Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

ARSITEKTUR DAN KONSERVASI ENERGI (Model Pembangunan Berkelanjutan dalam Arsitektur)
Abstrak

 

ARSITEKTUR DAN KONSERVASI ENERGI

(model pendekatan pembangunan berkelanjutan  dalam arsitektur)

 

L. Edhi Prasetya, ST,MT (1)

Swambodo M. Adi, ST (2)

 

Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Telp. (021) 7864730 ext.: 15/ 33 fax (021) 7280128 Jakarta Selatan 12640

(1)      prastyan@yahoo.com    (2)   swambodo976@yahoo.com

 

You employ stone, wood and concrete, and with these materials you build houses and palaces; that is construction. Ingenuity at work. But suddenly you touch my heart, and do me good, I am happy and I say: “This is beautiful” That is architecture……….(Le Corbusier, 1927)

ABSTRAK

Secara kasat mata, periode awal millennium ini terlihat pemakaian/ konsumsi energi dunia yang makin tak terkendali, di samping faktor pertumbuhan populasi manusia, faktor lambannya penelitian terhadap sumber-sumber energi yang baru  dan makin komsumtifnya manusia terhadap pemakaian energi menjadi suatu kekhawatiran yang mendasar untuk dipecahkan.

Komsumtifnya manusia terhadap energi juga mencolok terlihat pada sektor bangunan (arsitektur) di mana pemakaian energi untuk utilisasi bangunan (Penghawaan/ AC, lift, penerangan) juga meningkat. Dalam era krisis energi saat ini, terutama di Indonesia, yang ironisnya adalah negara eksportir minyak, karena pencarian terhadap sumber energi yang baru adalah hal yang jauh dari jangkauan kita,  kearifan kita dalam mengkonsumsi energi adalah hal yang jauh lebih masuk akal bagi kita, kearifan tersebut dapat kita manifestasikan dalam perancangan bangunan yang hemat energi, tanpa harus melepaskan kenyamanan pada pemakai bangunan tersebut.

 

 

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4322 x

PENELUSURAN MORFOLOGI PUSAT DESA MELALUI METODE PENGGALIAN SEJARAH LISAN
Abstrak

Penelusuran Morfologi Pusat Desa Melalui Metode

Penggalian Sejarah Lisan

(Studi Kasus, Desa Brosot, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta)[1]

 

L. Edhi Prasetya

 

Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Telp.(021) 7864730 ext. 15/30 Fax (021) 7270128

prastyan@yahoo.com

 

Abstrak

 

Desa sebagai unit pemerintahan terkecil, pada dasarnya merupakan perpanjangan tangan kekuasaan, terlebih pada desa-desa dimana pengaruh kekuasaan masih dominan, atau desa yang dekat dengan ibukota pemerintahan.

Desa Brosot, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo merupakan daerah yang berada dibawah pemerintahan Adipati Pakualam, keberadaan raja diwakili oleh seorang Bupati, yang sekaligus berperan sebagai tenaga administrasi kadipaten, yang bertugas menyetorkan pajak tanah kepada Adipati Pakualam di Yogyakarta.

Dominasi kekuasaan Pakualam dan perkembangan tanam paksa (cultuur stellsel) pada pertengahan abad 19 telah membentuk Pusat Desa Brosot yang dominan dengan kegiatan perkebunan dan industri, meskipun akhirnya kegiatan industri ini berakhir bersamaan dengan timbulnya gerakan kebangsaan dan perebutan paksa dan penghancuran asset penjajah kolonial sekitar tahun 1940-1950.

Penelitian ini akan berusaha menelusuri dan melakukan pencarian Pusat Desa Brosot pada awal berdirinya, berusaha melihat perkembangan morfologi pusat desa sejalan perkembangan sejarah yang ada. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan teknik wawancara dengan beberapa narasumber yang mengetahui sejarah Desa Brosot dan membandingkan dengan sumber-sumber tertulis yang masih bisa terlacak.

Kata Kunci           : desa, pusat desa, sejarah lisan, morfologi pusat desa



[1] Disampaikan dalam Pertemuan Ilmiah Nasional Dosen Teknik, Universitas Tarumanagara, 5-6 September 2006.

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4323 x

PENGEMBANGAN METODE DAN MATERI AJAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS STUDIO
Abstrak

Pengembangan Materi Ajar Berbasis Simulasi Dan Visualisasi Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Pada Matakuliah Studio

 

L. Edhi Prasetya, ST,MT (1)

Anedya Wardhani, ST (2)

Agus Surya Sadana, ST, MM (3)

 

Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Telp. (021) 7864730 ext.: 15/ 33 fax (021) 7280128

Jakarta Selatan 12640

 

Abstrak

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini, menuntut masyarakat semakin tanggap terhadap perkembangan yang ada, sigap dalam bertindak, jeli dalam menelaah permasalahan yang dihadapi dan memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap kompleksitas kondisi yang ada dihadapannya.

Arsitektur sebagai bagian dari cabang ilmu yang diajarkan pada pendidikan tinggi di Indonesia juga tak luput dari jamahan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, komputasi arsitektur, digital architecture, atau sebutan lainnya, adalah sebuah tantangan masa depan yang harus dihadapi mahasiswa jurusan arsitektur untuk meningkatkan kompetensi, agar mampu bersaing dalam pasar kerja. Tingkat persaingan pasar kerja yang kompetitif menuntut perguruan tinggi penyelenggara pendidikan arsitektur memberikan bekal pengetahuan yang memadai bagi lulusannya, agar mampu bersaing dengan kompetitornya.

