Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

KONSERVASI KAWASAN PANGGUNG KRAPYAK YOGYAKARTA MELALUI PENDEKATAN URBAN LINGKAGE
Abstrak

Konservasi Kawasan Panggung Krapyak Yogyakarta Melalui Pendekatan Urban Linkage

 

L. Edhi Prasetya

 

 

Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

prastyan@yahoo.com

 

 

 

Abstrak

Konservasi merupakan upaya dan tindakan penyelamatan bangunan, lingkungan binaan atau obyek bersejarah baik fisik maupun non-fisik (kultural). Hakikat utama dari tindakan konservasi adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat dimana obyek itu berada,selain membawa kembali rasa emosi dan ketakjuban akan obyek tersebut sebagai bagian dari peninggalan sejarah.   

Panggung Krapyak yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwana I pada tahun 1785, sampai saat ini masih tegak berdiri, tidak banyak kerusakan berarti pada bangunan ini karena sebagai bagian dari bangunan peninggalan Kraton tidak satupun masyarakat mengusik keberadaannya, namun sebagaimana umumnya kerusakan bangunan bersejarah faktor utama adalah karena faktor alam dan minimnya pemeliharaan bangunan.

Tautan urban kawasan Panggung Krapyak dengan kawasan Kraton Yogyakarta sangat erat, termasuk dalam hubungan simbolik sumbu imajiner Merapi – Kraton - Laut Selatan, melalui pendekatan urban ini, maka strategi konservasi kawasan diretaskan. Dalam  hubungan dengan tautan urban, potensi sosial ekonomi kawasan Krapyak menjadi titik awal strategi konservasi kawasan digulirkan,  sebab pada dasarnya selain mengembalikan makna kultural suatu tempat, konservasi haruslah memberi pengaruh pada peningkatan taraf hidup masyarakat sekitarnya.     

Tulisan ini akan mengungkapkan gagasan/ strategi penyelamatan dan revitalisasi bangunan Panggung Krapyak sebagai bangunan bersejarah, termasuk makna historis dan kosmologis dari bangunan itu, strategi revitalisasi obyek akan meliputi konteks makro sebagai bagian dari kontinuitas linkage urban, maupun dalam lingkup meso sebagai bagian dari kontinuitas linkage kawasan.

Kata kunci: Panggung Krapyak,  konservasi kawasan, kontinuitas linkage.

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4323 x

PENGUATAN KAPASITAS SWADAYA MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN PERUMAHAN STUDI KASUS DESA BONE BOLANGO, GORONTALO
Abstrak

PENGUATAN KAPASITAS SWADAYA MASYARAKAT

DALAM PEMBANGUNAN PERUMAHAN

STUDI KASUS DESA BONE BOLANGO, GORONTALO

 

 

L. Edhi Prasetya

Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila, Jakarta

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta 12640

Corresponding author: prastyan@yahoo.com

 

Abstrak

Perumahan swadaya merupakan perumahan yang dibangun oleh masyarakat sendiri, merupakan sistem penyediaan perumahan yang paling dominan di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2004, sekitar 68 % keluarga membangun sendiri rumahnya. Dalam hal penyediaan Perumahan secara swadaya, berbagai permasalahan mendasar yang dijumpai antara lain adalah masalah pembiayaan, status lahan, keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang konstruksi rumah sehat, dan lain-lain permasalahan.

Kenyataan bahwa sebagian besar penyediaan perumahan bagi masyarakat Indonesia bertumpu pada perumahan swadaya dibandingkan dengan perumahan formal, memberi ciri khas perumahan swadaya yang bersifat individual, menghasilkan bentuk yang sesuai dengan kebutuhan sosial dan kemampuan ekonominya. Rumah yang dibangun secara individual akan membentuk pemukiman yang kemudian tumbuh dan berkembang secara incremental dengan pola pertumbuhan yang tidak teratur, sehingga perlu dirumuskan kebijakan dan strategi penguatan yang tepat, agar masyarakat dapat  membangun permukimannnya, dengan baik, tertata sesuai standar kesehatan mendasar masyarakat serta memiliki aspek keterjangkauan.

