Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Harapan Masyarakat Terhadap Kualitas Ruang Publik Sebagai Tempat Aktivitas Luar Ruang Pada Kawasan Perkantoran Dalam Mendukung Kota Hijau
Abstrak

Abstrak

Di kota besar ruang publik merupakan tempat-tempat umum untuk dipergunakan warga kota bersama-sama. Pada kawasan perkantoran di pusat kota, ruang publik umumnya juga terkait dengan fungsi ruang terbuka hijau. Situasi tersebut menjadikan ruang publik memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai tempat aktivitas bersama, lokasi resapan air dan paru-paru kota. Sebagai tempat aktivitas bersama, ruang publik dapat menjadi tempat istirahat luar ruang para pekerja. Sebagai resapan air dan paru-paru kota, ruang publik memiliki andil dalam terbentuknya iklim
setempat yang alami. Dalam rangka mewujudkan kota yang berkelanjutan, ruang publik dapat dioptimalkan sebagai elemen pendukung kota hijau. Adanya peran tersebut, menghadirkan ruang publik menjadi tempat yang teduh, rindang, serta menyejukkan pandangan mata. Terwujudnya fungsi ganda ruang publik akan membentuk suatu kesatuan yang harmonis antara kegunaan ruang publik sebagai tempat bagi aktivitas warga kota, serta peran lainnya sebagai kawasan lindung di pusat kota. Pendapat yang berhasil dikumpulkan dari para pekerja yang sedang beristirahat di ruang publik pada kawasan perkantoran, menggambarkan adanya kesenjangan antara kondisi ideal dengan kondisi yang dirasakan sehari-hari. Terkait dengan fungsi ganda ruang publik serta situasi yang dirasakan oleh responden, terdapat beberapa faktor perlu dipertimbangkan dalam peningkatan kualitas ruang publik, yaitu: (1) iklim setempat, (2) tatanan ruang, (3) keteduhan dan tata hijau, (4) situasi dan kebersihan lingkungan, serta (5) radius pencapaian dengan berjalan kaki. Berdasarkan pendapat yang berhasil dikumpulkan dari para responden dapat diketahui bahwa iklim setempat, tatanan ruang, serta keteduhan dan tata hijau masih berada di bawah kondisi ratarata yang dapat ditoleransi. Adapun situasi dan kebersihan lingkungan sedikit lebih baik daripada kondisi rata-rata yang dapat ditoleransi. Sedangkan radius pencapaian dengan berjalan kaki dipandang sudah baik dan mendekati kondisi ideal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa masyarakat memiliki arapan agar prioritas peningkatan kualitas ruang publik lebih difokuskan pada perbaikan iklim setempat, peningkatan kualitas tatanan ruang, serta peningkatan kualitas keteduhan dan tata hijaunya.

Kata kunci : kota hijau, ruang publik, pusat kota

Penulis : AGUS SURYA SADANA W , M.T. [PDF File] didownload : 4 x

Perancangan Penjejak Garis pada Robot Berbasis Mikrokontroler
Abstrak

Salah satu masalah dalam logistic, pada kondisi sekarang masih terlihat cukup semrawut. Hal
ini disebabkan kinerja dari logistic itu sendiri. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada
logistic sekarang digunakan system semiotomatis, terutama dalam pendistribusian barang.
Sistem yang dimaksud tersebut adalah robot yang melintasi garis agar dapat mendistribusikan
barang pada sistem logistic tersebut. Robot dilengkapi dengan penjejak garis agar dapat
melalui lintasan yang telah ditentukan dalam gudang. Dari hasil pengujian terhadap penjejak
garis yang dibuat, alat dapat bekerja dengan baik dengan ketelitian 1-2% untuk garis yang
melingkar, sedangkan untuk garis lurus dengan ketelitian 0,2%.

Penulis : DEDE LIA ZARIATIN , Dr. S.T. , M.T [PDF File] didownload : 10 x

Modified atmosphere storage (mas) buah pisang
Abstrak

Healthy life style based on natural food consumption,has been implemented by the society to increase health quality. Minimally processed technology is used to slow down food decay time in the storage room. Minimally processed techology is consist of Controlled Atmosphere Storage (CAS), Modified Atmosphere Storage (MAS), Freeze Driying, and blansir. MAS is

food storage technology by conditioning the air composition (especially oxygen level). Banana is an object of MAS implementation, due to its all session fruit and shorter life time. Previous MAS studies used long bean as the object and managed to improve the life time until 15 days.The purpose of this study is to implement MAS to lengthen banana life time. MAS

design use Ulrich Eppinger method. Simulation of Turbulance Kinetic Energy (TKE) in the sparger and MAS installation use ANSYS 16.2. The experimental to test sparger and installation is conducted for 6 hours for the sparger and 24 hours for the installation. Afterward the correlation between parameter is calculated by using least square method. The outcome of this research is MAS for banana in order to be used by SME with capacity of 4.77 m3, mixture time is 24 hours, TKE number in the sparger is 582.6448 J/kg, TKE number in the installation is 715.6 J/kg, oxygen level in the sparger is 5.7%, oxygen level in MAS installation is 8.5%, glucose of banana located in the storage room is 9.5%, and banana life time able to achiave 14 days.

