in temperature, pressure, and humidity at any altitude changes. To be able communicate with 
ground   segment,   used   in   communications   equipment.   On occasion it is also designed telecommand function to detect if there is damage to the payload. For payload to function properly, they invented algorithms. From the experiments, the payload can work well for sending data to a ground segment or telecommand to a height of 1 km.
Keywords-component; algorithm; payload; telecommand
Penulis : ANDIANI NANIEK , Dra., M.Kom [PDF File] didownload : 210 x

Intelligent Recommender Pada Sistem E-Learning Menggunakan Semantic Web
Abstrak

E-learning sudah menjadi kebutuhan utama di dunia pendidikan saat ini.  Hal ini ditunjukkan dengan makin banyaknya institusi pendidikan yang menggunakannya. Namun sistem e-learning yang banyak dipakai saat ini merupakan sistem yang pasif.  Pasif dalam hal ini berarti system tidak dapat mengetahui kebutuhan masing-masing pengguna atau dengan kata lain sitem tidak dapat melakukan personalisasi. Supaya sistem e-learning bisa lebih bermanfaat bagi pengguna, system seharusnya bisa melakukan personalisasi terhadap masing-masing penggunanya. Salah satu bentuk personalisasi dalam system e-learning cerdas adalah kemampuan untuk merekomendasikan artikel yang sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap pengguna.  Fitur semacam ini disebut dengan recommender. Selama ini recommender pada sistem e-

learning masih menggunakan teknik pengambilan berdasar isi (content-based approach).  Teknik ini akan menghasilkan banyak artikel yang tidak relevan dengan yang dibutuhkan oleh pengguna. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah teknik baru untuk mengambil artikel dari internet.  Berdasarkan masalah di atas maka penulis mengusulkan untuk membuat intelligent recommender menggunakan semantic web supaya bisa menyeleksi artikel yang akan direkomendasikan dengan lebih baik. 

Kata kunci: e-learning cerdas, recommender, personalisasi. 

 

Penulis : ANDIANI NANIEK , Dra., M.Kom [PDF File] didownload : 134 x

Perancangan Rotary Index Table Berbasis Pengendali Logika Terprogram
Abstrak

Dalam industri minuman ringan, peran rotary index table cukup penting terutama untuk otomatisasi. Pada tulisan ini rotary yang dirancang terdapat 3 proses, yaitu  pemeriksaan botol, pengisian botol, penutupan botol. Keseluruhan urutan kerja dari rotary index table dikendalikan oleh PLC. Dari hasil ujicoba sistem untuk botol berukuran 200 cc, untuk 6 botol dengan jarak anteran 15 cm, antrean  berjalan dengan baik, selesai dalam waktu 30 detik, dan untuk 1 kali proses membutuhkan waktu rata-rata 50 detik. 

Kata Kunci: Otomatisasi, antrean tunggal, pengendali 

 

Penulis : ANDIANI NANIEK , Dra., M.Kom [PDF File] didownload : 138 x

Prototipe Sistem Pakar Untuk Diagnosa Dan Pilihan Terapi Infeksi Saluran Pernafasan Atas
Abstrak

Perkembangan dunia kesehatan dewasa ini telah menghasilkan berbagai senyawa baru yang secara potensial mempunyai efek terapi sehingga masyarakat dibanjiri oleh ratusan obat baru. Beragamnya jumlah obat-obatan sejenis yang beredar dengan bermacam kombinasi komposisi akan menyulitkan masyarakat awam untuk memilih dan menentukan obat mana yang paling tepat bagi terapi dirinya atau keluarganya. Selain itu keputusan masyarakat untuk memilih obat sering kali dipengaruhi oleh iklan yang bisa jadi kurang tepat atau menyesatkan. Sebenarnya perangkat pembantu diagnosis penyakit ISPA bisa diperoleh di internet yaitu diantaranya Symptom Checker pada situs MayoClinic.com. Namun perangkat tersebut masih terbatas pada pengguna internet dan berbahasa Inggris serta tidak memberikan alternatif terapi.Untuk memecahkan masalah tersebut di atas, maka penelitian ini mencoba mencari solusi permasalahan dengan membangun sebuah prototipe Sistem Pakar yang dapat memberikan kemungkinan diagnosis dan terapi yang disarankan. Piranti Lunak ini dapat digunakan oleh siapa saja termasuk masyarakat awam yang cenderung melakukan pengobatan sendiri saat mengalami gejala penyakit ISPA.Sistem Pakar ini mengolah data yang berhubungan dengan gejala ISPA seperti batuk, pilek, demam dan sesak napas serta kombinasinya. Dialog interface dirancang secara interaktif dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang hanya dijawab “Y” (ya) dan “(T)” (tidak). Sistem akan menyimpulkan dan memberi kemungkinan diagnosis  dan terapi yang disarankan. Identifikasi permasalahan dengan mendiagnosa gejala-gejala yang dirasakan user ini disusun bekerja sama dengan para pakar seperti dokter ahli terkait serta praktisi Farmasi.Prototipe sistem pakar ini mampu membantu upaya-upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