Masyarakat Desa Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu obyek kajian, untuk melihat keberhasilan pembangunan perumahan swadaya, sebagai bagian dari program Pemerintah melalui Kementrian Perumahan Rakyat. Pengorganisasian masyarakat, pendampingan dan penguatan, monitoring serta konsultasi teknis sebagai upaya yang integratif menjadi motor dalam pembangunan perumahan di Gorontalo.

Kata kunci         :    Perumahan swadaya, kebijakan dan strategi penguatan.

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4322 x

FAKTOR PENENTU DALAM PERENCANAAN KASIBA KAYUAGUNG, OGAN KOMERING ILIR, SUMATERA SELATAN
Abstrak

FAKTOR PENENTU DALAM PERENCANAAN KASIBA KAYUAGUNG,

OGAN KOMERING ILIR, SUMATERA SELATAN

 

 

L. Edhi Prasetya

Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila, Jakarta

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta 12640

prastyan@yahoo.com

 

 

Abstrak

 

Upaya pengembangan kawasan berskala besar, membutuhkan upaya penataan ruang agar pemanfaatan ruang dan pembangunan prasarana dan sarana serta utilitas dapat menjadi lebih efisien dan efektif serta memenuhi target group yang dituju.

Kebijakan pembangunan perumahan dan permukiman yang terorganisir di Indonesia diarahkan pada pola pengembangan berbasis kawasan untuk skala besar. Pola ini diwujudkan dalam rangka menciptakan lingkungan permukiman yang teratur, efisien dengan tetap memperhatikan aspek keserasian dan keterpaduan prasarana kawasan melalui pengaturan yang lebih mudah untuk dilakukan.

Landasan pengembangan kawasan permukiman skala besar menurut Undang-undang No. 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman antara lain menyatakan bahwa melalui pembangunan kawasan permukiman skala besar yang terencana secara menyeluruh dan terpadu dengan pelaksanaan bertahap; dan menurut UU 4/1992 bahwa untuk mewujudkan kawasan permukiman sebagaimana dimaksud, pemerintah daerah menetapkan satu bagian atau lebih dari kawasan permukiman menurut RTRW perkotaan yang telah memenuhi persyaratan sebagai kawasan siap bangun (KASIBA).

Penetapan lokasi untuk Kasiba diselenggarakan dalam kawasan permukiman skala besar pada kawasan perkotaan dan atau kawasan perdesaan dan atau kawasan tertentu yang terletak dalam satu daerah kabupaten/ kota, sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. Untuk ditetapkan sebagai lokasi Kasiba, kawasan tersebut terlebih dahulu memiliki rencana tata ruang rinci, memiliki kejelasan data mengenai luas, batas dan kepemilikan tanah sesuai dengan rencana dan program penyelenggaraannya; telah tersedia jaringan primer dan sekunder prasarana lingkungan yang telah selesai dibangun dan telah berfungsi.

Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Kasiba di Kabupaten Ogan Komering Ilir mengacu pada SK Bupati 004/ KEP/ DPU/ 2006. Lokasi perencanaan Kasiba OKI  terletak di sisi timur Sungai Komering, berada di sisi timur dari Kota kecamatan Kayuagung, tingkat kepadatan penduduk masih rendah, dengan luas Kasiba 337 ha, direncanakan untuk 16.850 unit rumah, dengan mengacu konsep 1:3:6. Permasalahan utama menyangkut pengembangan Kasiba di Kayuagung yaitu pertumbuhan pusat permukiman yang sangat pesat terjadi pada kota-kota di wilayah sebelah barat yang berada pada jalur Lintas Timur Sumatera. Berdasarkan gambaran tersebut diatas terlihat bahwa kawasan padat penduduk terkonsentrasi pada daerah tepian sungai dan sekitar Jalan Lintas Timur, karena hal tersebut, perkembangan penduduk yang tidak merata ini membebani penataan transportasi kota, pemerataan pembangunan, terutama ke sisi timur bagian kawasan kota menjadi hal yang sangat urgen, sehingga daerah semakin berkembang, dan tingkat pemerataan ekonomi dapat semakin meningkat.

