Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Ethanol extract of Annona squamosa L. improves the lipid profile in hyperlipidemia rats
Abstrak

PROCEEDINGS OF THE 17 ASIAN CONFERENCE ON CLINICAL PHARMACY (ACCP 2017), 28–30 JULY 2017, YOGYAKARTA, INDONESIA

Ethanol extract of Annona squamosa L. improves the lipid profile in hyperlipidemia rats

R. Sumarny, Y. Sumiyati & D. Maulina

Faculty of Pharmacy, Pancasila University, Jakarta, Indonesia 

 

Abstract:

Dyslipidemia is an important factor of cardiovascular disease. Sugar apple (Annona squamosa L.) fruit is empirically used to decrease blood lipid. The aim of this study was to investigate the effect of  the ethanol extract from sugar apple peel on lipid profile. Sprague-Dawley rat were given high-cholesterol food for 14 days. A total of 30 rats  were  divided into six groups, namely normal (I), negative (II) and positive/simvastatin control (III) and test groups, including extract doses of 125 (IV), 250 (V) and 500 mg/kg (VI). After 2 weeks, total cholesterol and triglyceride levels were decresed by 14.43%, 38.26%, 48.95% and 28.10%, 57.12%, 65.22%, whereas HDL-cholesterol were increased by 21.19%, 36.57%, 40.30% for group IV, V and VI, respectively. There was no significant difference in total cholesterol and HDL cholesterol parameters between groups III and VI. The study showed that sugar apple peel can improve the lipid profile by lowering total cholesterol and triglyceride levels and increasing HDL cholesterol levels.

 

 

Penulis : ROS SUMARNY , Prof. Dr., MS, Apt [PDF File] didownload : 1 x

Faktor Risiko Terjadinya Infeksi Daerah Operasi Pada Pasien Bedah Orthopedi di Rsup Fatmawati Periode Juli-Oktober 2018
Abstrak

Faktor Risiko Terjadinya Infeksi Daerah Operasi Pada Pasien Bedah Orthopedi di Rsup Fatmawati Periode Juli-Oktober 2018

Asrawal1*, Ros Summary2, Delina Hasan2, & Debby Daniel3

ABSTRACT:

Surgery is one of the basic components of the health care system that is very important, that in the process of the surgery should know the risk causes the infection, because microbes inadvertently come into limbs in surgery. Microbes can cause nosocomial infections or Health Care Associated Infections (HAIs).WHO survey shows 5% -34% of HAIs are SSI while the highest prevalence of HAIs occurs intensively in care units, acute surgery and orthopedic rooms. Thisresearch aims to determine SSI and risk factors for SSI in orthopedic surgery patients at Fatmawati Hospital in July-October 2018. This research was observational using cross sectional design,in whichthe data collection wasperformed prospectively. Total sampling from patients who performed orthopedic surgery at Fatmawati Hospital in both elective and cito surgery on July-October 2018 and SSI data collection was performed after surgery, namely in orthopedic poly outpatient care and inpatient care. Data obtained in this research showed SSI level is 3.9 % of Orthopedic Surgery (3.9% cases of a total 770) in the research period. The results of the chi-square analysis showed that the diabetes mellitus, ASA score and type of surgery had a significant relationship with the incidence of SSI with significance value diabetes mellitus that is 0.024; ASA score that is 0.035 and type of surgery that is 0.001 where p <0.05, while the use of prophylactic antibiotics and other risk factors did not have a significant p>0.05. That the type of operation had a significant influence with the incidence of SSI which was 0.004 (p <0.05). this type of surgery can increase the occurrence of SSI. Keywords: surgical site infection, risk factor, orthopedic surgery.

 

ABSTRAK:

Pembedahan merupakan salah satu komponen dasar dari sistem perawatan kesehatan yang sangat penting, bahwa dalam proses pembedahan harus mengetahui risiko yang menyebabkan infeksi, karena tidak sedikit mikroba ikut masuk atau tidak sengaja masuk kedalam anggota tubuh yang di bedah. Mikroba ini dapat menyebabkan infeksi nosokomial atau Health Care Associated Infections (HAIs). Survei WHO menunjukkan 5%-34% dari HAIs adalah infeksi daerah operasi (IDO) sedangkan prevalensi tertinggi HAIs terjadi secara intensif di unit perawatan, bedah akut dan ruang orthopedi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka IDO dan faktor risiko terjadinya IDO pada pasien bedah orthopedi di RSUP Fatmawati periode juli-oktober 2018. Penelitian ini bersifat observasional dengan menggunakan desain cross sectional, di mana pengumpulan data dilakukan secara prospektif. Pengambilan total sampel dari pasien yang melakukan bedah ortopedi di Rumah Sakit Fatmawati, baik bedah elektif maupun bedah cito pada periode Juli-Oktober 2018 dan pengumpulan data IDO dilakukan setelah pembedahan, yaitu di rawat jalan rawat jalan poli ortopedi dan rawat inap. Data yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan angka IDO Bedah Orthopedi yaitu 3.9% (30 sampel dari jumlah total 770 pasien) pada periode penelitian. Hasil analisa dengan menggunakan chisquare menunjukkan bahwa diabetes melitus, skor ASA dan jenis operasi mempunyai hubungan yang signifikan dengan kejadian IDO dengan nilai signifikansi diabetes melitus (DM) yaitu 0.024 ; skor ASA yaitu 0.035 dan jenis operasi yaitu 0.001 dimana p<0.05, sedangkan penggunaan antibiotik profilaksis dan faktor risiko lainnya tidak mempunyai hubungan yang signifikan karena p>0.05. Untuk jenis operasi mempunyai pengaruh yang signifikan dengan kejadian IDO yaitu 0.004 (p<0.05). jenis operasi dapat meningkatkan terjadinya IDO. Kata kunci: infeksi daerah operasi; faktor risiko; bedah orthopedi.