 

 

 

Penulis : ANDIANI NANIEK , Dra., M.Kom [PDF File] didownload : 110 x

Evaluation Of Type C Hospital Formulary In Yogyakarta
Abstrak

Title: Evaluation of Type C Hospital Formularies in Yogyakarta

Author Name: Yusi Anggriani

Email: yusi1777@yahoo.com, farklin@yogya.wasantara.net.id 

Presenter Name: Yusi Anggriani

Authors: Anggriani Y, Pudjaningsih D, Suryawati S 

Institution: Department of Clinical Pharmacology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University 

Title: Evaluation of Type C Hospital Formularies in Yogyakarta

Problem Statement: Many pharmaceutical products on the market are new and nonessential drugs. Appropriate selection is needed to support rational use of drugs. Establishing and maintaining a good hospital formulary is one way to increase drug selection efficiency.

Objectives: To evaluate and compare the quality of 7 hospital formularies in Yogyakarta, and to determine the processes used to maintain the formulary in each hospital.

Indicators: Number of brand-name products, % of essential drugs, % generic drugs on the list,  % drugs supported by the primary literature, % drugs with a single ingredient, and % generic drugs kept in stock.

Design: Descriptive-analytical, explorative case study.

Setting and Population: 5 public hospitals and 2 private hospitals in Yogyakarta.

Method: Seven hospital formularies were evaluated.  Quantitative data included: the number of drugs on the list, number of brand name drugs, number of generic drugs, number of essential drugs, and number of drugs supported by primary literature.  At the time of inspection, the following data were collected: number of generic drugs available, and the number of non-formulary drugs. A Chi-square test was applied to see if there was any difference between public and private hospitals. Information on the process of maintaining a formulary was obtained from qualitative data, including in-depth interviews with Drug and Therapeutic Committee (DTC) members and representative doctors from 4 wards (Obstetrics and Gynecology, Pediatrics, Surgery, and Internal Medicine). Qualitative data were analyzed by content analysis.

Outcome Measures: The quality of a formulary was measured by the number of brand-name products listed, % of essential drugs listed, % generic drugs on the list,  % drugs supported by the primary literature, % drugs with a single ingredient, and % generic drugs kept in stock. The process of maintaining a formulary was measured by frequency of revision, % of nonformulary drugs, and observation of DTC meetings.

Results: Although no hospital showed an ideal formulary list, the quality of public hospital formularies was relatively better than that of private hospital formularies. The comparison of public vs private hospitals, as shown by the indicators, were respectively as follows: the number of brand-name drugs (296–532 vs. 513–1575); percentage of essential drugs (41–71% vs. 20–28%); percentage of generic drugs on the list (26–50% vs 17–18%); percentage of drugs supported by the primary literature (73–90% vs. 67-73%); percentage of drugs with a single ingredient (41–71% vs. 20–28%); and percentage of generic drugs kept in stock (26–48% vs 13–16%).The consistent differences between public and private hospitals were significant (P= 0.00). The percentage of nonformulary-drugs procured and nonformulary drugs kept in stock were lower in hospitals that had frequent formulary revisions and established policies on formulary revision. Aschedule of regular meetings for formulary management was not yet established. In both public and private hospitals, the DTC tended to accommodate the doctors’ requests.

Conclusions: The quality of formularies in public hospitals was better than in private hospitals, but both were found not yet satisfactory. The process for maintaining a hospital formulary has not yet been established at the hospitals studied.

 

Study Funding: Department of Clinical Pharmacology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta,  Indonesia

Penulis : YUSI ANGGRIANI , Dr, M.Kes, Apt. [PDF File] didownload : 107 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 Next >>