Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Abstrak
Penulis : GATUT LUHUR BUDIONO, PhD. MBA. [PDF File] didownload : 26 x

Abstrak
Penulis : GATUT LUHUR BUDIONO, PhD. MBA. [PDF File] didownload : 33 x

HUMAN CAPITAL INVESTMENT: AN IMPROVEMENT OF BUSINESS AND ECONOMY OF INDONESIA
Abstrak

Although it requires very large investment funds and advanced technologies, but improvements in education to increase public knowledge and skills to be able to better compete globally should be executed. The improvement of education could increase knowledge and skills of society. The improvement of knowledge and skills could encourage people to work better, more professional, competitive and more capable improving business conditions and the region's economy; furthermore the country would possibly winning competition globally.

Penulis : GATUT LUHUR BUDIONO, PhD. MBA. [PDF File] didownload : 25 x

PENYUSUNAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA (SKKNI) AHLI PENILAI BANGUNAN HIJAU
Abstrak

Abstrak

Konsep bangunan hijau menjadi arus utama dunia saat ini, karena kesadaran akan pemanasan global dengan pembenahan iklim mikro, ketersediaan sumber daya yang makin terbatas, serta pemanfaatan energi terbaharukan. Arsitektur ramah lingkungan, yang juga merupakan arsitektur hijau, mencakup keselarasan antara manusia dan lingkungan alamnya. Arsitektur hijau mengandung juga dimensi lain seperti waktu, lingkungan alam, sosio-kultural, ruang, serta teknik bangunan. Hal ini menunjukkan bahwa arsitektur hijau bersifat kompleks, padat dan vital dibanding dengan arsitektur pada umumnya. Sejalan dengan hal tersebut, kebutuhan tenaga kerja dibidang bangunan hijau, mencakup kemampuan melakukan penilaian bangunan hijau, menjadi sebuah keniscayaan, karena audit terhadap konsumsi energi pada bangunan merupakan bagian mutlak dari proses penilaian bangunan hijau, sebelum sebuah bangunan, kemudian dinyatakan memiliki sertifikat tertentu. Standar Kompetensi adalah perumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan. SKKNI merupakan suatu hal yang sangat penting dan dibutuhkan sebagai tolok ukur untuk menentukan kompetensi tenaga kerja sesuai dengan jabatan kerja yang dimilikinya. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk tenaga kerja jasa konstruksi disusun berdasarkan analisis kompetensi setiap jabatan kerja yang melibatkan para pelaku pelaksana langsung dilapangan dan para ahli dari jabatan kerja yang bersangkutan. Tata urut penyusunan SKKNI Ahli Penilai Bangunan Hijau dilakukan melalui tahapan: desk study, survei, wawancara dan workshop, berbagai tahapan workshop dilakukan, termasuk memverifikasi hasil workshop kepada Kementerian Tenaga Kerja, setelah diverifikasi dan direvisi sesuai usulan dari Kementerian Tenaga Kerja, selanjutnya RSKKNI (Rencana Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) untuk jabatan Ahli Penilai Bangunan Hijau akan disahkan dan ditetapkan menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) oleh Menteri Tenaga Kerja. Proses panjang penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk Ahli Penilai Bangunan Hijau, diharapkan akan menghasilkan tenaga Ahli Penilai Bangunan Hijau yang kompeten dan memiliki kualifikasi kerja yang handal.

Kata kunci: bangunan hijau, standar kompetensi kerja, ahli penilai bangunan hijau 

 

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 44 x

BUDAYA LOKAL SEBAGAI POTENSI DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) KABUPATEN ASMAT
Abstrak

Kabupaten Asmat di Propinsi Papua memiliki luas wilayah Kabupaten Asmat mempunyai luas wilayah ± 23.746 Km2 , dengan Kondisi fisik dasar sebagian besar (80 %) adalah rawa. Kabupaten Asmat memiliki karakteristik budaya yang sangat khas. Produk budaya tangible berupa ukiran dan kerajinan dari suku Asmat juga sangat terkenal hingga ke luar negeri. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025 (MP3EI) yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia diterapkan dalam kerangka mencapai tujuan yaitu penyiapan kawasan dengan keunggulan geoekonomi dan geostrategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional. Potensi Kabupaten Asmat untuk dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bertujuan meraih peluang investasi melalui pendekatan kewilayahan, ketersediaan dan rencana pengembangan infrastruktur di masa mendatang sehingga dapat mendukung peningkatan ekonomi wilayah/kawasan secara signifikan. Potensi budaya lokal Asmat, akan dikaji kembali, dan dilakukan studi lebih mendalam, untuk kemudian hasil studi tersebut, bersama hasil studi lain menyangkut demografi, sumber daya alam, transportasi, mitigasi bencana dan lain sebagainya akan melengkapi kajian komprehensif menyangkut kesiapan Kabupaten Asmat untuk pengembangan kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kabupaten Asmat.  Beberapa hal yang menjadikan alasan mengapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) penting untuk dikembangkan di Kabupaten Asmat. Asmat yang merupakan sebuah wilayah pemerintahan yang baru, masih menghadapi sejumlah persoalan dalam proses pembangunan sehingga kebijakan otonomi khusus papua, harus di terjemahkan dan ditindaklanjuti dalam bentuk program kegiatan strategis yang tepat sasaran dan terukur. Kondisi alam Kabupaten Asmat, berupa sungai dalam ukuran yang besar dan berhulu pada lereng pengunungan tengah papua bagian selatan, dapat menjadi alur lalu lintas/ gerbang dan nadi pembangunan kawasan Asmat dan Papua tengah, pada sisi lain geografis Kabupaten Asmat sangat strategis untuk dikembangkan, dan menjadi pintu gerbang untuk pengembangan wilayah kabupaten lainnya di bagian tengah Papua.

 

Kata kunci: budaya lokal, potensi budaya, pengembangan KEK

 

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 56 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 Next >>