Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Legal Philosophy of Pancasila as the Paradigm of Criminal Justice System: A Philosophical Criticism for the Loss of Sense of Humanity
Abstrak

Abstract. Since 1981, marked by the enactment of law number 8 of 1981 on criminal procedure law, it has become a consensus to abandon the Cartesian paradigm embodied in the inquisitoire principle. The inquisitoire principle sees any person drawn into a criminal justice struggle as an object. The Criminal Procedure Code through the philosophical foundation of Pancasila, commands to adopt the accusatoire principle, in honor of the withdrawn party as a person entirely. However, the KUHAP formers forget the institutional legal culture of the thrown (gowerfen-sein) criminal justice system in the myth of modernity that is the objectification of human being. So that the law enforcement officers (investigators, public prosecutors, judges) always ignore Pancasila as the philosophical foundation of thought in carrying out the law.

Penulis : ABDUL HAKIM , S.H., M.H., CN [PDF File] didownload : 26 x

Penyelesaian Sengketa Investasi Antara Pemerintah Dengan Investor Asing
Abstrak

Sovereign state basically can not be sued in the courts of Foreign Affairs, HAL Husband In accordance with the principle of State Sovereignty (Sovereignty), as intetended Posted article 436 Rv, so that EVERY Court Decision Foreign reffered only CAN be used AS tool Proof of the Case Examination of new hearts in Indonesia. However WTH ICSID Convention has been ratified, ie convention ABOUT BETWEEN Settlement of Investment Foreign investors against the Government, then Indonesia AS MAY sovereign State is now being sued by The ICSID Arbitration based in Paris. AS an example CAN we know that Indonesia NEVER sued through the courts Foreign because they have committed one of the international, hearts Case OPEC Against Pilots Association, and hearts Case Tobacco Bremen, And The Very populer Dispute Resolution Foreign Investment, Joint Venture Amco Cs, against the Governmentof The Republic of Indonesia qq Investment Coordinating Board (BKPM), through ICSID Arbitration.

Keywords: Investemet Disputes, arbitration, foreign investors 

Penulis : ABDUL HAKIM , S.H., M.H., CN [PDF File] didownload : 27 x

Menakar Rasa Keadilan Pada Putusan Hakim Perdata Terhadap Pihak Ketiga yang Bukan Pihak Berdasarkan Perspektif Negara Hukum Pancasila
Abstrak

Hukum merupakan serangkaian kata-kata yang terjalin secara sistematis dalam sebuah teks yang bersifat otorisasi, menurut Gustav Radbruch, hendaknya memuat 3 (tiga) unsur, yaitu keadilan, kepastian, dan kemanfaatan. Penerapan terhadap teks yang bersifat otorisasi tersebut dalam kehidupan sosial, merupakan kewenangan absolut dari seorang hakim dalam menyelesaiakan suatu perkara keperdataan. Hakim, dalam memeriksa-mengadili-memutus suatu perkara, bukan hanya bertugas mengembalikan kepada keadaan semula (restitutio in integrum) sebelum munculnya sengketa, namun terdapat usaha semaksimal mungkin untuk tidak memunculkan sengketa baru ataupun sengketa turunan dari perkara pokok yang diperiksanya. Menjadi sangat penting peranan paradigma bagi seorang Hakim dalam memutus perkara guna terpenuhinya rasa keadilan. Saat ini, dalam konteks Hukum Acara Perdata, pemaknaan "keadilan" hanya sebatas otoritas kekuasaan para pihak yang diikat dengan asas konsensualisme dan asas kebebasan berkontrak. Berdasarkan Paradigma (Filsafat) Hukum Pancasila, Hakim sebagai interpreter, dalam memaknai dan menerapkan hukum, harus memiliki kemampuan ilmu hukum yang dapat mendekonstruksi dan merekonstruksi suatu teks otoritatif berdasarkan paradigma yang dianut oleh suatu bangsa.  

Penulis : ABDUL HAKIM , S.H., M.H., CN [PDF File] didownload : 26 x

Optimasi Desain: Material, Komponen, Konstruksi: Teori Dasar & Aplikasi
Abstrak
Penulis : Agri Suwandi, Dr., S.T., M.T. [PDF File] didownload : 35 x

Desain Reaktor Biodigester untuk Pembangkit Listrik Kapasitas 0,6 MW
Abstrak

Penelitian ini membahas mengenai penentuan dimensi dari reaktor biodigester untuk pembangkit listrik kapasitas 0.6 MW dan mengetahui jumlah sampah organik yang dibutuhkan. Metode yang dilakukan adalah dengan menentukan berapa jumlah gas methane, total solid dan volatile solid yang diperlukan untuk menghasilkan energi listrik, dan menentukan dimensi reaktor dengan mempertimbangkan beban mekanis seperti tekanan dan tegangan yang terjadi di dalam reaktor. Hasil dari penelitian ini adalah Reaktor biodigester menggunakan tipe fixed dome dengan kontruksi di atas tanah yang dibuat dari material stainless steels. Reaktor memiliki dimensi diantaranya diameter 4,81 m, tinggi 3,49 m dan tebal 4 mm, jumlah sampah organik yang dibutuhkan sebesar 39,83 m3 /hari dan jumlah kebutuhan gas methane sebesar 1566,5 m3 /ha.

 

Keywords:  Sampah organik, Reaktor Biodigester, Dimensi

Penulis : Agri Suwandi, Dr., S.T., M.T. [PDF File] didownload : 35 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 Next >>