Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Development of the Conversion Value for Permeability Absorption in Concrete
Abstrak

The development of construction technology today, allowing construction of high-rise building that has 20 floors or more simply the floor 5-7 cycles/day, so the time of completion of construction of the building quickly. The implication aspects of cost control, quality, time should be more strict and quick in desicion making. one of the critical factors of success achieved work-storey building is the decision of determining materials to be used. To basement whether using normal concrete (without admixture) or integral concrete waterproofing. Therefore it is necessary to use parameters or standards. Permeability, absorption and compressive strength  of concrete. Standard generally used for permeability, absorption and compressive strength  of concrete at the time 28 days. Determination of the age of 28 days is often a problem that resultd in delays in the on going work. one of the parametrs that is needed is the conversion value that can be used on the job basement, thus making receipt of material at an early age concrete. this study is very significant to generate the conversion value of permeability,absorption and compressive strength  of normal concrete for concrete compressive strength: f'c 30 MPa, 35 MPa f'c 40 MPa, 45 MPa f'c and f'c 50 MPa, so it can be used as a standard in determining the material used.

keywords: permeability, absorption,  compressive strength  and conversion value

Penulis : AR INDRA TJAHJANI , Dr.Ir. - M.T. [PDF File] didownload : 7 x

USULAN PERBAIKAN TATA LETAK PABRIK DI PT. MEDIA KERTASINDO UTAMA
Abstrak

Layout planning can give a good contribution in the activities that take place in the production activities. Companies that have a good layout can increase production, reduce the cost of material handling, material moving distance, and the time to move material. Plant layout can be design by useSystematic Layout Planning (SLP) method to make the operation process chart to determine the production process takes place, routing sheet to determine the number of machines required in production activities, activity relationship to determine the relationship between the components, the floor area to find out vast amount of land needed for the space, as well as designing a new layout for the company. With the new layout design, then the company can reduce the distance a material handling and improve the effectiveness and efficiency in producing.

 

Keywords : Systematic Layout Planning, Layout Planning, Routing Sheet

Penulis : SITI ROHANA NASUTION, Ir.MT [PDF File] didownload : 28 x

PENURUNKAN EXPENSE LOGISTIK DENGAN PENDEKATAN METODE PDCADI PT. TRAKTOR NUSANTARA
Abstrak

The process of delivery of spare parts carried out to all branches in Indonesia. In the delivery of spare parts in all branches, from year to year increased expense. Where the land expense by 67%, while the air by 33%. In 2012 the national expense of 1.98%, in 2013 by 1.92% increased by 2.41% in 2014, while the target to be achieved in 2015 amounted to 2%. Process analysis focuses ground shipping for delivery in Sumatra, including the delivery of spare parts and commodities. For the analysis the cause of the increase in part logistic expense using fishbone diagram, so we get the cause of the problem of the high logistic expense. The data used to analyze the parts logistics expense is taken from the control sheet delivery. Then do the delivery process by making the best service at minimum cost analysis results prosentage from achievement logistic expense of 2.10%.


Keywords:
Expense Logistics, Control Sheet Shipments, Fishbone Diagram

 

 

Penulis : SITI ROHANA NASUTION, Ir.MT [PDF File] didownload : 12 x

ANALISIS KEAUSAN PAHAT TERHADAP KUALITAS PERMUKAAN BENDA KERJA PADA PROSES PEMBUBUTAN
Abstrak

Kunci untuk menghasilkan produk yang berkualitas adalah dengan melakukan proses pemesinan sesuai dengan peruntukannya. Salah satunya kekasaran permukaan memegang peran penting dalam menentukan kualitas hasil pemesinan. Beberapa paramater yang mempengaruhi kekasaran permukaan pada proses pembubutan yaitupendinginanpahat, kedalamanpotong, kecepatanpotong, gerakmakan, geometripahatpotong, getaran yang terjadi, komposisibendakerja, dangeometrimesinperkakas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keausan pahat potong jenis HSS terhadap kekasaran permukaan dengan material uji ST 37. Pengujian dilakukan secara berulang- ulang dengan memvariasikan jarak pemakanan, sehingga akan terlihat pada jarak keausan pahat potong terjadi yang kemudian dikorelasikan dengan tingkat kekasaran permukaan per pengujian yang telah dilakukan. Alat uji yang digunakan untuk pengukuran kekasaran permukaan adalah Surftest SJ201 P/M. Hasil penelitian ini akan menghasilkan pada jarak berapa pahat HSS mulai terjadi keausan dan berapa nilai kekasaran permukaan yang diperoleh. 

 

 

Kata Kunci: kualitas, keausan pahat potong, kekasaran permukaan, ST 37.

Penulis : EKO PRASETYO , ST.,M.T. [PDF File] didownload : 11 x

Rancangan Kursi Operator SPBU Yang Ergonomis Dengan Menggunakan Pendekatan Antropometri
Abstrak

Industri secara global dituntut oleh konsumen untuk dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi sekaligus dengan harga yang terjangkau. Tuntutan konsumen mendorong industri di beberapa bidang untuk memproduksi produk multi-fungsi dengan biaya produksi yang rendah dan dalam waktu yang singkat. Stasiun pengisi bahan bakar umum (SPBU) merupakan kepanjangan tangan dari industri pengilangan minyak, berfungsi sebagai tempat pengisian bahan bakar minyak (BBM) dengan bantuan operator. Proses pengisian BBM ke dalam kendaraan bermotor secara manual dengan melakukan 5-6 gerakan, mulai dari menyapa pelanggan sampai dengan memberikan uang kembalian dan bukti pembayaran kepada pelanggan. Gerakan yang dilakukan oleh operator sewaktu proses pengisian BBM mempercepat kelelahan pada operator dan memperlambat proses pengisian. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi agar operator tidak cepat lelah dan selanjutnya dapat mempercepat waktu pengisian BBM dalam bentuk rancangan alat bantu yaitu kursi operator yang Ergonomis dengan mempergunakan pendekatan data Antropometri. Perancangan kursi SPBU yang ergonomis meliputi komponen kursi yaitu dudukan, sandaran, tempat kaki, tempat uang dan adjustable yang sesuai dengan ukuran tubuh manusia Indonesia. Ukuran tubuh manusia Indonesia diperoleh berdasarkan pengambilan data ukuran tubuh operator di SPBU Cimanggis.

        Kata Kunci : SPBU, antropometri, rancangan kursi, ergonomis.

Penulis : EKO PRASETYO , ST.,M.T. [PDF File] didownload : 17 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 Next >>