Dalam kaitan dengan hal tersebut, untuk lebih menyebarkan arah perkembangan kota, maka bagian Timur dari kota ditetapkan sebagai KAWASAN KASIBA, sehingga kawasan timur kota juga mampu tumbuh menjadi generator kota.

Dinamika dalam perencanaan Kasiba Kayuagung, merupakan salah satu kajian dalam makalah ini, perencanaan Kasiba Kayuagung, dengan melibatkan faktor-faktor keseimbangan lingkungan dan integrasi ekologis, sebagai manifestasi dari konsep Pembangunan Berkelanjutan demi tercapainya tujuan Perencanaan Kasiba yaitu  terwujudnya lingkungan perumahan yang layak huni, asri, aman, dan nyaman, serta kegiatan yang berlangsung di dalam kawasan dapat berlangsung dengan baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kata Kunci:      Perencanaan kasiba kayuagung, faktor-faktor penentu desain kasiba, manifestasi konsep pembangunan berkelajutan

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4322 x

AKTUALISASI NILAI LOKAL DALAM PERANCANGAN KAWASAN SIAP BANGUN (KASIBA)
Abstrak

AKTUALISASI NILAI LOKAL DALAM

PERANCANGAN KAWASAN SIAP BANGUN (KASIBA)

 

 

L. Edhi Prasetya1

1Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Pancasila

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Telp. (021) 7864730 ext.: 15/ 33 fax (021) 7280128

Jakarta Selatan 12640

Email: prastyan@yahoo.com

 

 

 

 

Abstrak

 

Kasiba adalah sebidang tanah yang dipersiapkan untuk pembangunan perumahan dan permukiman skala besar  dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, dilengkapi dengan jaringan primer dan sekunder prasarana lingkungan sesuai dengan rencana tata ruang lingkungan yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah dan memenuhi persyaratan pembakuan pelayanan prasarana dan sarana lingkungan.

Sebagai upaya penyediaan permukiman massal berskala besar bagi masyarakat, terutama berpenghasilan menengah rendah, perancangan Kasiba bertujuan agar Kasiba/Lisiba dapat menjadi alat untuk pengembangan ekonomi lokal dan alat bagi perkembangan kota. Kasiba juga berperan dalam penyediaan kavling tanah matang beserta rumah dengan pola hunian yang berimbang, terencana dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dalam perkembangannya, desain kawasan skala besar dalam bentuk Kawasan Siap Bangun, menjadi trend dan solusi bagi penyediaan rumah secara massal dan pembangunan yang bertahap memampukan Pemerintah Daerah untuk mengontrol perkembangan kasiba di daerahnya.

Sejalan dengan trend pengembangan Kasiba di berbagai daerah, menimbulkan kesadaran baru untuk  menciptakan kawasan skala besar untuk kehidupan dan penghidupan masyarakat sesuai nilai-nilai lokal yang berkembang di daerah tersebut. Aktualisasi nilai-nilai lokal tersebut, diharapkan akan membuat masyarakat tetap memiliki ikatan dengan daerahnya dan keselarasan dengan lingkungan alamnya.

Paparan ini akan melihat beberapa kasus menyangkut aktualisasi nilai lokal pada perancangan Kasiba di beberapa daerah di Indonesia. Metode yang digunakan adalah melalui analisis kualitatif pada rancangan kasiba di tiga kabupaten, yaitu KaKabupaten Buton, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Kapuas Hulu

 

Kata kunci                : kasiba; perancangan kasiba; aktualisasi nilai lokal

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4322 x

SEPARATION OF EIGHT WATER SOLUBLE VITAMINS BY ION-PAIR CHROMATOGRAPHY
Abstrak
Penulis : NOVI YANTIH , Dr., S.Si, M.Si., Apt. [PDF File] didownload : 125 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 Next >>