Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Presisi Uji Antihiperurisemia In Vitro Berdasarkan Pengukuran Serapan Pada Dua Panjang Gelombang
Abstrak

PRESISI UJI ANTIHIPERURISEMIA IN VITRO BERDASARKAN PENGUKURAN
SERAPAN PADA DUA PANJANG GELOMBANG
Liliek Nurhidayati, Dian Ratih Laksmitawati, Riska Eka Putri
Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Corresponding author email: liliek_nurhidayati@yahoo.com
ABSTRAK
Metode yang digunakan dalam skrining obat antihiperurisemia in vitro berdasarkan pada
kemampuan suatu bahan menghambat enzim xantin oksidase dalam mengubah substrat xantin
menjadi asam urat. Para peneliti mengukur aktivitas antihiperurisemia berdasarkan asam urat
yang terbentuk atau xantin yang tersisa. Untuk mengetahui presisi kedua pengukuran tersebut,
telah dilakukan pengujian aktivitas antihiperurisemia alopurinol berdasarkan pengukuran
serapan pada panjang gelombang 291 nm dan 268 nm. Pada kondisi optimum diperoleh
simpangan baku relatif persen penghambatan berdasarkan jumlah asam urat yang terbentuk
0,24-1,30%, sedangkan berdasarkan sisa xantin adalah 0,25-2,39%.
Kata kunci : pengambatan, xantin oksidase, in vitro, alopurinol, presisi

http://kjif.unjani.ac.id/index.php/kjif/article/view/102 

 

Penulis : DIAN RATIH L , Dr., M.Biomed., [PDF File] didownload : 2 x

Peningkatan Aktivitas Antimikroba Ekstrak Nanas (Ananas Comosus (L.). Merr) Dengan Pembentukan Nanopartikel
Abstrak

PENINGKATAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK NANAS (Ananas
comosus (L.). Merr) DENGAN PEMBENTUKAN NANOPARTIKEL
Deni Rahmat*, Dian Ratih L., Liliek Nurhidayati, Meilda Ayu Bathini
Fakultas Farmasi Universitas Pancasila, Jakarta
*Email : mangnden78@yahoo.com
ABSTRAK
Bonggol nanas (Ananas comosus (L.). Merr) mengandung enzim bromelain dengan kadar
tertinggi dibandingkan bagian nanas lainnya. Salah satu fungsi enzim bromelain adalah
sebagai antimikroba. Ekstrak bonggol nanas dibuat dalam bentuk nanopartikel dengan
menggunakan kitosan kemudian dikeringkan dengan metode freeze drying. Serbuk kering
ekstrak ditentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) terhadap Staphylococcus aureus.
Nanopartikel ekstrak kering dilakukan uji ukuran partikel, zeta potensial, dan morfologi
partikel. Nanopartikel ekstrak kemudian diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel. Tiap
formula dilakukan uji mutu fisik antara lain organoleptik, homogenitas, viskositas dan sifat
alir dan uji mutu kimia (pH). Hasil penelitian menunjukkan nanopartikel ekstrak memiliki
ukuran partikel 60,8 nm dan bentuk partikel kering sferis. Ekstrak bonggol nanas memiliki
KHM pada konsentrasi 1,25%. Gel formula IV menunjukkan DDH tertinggi yaitu 62,5 mm
dan memiliki viskositas dan pH yang stabil. Dengan demikian pembuatan nanopartikel pada
ekstrak bonggol nanas dapat meningkatkan aktivitas antimikroba dalam sediaan gel untuk
penggunaan secara topikal
Kata kunci: Bonggol nanas, nanopartikel, kitosan, antimikroba

https://jsk.farmasi.unmul.ac.id/index.php/jsk/article/view/45/40

 

Penulis : DIAN RATIH L , Dr., M.Biomed., [PDF File] didownload : 2 x

Development of friction and wear full-scale testing for TKR prostheses with reliable low cost apparatus
Abstrak

Prostheses products must undergo simulation and physical testing, before clinical testing. Finite element method is a preliminary simulation for in vivo test. The method visualizes the magnitude of the compressive force and the critical location of the Total Knee Replacement (TKR) prostheses design. In vitro testing is classified as physical testing for prostheses product. The test is conducted to evaluate the potential failure of the product and the characteristics of the prostheses TKR material. Friction and wear testing are part of the in vivo test. Motion of knee joints, which results in the phenomena of extension and deflection in the femoral and tibia insert, is represented by friction and wear testing. Friction and wear tests aim to obtain an approximate lifetime in normal and extreme load patterns as characterized by the shape of the friction surface area. The lifetime estimation requires friction and wear full-scale testing equipments for TKR prostheses products. These are necessary in obtaining initial data on potential product failures and characterizing of the material based on the ASTM F2724-08 standards. Based on the testing result and statistical analysis data, the average wear rate value per year is 2.19 × 10−3 mg/MC, with a 10 % safety limit of volume and 14,400 cycles times, for 15 hours moving nonstop then the prediction of wear life of the component tibia insert is ± 10 years.

