Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Kinerja Dua Perusahaan Telekomunikasi Terkemuka di Indonesia
Abstrak
Penulis : INDRA SATRIA , SE., MM. [PDF File] didownload : 30 x

Pengaruh Manajemen Likuiditas, Manajemen Aset dan Manajemen Utang Terhadap Laba
Abstrak
Penulis : INDRA SATRIA , SE., MM. [PDF File] didownload : 197 x

Fsktor-faktor Penentu Laba pada Bank Umum Nasional Terbesar di Indonesia
Abstrak
Penulis : INDRA SATRIA , SE., MM. [PDF File] didownload : 45 x

ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN MESIN OVEN DAN FBD UNTUK PENGERINGAN GRANUL PADA PROSES PEMBUATAN OBAT
Abstrak

Abstrak – Oven merupakan mesin pengering yang digunakan PT. MF untuk mengeringkan massa granul basah pada proses pembuatan obat. Pada pelasanaannya terjadi kasus susut pengeringan yang tidak memenuhi syarat dikarenakan pengeringan yang tidak merata, waktu pengeringan lama dan berbeda-beda pada setiap produk. Berdasarkan pertimbangan tersebut, dilakukan substitusi mesin pengering granul yaitu mesin Fluid Bed Drying (FBD). Selanjutnya, untuk mengetahui perbandingan hasil pengeringan granul pada penggunaan mesin oven dan FBD, serta penyebab hasil pengeringan dengan Oven tidak seragam. Pertama-tama dilakukan analisis data dari tiga parameter, yaitu suhu, waktu pengeringan dan susut pengeringan yang diperoleh dari kedua mesin. Kemudian uji hipotesa ANOVA dua arah untuk membuktikan hipotesa yang menyatakan FBD lebih baik dari pada oven. Selain itu dibuat diagram Fishbone dan FMAE untuk mengtetahui penyebab hasil pengeringan Oven tidak seragam dan menentukan usulan perbaikan yang mungkin bisa dilakukan. Analisis dan uji hipotesa ANOVA dua arah menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara jenis mesin yang digunakan dengan suhu dan waktu yang diperlukan hingga diperoleh susut pengeringan yang dipersyaratkan. Hasilnya diketahui pengeringan tidak merata dan suhu Oven tidak stabil menjadi penyebab pengeringan dengan Oven tidak seragam. Dengan demikian perlu dilakukan penetapan metode agar granul tersebar di tray secara merata dan pengecekan suhu pada granul selama proses pengeringan.           

 

Penulis : BUDIADY , Ir.,MT [PDF File] didownload : 46 x

ANALISIS SISTEM KINERJA PROTEKSI JARINGAN PIPA GAS PT.X
Abstrak

Abstrak – Telah dilakukan penelitian jaringan pipa gas dalam tanah milik PT.X yang mendistribusi gas baik untuk industri maupun gas untuk rumah tangga di wilayah Jakarta Barat. Selama ini PT.X mengalami permasalahan dalam pengendalian korosi yang mengakibatkan tidak terproteksinya jaringan pipa gas, yaitu karena adanya arus liar pada jaringan pipa gas tersebut, seperti arus rel KRL, tiang pancang, pipa PAM dan utilitas lainnya. Hal ini yang mengakibatkan pipa akan cepat korosi sehingga dapat terjadi kebocoran pada pipa. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka diperlukan pemasangan sistem proteksi di jaringan pipa gas milik PT.X. Meode yang digunakan untuk mengatasi tersebut dengan melakukan analisis faktor-faktor penyebab kenapa tidak terproteksi pada sistem jaringan pipa. Dengan diagram sebab akibat yang digunakan dapat diketahui penyebab kelemahan dari proteksi sistem yang dilakukan saat ini. Kemudian dengan menggunakan (action plan) 5W1H dilakukan perbaikan dengan pemasangan sistem SA. Hasilnya selama Janjuari 2012 diperoleh nilai proteksi rata-rata sebesar 803 mV yang tidak sesuai dengan  standar yang ditetapkan oleh perusahaan. Setelah diketahui penyebab penurunan nilai proteksi sdustem IC karena adanya utilitas lain pada jalur pipa gas sehingga utilitas tersebut ikut terproteksi. SA pada jalur pipa gas φ16 sepanjang 12 km untuk pipa distribusi area Jakarta Barat diperoleh rata-rata nilai proteksi sebesar 1055 mV. Hasil  yang diperoleh dapat dilihat bahwa nilai proteksi sudah melebihi standar dari NACERP-0169 (2002), yakni National Association of Corotion Engineeer sebesar 850 mV. Setelah dilakukan pemasangan sistem SA, diketahui pipa lebih tahan terhadap korosi sehingga umur pipa yang dimiliki PT.X  lebih panjang dibandingkan sebelum dipasang dengan sistem SA.

 

Penulis : BUDIADY , Ir.,MT [PDF File] didownload : 47 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 Next >>