Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Developing Countries: A Predicament of Trading or Industrial State and Its Risks
Abstrak

Developing countries are facing the dilemma of choosing developed into a trading State versus industrial State. Industrial countries may be even tougher than being a trading state in terms of activities of imported goods, exported goods. Become an industrial State requires mastery of high technology industry and a large capital to create machinery industry. Not necessarily the developed countries are willing to provide assistance for technology transfer without political and economic compensation. Being a trading state is an easier option because it requires effort to call foreign capital only to invest in developing countries and is expected to mutually beneficial trade, normally would always tend to favor developed country trading partners.


Keywords: Trading state, Industrial state, developing countries, debts, imported goods, exported goods, Technological exchange, political compensation, economical compensation, creative culture

Penulis : GATUT LUHUR BUDIONO, PhD. MBA. [PDF File] didownload : 25 x

PERANCANGAN TUNGKU CRUCYBLE UNTUK PELEBURAN ALUMINIUM, TIMAH DAN KUNINGAN
Abstrak

Produksi komponen berbagai jenis peralatan mesin/mobil/motor yang terbuat dari bahan logam non-ferro, seperti aluminium, timah dan kuningan, di negara kita Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan produksi yang dihasilkan oleh negara-negara lain seperti Taiwan, China, Korea dan Jepang. Hal ini salah satunya disebabkan oleh ketersediaan bahan baku dengan kualitas yang baik masih sangat terbatas. Disamping itu karena teknologi yang digunakan masih konvensional, maka penggunaan energi berupa bahan bakar pada proses peleburan belum efisien, sehingga biaya produksi secara keseluruhan masih sangat tinggi,  sehingga harga produk menjadi tidak kompetitif. Dapur krus terdiri dari komponen utama berupa tabung kulit luar/tabung baja, bahan isolasi, baru api/castable, kowi/crucyble/krus, tutup tungku, penyangga/kaki dan alat bakar/burner. Dapur krus dibuat sebanyak 3 (tiga) buah untuk ketiga jenis material yang akan dilebur, yaitu aluminium, timah dan kuningan.Krus dibuat dari bahan SUS-316L dengan tebal 3 mm, yang dapat menampung sekitar 20 kg logam. Dalam penelitian ini dibuat gambar rancangan tungku krus sesuai dengan kapasitas yang telah direncanakan menggunakan perangkat lunak Pro/Eng Versi 4.0.Tungku krus dibuat satu set, sedangkan krus dibuat 3 set untuk membuat coran padauan Pb-Sn, coran paduan aluminium- tembaga dan coran aluminium murni. Dari hasil analis, diperoleh hasil sebagai yaitudiameter tungku krus 550 mm, tinggi tungku krus 460 mm, tinggi knstruksi 1200 mm, bahan bakar LPG (isi 20 kg dua tabung ). Dapur krus dirancang dengan kapasitas produksi 20 kg/batch. (skala laboratorium), suction blower 0,5 kW, kapasitas 1,6 m3 per menit, alat bakar (burner) 1 set kapasitas 6,5 m3 jam LPG, temperatur kerja 1000 0 C maximum, dan menggunakan termometer dengan range temperatur 0 – 1200 0 C

Penulis : ISMAIL, Dr. M.T., S.T [PDF File] didownload : 32 x

Peningkatan daya pada solar cell dengan menggunakan penjejak satu sumbu
Abstrak

This paper shows the potential system benefits of  simple tracking solar system using a stepper motor  and  light  sensor.  This  method  is  increasing  power  collection  efficiency  by  developing  a device that tracks the sun to keep the panel at a right angle to its rays. A solar tracking system  was designed, implemented and  experimentally tested. The design details and the experimental  tested was designed, for 1 axis obtained by increasing the charging time 50%.

Penulis : ISMAIL, Dr. M.T., S.T [PDF File] didownload : 31 x

Effect of Orifice Shape to Convective Heat Transfer of Impinging Synthetic Jet
Abstrak

Nowdays, a greater heat load due to miniaturization of electronic product causes the need for a new cooling system that works more efficient and has a high thermal efficiency, Synthetic jet is potentially useful for cooling of electronic components. This paper reports the results of our experimental studies, the influence of orifice shape for impinging synthetic jet cooling performance. The effect of shape of the orifice on an impinging synthetic jet assembly on apparatus cooling of a heated surface is experimentally investigated. It will be seen the characteristics of convective heat transfer by moving the piezoelectric membrane. The prototype of synthetic jet acturator with two piezoelectric membrane that operate by 5 volt electrical current and creates a sinusoidal wave.
The orifice shapes considered are square and circular. The results showed the significant influence of orifice is found to be larger than that with  circular shapes. Square orifice has larger covered area if compared to circular orifice at the same radius, thus resulting in larger entrainment rate  that leading to an increase of heat transfer performance.

Penulis : DAMORA RHAKASYWI, DR., ST., MT [PDF File] didownload : 32 x

Pengaruh Jarak Tumbukan Terhadap Karakteristik Perpindahan Panas Konvektif Dengan Tumbukan Jet Sintetik
Abstrak

Dewasa ini, beban panas yang semakin besar akibat meningkatnya kecepatan operasi dan densitas komponen pada suatu piranti elektronik menyebabkan perlunya sistem pendingin baru yang lebih efisien atau mempunyai disipasi panas yang tinggi. Jet sintetik potensial untuk digunakan sebagai pendingin komponen elektronik. Paper ini melaporkan hasil dari studi eksperimental mengenai pengaruh Jarak Tumbukan (impinging distance) pada performa pendinginan dengan tumbukan jet sintetik. Rasio jarak aksial antara permukaan yang dipanaskan dan jet (L) terhadap diameter orifis jet (d) berada pada jangkauan 0-3.3. Investigasi dilakukan dengan menggunakan prototipe jet sintetik yang memiliki 16 lubang dengan diameter tiap lubang 3 mm dan digerakkan oleh dua membran piezoelektrik 5 volt dengan eksitasi gelombang sinusoidal. Dengan sistem aparatus tersebut diteliti karakteristik dari perpindahan panas konvektif yang dihasilkan membran yang berosilasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh ketinggian orifis yang signifikan terhadap laju perpindahan panas yang didapat. Pada frekuensi eksitasi tinggi 160 Hz, kenaikkan nilai perpindahan sebanding dengan kenaikkan rasio L/d hingga nilai L/d sebesar 2 kemudian turun hingga L/d sebesar 3,3.

Penulis : DAMORA RHAKASYWI, DR., ST., MT [PDF File] didownload : 31 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 Next >>