Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

SIX SIGMA METHOD APPROACH IN THE PREVENTION OF OCCUPATIONAL ACCIDENTS ON THE SOLID WASTE COLLECTOR IN SOUTH JAKARTA
Abstrak

ABSTRACT Six Sigma method is one method of management approaches aimed at making decisions based on facts and based on the use of data using special tools and methodologies. This study deals with the methodology of Six Sigma approach in reducing the incidence of occupational accidents in the collection of solid waste in South Jakarta. The fundamental problem-solving approach is done by following the DMAIC (Define-Measure-Analyze-Improve-Control) in order to reduce the process variation and improvement process results. Analysis of the problem also using some tools such as Pareto diagrams, Fishbone diagrams and Analytical Hierarchy Process. Research conducted at the Department of cleanliness of South Jakarta as research subjects in order to analyze and determine the cause of the problem of workplace accidents solid waste collection. Results show DPU approximately 0.22 and approximately 220000 and a target DPMO sigma level is 3.554. Moreover, the results of AHP calculation using Expert Choice software indicate the most significant factor is the method with 0.392 weights. In addition, the sub-causes of the most dominant in workplace accidents collecting solid waste, such as, lack of safety equipment around 0.833 and pleasant environment around 0.833. Keywords: six sigma, pareto, fishbone, AHP, solid waste management, accident, DKI Jakarta. 

Penulis : DINO RIMANTHO, ST.MT [PDF File] didownload : 37 x

Aplikasi Analytical Hierarchy Process Pada Pemilihan Metode Analisis Zat Organik Dalam Air
Abstrak

Abstrak. Air merupakan salah satu produk pangan yang dianalisis di laboratorium kimia air dan lingkungan. Salah satu parameter yang dianalisis adalah zat organik. Banyaknya sampel yang masuk tidak sebanding dengan kemampuan analisis dapat menyebabkan keterlambatan hasil uji. Metode Analytical Hierarchy Process diaplikasikan untuk mengevaluasi metode analisis yang digunakan. Alternatif metode yang diuji meliputi metode titrimetri, spektrofotometri, dan total organic carbon (TOC). Responden terdiri dari deputi manajer teknis, koordinator laboratorium, dan dua orang analis senior. Alternatif hasil yang didapat adalah metode TOC. Usulan perbaikan metode analisis berdasarkan alternatif hasil yang didapat, yaitu metode TOC dengan waktu analisis 10-15 menit serta penggunaan CRM untuk validitas hasil analisis.

Kata kunci: organic substance, analytical hierarchy process, titrimetric, spectrophotometry, total

organic carbon.

Penulis : DINO RIMANTHO, ST.MT [PDF File] didownload : 38 x

IDENTIFIKASI RISIKO KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA PEKERJA PENGUMPUL SAMPAH MANUAL DI JAKARTA SELATAN
Abstrak

Abstrak

Pengumpulan sampah merupakan salah satu aktivitas yang harus dilakukan pada proses pengelolaan sampah. Aktivitas ini dapat menimbulkan potensi risiko yang cukup tinggi mengingat bahaya yang dapat muncul saat kontak langsung dengan sampah maupun aktivitas yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi potensi risiko kesehatan dan keselamatan pada pekerja pengumpul sampah manual. Survey dengan menggunakan kuesioner yang terstruktur disebarkan pada 25 orang petugas pengumpul sampah yang dipilih secara acak di Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisa data yang terkumpul. Para petugas pengumpul sampah yang setuju penggunaan alat pelindung diri saat bekerja adalah sekitar 64% atau sekitar 16 responden. Sementara gangguan musculoskeletal yang dialami oleh petugas adalah sekitar 19 orang atau sekitar 76%. Sedangkan responden yang mengalami luka tusuk akibat tidak menggunakan sarung tangan adalah 23 responden atau 92%. Pergelangan tangan dan punggung bawah merupakan gangguan muskuloskeletal yang umum diderita yaitu sekitar 23 responden. Secara umum, para pekerja memerlukan alat pelindung diri dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja. Langkah-langkah peningkatan perilaku hidup sehat, penggunaan alat pelindung diri dan pengembangan metode kerja berdasarkan prinsip ergonomic harus senantiasa dilakukan.