 

Keywords:  Friction;  wear;  full-scale  testing;  TKR prostheses; reliable;  low  cost. 

Penulis : Agri Suwandi, Dr., S.T., M.T. [PDF File] didownload : 3 x

Harapan Masyarakat Terhadap Kualitas Ruang Publik Sebagai Tempat Aktivitas Luar Ruang Pada Kawasan Perkantoran Dalam Mendukung Kota Hijau
Abstrak

Abstrak

Di kota besar ruang publik merupakan tempat-tempat umum untuk dipergunakan warga kota bersama-sama. Pada kawasan perkantoran di pusat kota, ruang publik umumnya juga terkait dengan fungsi ruang terbuka hijau. Situasi tersebut menjadikan ruang publik memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai tempat aktivitas bersama, lokasi resapan air dan paru-paru kota. Sebagai tempat aktivitas bersama, ruang publik dapat menjadi tempat istirahat luar ruang para pekerja. Sebagai resapan air dan paru-paru kota, ruang publik memiliki andil dalam terbentuknya iklim
setempat yang alami. Dalam rangka mewujudkan kota yang berkelanjutan, ruang publik dapat dioptimalkan sebagai elemen pendukung kota hijau. Adanya peran tersebut, menghadirkan ruang publik menjadi tempat yang teduh, rindang, serta menyejukkan pandangan mata. Terwujudnya fungsi ganda ruang publik akan membentuk suatu kesatuan yang harmonis antara kegunaan ruang publik sebagai tempat bagi aktivitas warga kota, serta peran lainnya sebagai kawasan lindung di pusat kota. Pendapat yang berhasil dikumpulkan dari para pekerja yang sedang beristirahat di ruang publik pada kawasan perkantoran, menggambarkan adanya kesenjangan antara kondisi ideal dengan kondisi yang dirasakan sehari-hari. Terkait dengan fungsi ganda ruang publik serta situasi yang dirasakan oleh responden, terdapat beberapa faktor perlu dipertimbangkan dalam peningkatan kualitas ruang publik, yaitu: (1) iklim setempat, (2) tatanan ruang, (3) keteduhan dan tata hijau, (4) situasi dan kebersihan lingkungan, serta (5) radius pencapaian dengan berjalan kaki. Berdasarkan pendapat yang berhasil dikumpulkan dari para responden dapat diketahui bahwa iklim setempat, tatanan ruang, serta keteduhan dan tata hijau masih berada di bawah kondisi ratarata yang dapat ditoleransi. Adapun situasi dan kebersihan lingkungan sedikit lebih baik daripada kondisi rata-rata yang dapat ditoleransi. Sedangkan radius pencapaian dengan berjalan kaki dipandang sudah baik dan mendekati kondisi ideal. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa masyarakat memiliki arapan agar prioritas peningkatan kualitas ruang publik lebih difokuskan pada perbaikan iklim setempat, peningkatan kualitas tatanan ruang, serta peningkatan kualitas keteduhan dan tata hijaunya.

Kata kunci : kota hijau, ruang publik, pusat kota

Penulis : AGUS SURYA SADANA W , M.T. [PDF File] didownload : 4 x

Perancangan Penjejak Garis pada Robot Berbasis Mikrokontroler
Abstrak

Salah satu masalah dalam logistic, pada kondisi sekarang masih terlihat cukup semrawut. Hal
ini disebabkan kinerja dari logistic itu sendiri. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada
logistic sekarang digunakan system semiotomatis, terutama dalam pendistribusian barang.
Sistem yang dimaksud tersebut adalah robot yang melintasi garis agar dapat mendistribusikan
barang pada sistem logistic tersebut. Robot dilengkapi dengan penjejak garis agar dapat
melalui lintasan yang telah ditentukan dalam gudang. Dari hasil pengujian terhadap penjejak
garis yang dibuat, alat dapat bekerja dengan baik dengan ketelitian 1-2% untuk garis yang
melingkar, sedangkan untuk garis lurus dengan ketelitian 0,2%.

Penulis : DEDE LIA ZARIATIN , Dr. S.T. , M.T [PDF File] didownload : 10 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 Next >>