Penulis : I GEDE EKA LESMANA , S.T.,M.T. [PDF File] didownload : 9 x

PENGARUH JARAK KATUP LIMBAH DENGAN KATUP PENGHANTAR TERHADAP EFISIENSI HIDRAM
Abstrak

Masyarakat yang belum terjangkau listrik akan kesulitan dalam memperoleh air bersih dan harus menempuh perjalanan yang jauh . Sumber air ini bisa berada pada daerah dataran tinggi maupun rendah , jika pemukiman penduduk berada di bawah sumber air tentunya bukan masalah . Bagaimana jika, sumber air tersebut berada jauh dibawah permukaan rumah penduduk hal ini memerlukan alat yang berguna untuk menyalurkan air agar bisa di dapatkan dengan mudah oleh penduduk . Oleh karena itu, dibutuhkanlah sebuah pompa air , namun karena suplai listrik yang belum tentu tersedia maka dibutuhkanlah pompa tanpa energi listrik melainkan menggunakan energi air tersebut yaitu pompa hidraulik ram  ( Hidram ). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi unjuk kerja pompa hidrolik ram dengan variasi Jarak antara katup limbah dengan katup penghantar dan Metode penelitian melalui perancangan pompa hidram dengan pengamatan pengaruh jarak katup limbah dengan katup penghantar (215 mm, 230 mm dan 245 mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi tertinggi pompa hidram adalah 2,88 % menurut efisiensi D’Aubuission dan 1,15 % menurut efisiensi Rankine pada jarak katup limbah dengan katup penghantar pada jarak 245 mm. Faktor Jarak antara katup limbah dengan katup penghantar berpengaruh terhadap debit pemompaan, debit buang, dan efisiensi pompa hidram.

Penulis : I GEDE EKA LESMANA , S.T.,M.T. [PDF File] didownload : 6 x

PENGEMBANGAN KOMUNITAS PEMINAT SEJARAH DAN BUDAYA SEBAGAI UPAYA MEMBANGKITKAN AKTIVITAS DAN KEHIDUPAN DI KOTA TUA JAKARTA
Abstrak

Abstrak

Kawasan Kota Tua Jakarta kini kusam dan banyak sendi-sendi kehidupannya yang lenyap. Kawasan kota lama yang dirasa tidak lagi sinkron dengan aktivitas ekonomi masa kini menyebabkan kota lama ditinggalkan penghuninya, dan perekonomian bergeser ke kawasan kota yang lebih baru. Bangkitnya perekonomian di kawasan Kota Tua Jakarta dapat menjadikannya sebagai urban generator penting Kota Jakarta. Arsitektur adalah wujud fisik pembentuk ruang kota, oleh karenanya peninggalan arsitektur tidak boleh dipandang sebagai benda cagar budaya saja. Kehadiran manusia beserta aktivitasnya adalah faktor pengisi yang sangat menentukan tumbuh atau merosotnya kawasan. Aktivitas pariwisata memiliki andil menggerakkan perekonmian guna memperkuat peranan kota tua sebagai kawasan cagar budaya. Berfokus pada aspek kepariwisataan dan potensi kota tua sebagai kawasan cagar budaya, dilakukan penelusuran masalah dan potensi tentang issue-issue terkait Kota Tua Jakarta dari media cetak dan elektronik. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa berkembangnya komunitas-komunitas peminat sejarah dan budaya yang senang berjalan-jalan di Kota Tua Jakarta merupakan refleksi dari ungkapan city as a trip (Smardon, 1986). Kehadiran komunitas-komunitas tersebut membangkitkan kembali gairah kehidupan di kota tua, memberikan energi positif dan merupakan jembatan guna meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian pusaka bangsa. Artinya, kegiatan revitalisasi seharusnya melibatkan peran aktif anggota masyarakat baik secara perorangan maupun kelompok.

Kata kunci: komunitas; kota tua; sejarah dan budaya

 

Penulis : AGUS SURYA SADANA W , M.T. [PDF File] didownload : 9 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 Next >>