 

URL://http://jsfk.ffarmasi.unand.ac.id/index.php/jsfk/article/view/406/177

 

 

Penulis : ROS SUMARNY , Prof. Dr., MS, Apt [PDF File] didownload : 1 x

EXPRESSION OF BCL-2, BAX PROTEIN AND APOPTOSIS OF MICROSCOPIC SLIDES FROM CERVICAL CARCINOMA PATIENTS
Abstrak

Radiotherapy in combine with chemotherapy in the term concurrent

chemoradiotherapy is one of treatment of locally advanced cervical cancer.

Apoptosis is a form of the death of cancer cells after receiving chemoradiotherapy.

Some studies have suggested that apoptosis is regulated by the family of Bcl-2

protein, that is Bcl-2 protein (anti-apoptosis) and Bax protein (pro-apoptosis). The

aim of this study is to determine the correlation between the expression of Bcl-2 and

Bax protein with apoptotis caspase-3 in cervical cancer before chemoradiotherapy.

Twenty one microscopic slides from biopsy of patient diagnosis with carcinoma

cervix before treated by chemoradiotherapy in Radiotherapy Department Cipto

Mangunkusumo Hospital (RSCM) and Hasan Sadikin Hospital (RSHS) between

2010-2011 were stained using antibody Bcl-2, Bax, apoptosis caspase-3 by

immunohistochemistry method. After staining, expression Bcl-2 57% (12 cases) was

weak and 43% (9 cases)  strong. Expression Bax 24 % (5 cases) was weak and 76%

(16 cases) strong. Expression apoptosis 71% (15 cases) was low apoptosis and 29%

(6 cases) showed high. In this study, there was no significant correlation between

Bcl-2 and Bax protein with apoptosis caspase 3.

Keyword : protein Bcl-2, protein Bax, apoptosis, cervical cancer

Penulis : ROS SUMARNY , Prof. Dr., MS, Apt [PDF File] didownload : 1 x

UJI PENGHAMBATAN PROLIFERASI DARI BEBERAPA EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP SEL TUMOR MCA-B1 DAN MCM-B2 SECARA IN VITRO
Abstrak

Tumor adalah suatu penyakit dimana terjadi proliferasi sel-sel jaringan tubuh yang

tidak normal, cepat dan tidak terkendali. Pada penelitian ini diteliti aktivitas

penghambatan proliferasi dari ekstrak daun pepaya terhadap sel tumor MCA-B1 dan

MCM-B2. Ekstraksi daun pepaya dilakukan dengan maserasi bertingkat

menggunakan pelarut  n-heksana, etil asetat dan etanol. Pada masing-masing

ekstrak dilakukan uji Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) untuk menentukan nilai

Lethality Concentration fifty (LC) dengan serial konsentrasi : 125, 250, 500 ,1000

dan 2000 bpj. Diperoleh nilai LC 50 dari ekstrak n-heksana: 889,38 bpj, ekstrak etil

asetat: 262,88 bpj dan ekstrak etanol: 194,24 bpj. Uji penghambatan proliferasi

masing-masing sel tumor dilakukan dengan serial konsentrasi ekstrak n-heksana:

125, 250, 500 , 1000 dan 2000 bpj; ekstrak etil asetat: 75, 150, 300, 600 dan 1200 bpj

dan ekstrak etanol: 50, 100, 200, 400, dan 800 bpj. Dari hasil penelitian diperoleh

aktivitas penghambatan proliferasi semakin tinggi dengan meningkatnya konsentrasi

ekstrak dan nilai Inhibition Concentration fifty  (IC 50) ekstrak etanol terhadap  sel

tumor MCA-B1 sebesar 98,52 bpj dan sel tumor MCM-B2 sebesar 92,27 bpj.

 

Keywords: Carica papaya, proliferasi, sel tumor, in vitro 

Penulis : ROS SUMARNY , Prof. Dr., MS, Apt [PDF File] didownload : 0 x

Sejarah Pajak Bumi & Bangunan di Indonesia
Abstrak
Penulis : B.F. SIHOMBING, Dr. S.H.M.H. [PDF File] didownload : 1 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 Next >>