Kata kunci: Risiko kesehatan, petugas pengumpul sampah, Jakarta Selatan, kecelakaan kerja, muskuloskeletal

Penulis : DINO RIMANTHO, ST.MT [PDF File] didownload : 92 x

ANALISIS KEBISINGAN TERHADAP KARYAWAN DI LINGKUNGAN KERJA PADA BEBERAPA JENIS PERUSAHAAN
Abstrak

ABSTRAK

Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan di lingkungan pekerjaan telah menjadi perhatian para peneliti. Pemerintah memberikan aturan secara jelas mengenai ambang batas mengenai kebisingan di lingkungan kerja dalam kaitannya dengan pencegahan penyakit akibat kerja. Makalah ini menganalisa paparan kebisingan kerja dan penggunaan alat pelindung diri kebisingan pada beberapa industri yang berbeda di Jakarta. Kuesioner digunakan untuk menggali informasi pada responden yang dianggap berpotensi terpapar oleh kebisingan di lingkungan kerjanya. Responden dipilih secara acak yaitu 400 orang pekerja pada 3 lingkungan industri yang berbeda seperti permesinan, industri daur ulang biji plastik, dan industri konveksi. Studi menunjukkan bahwa industri permesinan memiliki tingkat kebisingan yang lebih tinggi, yaitu sekitar 97 dB, sedangkan industry pengolahan biji plastik sekitar 92 dB dan industry konveksi sekitar 65 dB. Proporsi terbesar penggunaan APD adalah wanita yaitu sekitar 75% sementara laki-laki hanya sekitar 65%. Sedangkan berdasarkan usia, diperoleh informasi bahwa usia responden 21-35 tahun merupakan pengguna APD terbesar yaitu sekitar 67.8% dan usia di atas 46 tahun menggunakan APD sekitar 37.2%. Para stakeholder mempunyai peranan yang cukup penting dalam upaya mereduksi potensi risiko yang dapat muncul dari paparan tingkat kebisingan pada lingkungan pekerjaan serta senantiasa memperhatikan faktor-faktor kesehatan dan keselamatan kerja (K3) karyawan.

Kata kunci: Kebisingan, APD, risiko, K3

Penulis : DINO RIMANTHO, ST.MT [PDF File] didownload : 58 x

Study of Potential Culinary Products Made From Taro as a Culinary Attraction Towards the Motivation of Tourist in Bogor
Abstrak

The tourist attraction is a main mobilization that motivates tourists to visit a certain tourism destination. One of the current progressive tourist attractions is culinary tourism. This culinary tourism is also called gastronomic tourism in which tourists satisfy themselves with various meals from the tourism destination. It is not just about to make their stomach full, but it is also to gain a certain eating experience and learn to cook special foods.Taro has been used as a main ingredient of making taro layered cake in Bogor. Thus, this cake is a culinary tourist attraction in the city. However, taro-based culinary products haven't become the main culinary tourist attraction in Bogor. Therefore, this research is aimed to observe the motivation of tourists who visit Bogor for culinary purpose. The goals of this research are to identify the taro based culinary products as a culinary tourist attraction in Bogor and analyze the relationship between taro-based culinary products and the visitors' motivation. The method used in this research is correlational descriptive method with quantitative approach. The result of this research shows that the taro based culinary products can be culinary tourist attraction in Bogor since they could meet the conditions of food qualities which cope color, appearance, portion, shape, temperature, texture, aroma, level of doneness, and taste. The connection between taro based culinary products with the tourists' motivation can be seen from the result of Pearson correlation in which each dimension of tourists' motivations has a negative correlation. Therefore, there must be improvements so that the level of tourist's motivation for taro based culinary products in Bogor would increase.

Penulis : YUSTISIA PASFATIMA MBULU, SST.Par, M.Si [PDF File] didownload : 42 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 Next >>