Universitas Pancasila sebagai penyelenggara Pendidikan Arsitektur mengalami pula ketatnya kompetisi baik pada sisi input (calon mahasiswa) maupun pada segi output (lulusan), penurunan kuantitas input memberi dampak langsung pada penurunan kualitas input calon mahasiswa, karena Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila tidak bisa melaksanakan proses seleksi mahasiswa baru secara maksimal, karena daya tampung yang secara faktual lebih besar dari jumlah calon mahasiswa yang mendaftar.       

Berdasarkan hasil evaluasi diri yang disiapkan Universitas Pancasila saat penyusunan Program Hibah Kompetisi (PHK A2) didapati beberapa akar permasalahan yang dihadapi Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila, yaitu: 1) kualitas lulusan masih belum sesuai dengan yang diminta oleh pasar kerja, 2) IPK rata-rata mahasiswa masih rendah, 3) penyampaian materi ajar matakuliah Studio Perancangan Arsitektur dan matakuliah Teknologi Bangunan oleh dosen belum tepat, 4) mahasiswa kurang mendapat metode pembelajaran yang memadai, akar permasalahan tersebut menuntut penyelesaian yang tepat untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya saing.

Berdasarkan kuisioner yang dibagikan kepada mahasiswa, tentang gaya belajar yang selama ini mereka jalankan, didapati fakta bahwa gaya belajar yang disukai mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila, adalah mendengarkan dan memahami melalui gambar-gambar dan contoh konkrit lewat model/ maket, visual/ gambar/ illustrasi  lebih dibandingkan lewat bahan bacaan.

Lewat Program Hibah Kompetisi dari Dikti tahun 2007-2009, Universitas Pancasila akan mencari dan merancang format yang tepat dalam menyampaikan materi ajar, melalui pengembangan materi ajar berbasis simulasi dan visualisasi, beberapa kegiatan yang dilakukan adalah: penyelenggaraan Lokakarya Nasional untuk mencari format yang tepat sasaran dalam penyelenggaraan matakuliah studio, pembuatan materi ajar dengan format multimedia lewat program terintegrasi Microsoft Powerpoint© dan Camtasia Studio©, penyiapan laboratorium Teknologi Bangunan dengan alat-alat Heliodon, mock-up struktur skala 1:1, alat sound meter dan light meter, dan program-program kegiatan lain yang pada intinya adalah memberi warna baru dalam kuliah studio lewat program multimedia sehingga tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan akan dapat  terwujud. Efektivitas dari kegiatan ini akan tampat setelah program ini dijalankan, direncanakan tahun 2008 sudah dapat dievaluasi hasilnya.

Kata kunci: perkembangan iptek, kompetisi pasar kerja, penyampaian materi ajar berbasis multimedia  

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4322 x

ADAPTATION AND SUSTAINABLE ARCHITECTURE; MANGGARAIAN TRADITIONAL ARCHITECTURE IN AGE OF GLOBALIZATION
Abstrak

Adaptation and Sustainable Architecture;

Manggaraian Traditional Architecture in age of Globalization[1]

 

L. Edhi Prasetya, ST,MT [2]

 

prastyan@yahoo.com

 

 

 

Abstract

Improvement of technologies that start during 16th century have change the way of human life, increase of population, urbanization, colonialism, imperialism, comsumption growth and earth pollution are some of the worst effect of industrialization, although we cannot deny the improvement of technologies to human kind, the development of science that lead better human life.

The diversity of Indonesian traditional architecture is a cultural richness that attract to research, particulary the relation between modernization and adaptation of traditional culture toward modernity,  Manggaraian architecture is one of them, laid in Flores Island, one of the East Nusa Tenggara isles. 

Manggarai culture which stand their belief on the spirit of the ancestors, the strong familiarity as social patrilineal community having a uniqueness which in modern era have to face the change and adaptation either in physic and non-physic culture. Manggarai people nowdays can describe as “society in transition”, a transition caused by touch of  a new cultural system, especially in the changing believing system (religion) and also science and technology effect which open the Manggaraian people with world outside, an  introduction to modern building material which all have change the ‘face’ of their architecture from primitive culture to a traditional vernacular culture.

Globalization era in term of traditional architecture of Manggaraian people should put in todays awareness, the spirit of development of sustainable architecture, which means adaptation to modernity without losse their local knowledge. To create architecture design which uses natural resources wisely.

Kata kunci: Improvement of technologies, Traditional achitecture of  Manggarai, culture adaptation, sustainable architecture



[1] Presented on ”International Conference of Tropical Architecture within Tradition-Globalization”, 17 Agustus University (UNTAG), Surabaya, April 24th 2007.

[2] Graduate Student: Architecture Engineering, Gadjah Mada University and Master Program of Architecture, Diponegoro University, member of Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI).

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4323 x

THE REDESIGN OF STUDIO CULTURE BASE ON STUDENT CAPACITY (ARCHITECTURE STUDENTOF PANCASILA UNIVERSITY AS A CASE STUDY)
Abstrak

The Redesign Of Studio Culture Base On Student Capacity[1]

(Architecture Student of Pancasila University As A Case Study)

 

L. Edhi Prasetya, Ashri Prawesti D, Agus Surya Sadana

Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Telp. (021) 7864730 ext.: 15/ 33

fax (021) 7280128 Jakarta Selatan 12640

 

 

Abstract

 

Studio is a core subject in Department of Architecture. The importance of the subjects based on studio in Department of Architecture is to make students feel and practice designing based on bench marking of the tasks that given to them intensely.

            The products of their designs that have been done in certain period (usually one semester) haven’t yet been optimizing. The basic failures in designing process usually happens and it causes the aim of the studio that can give them experiences in designing is not optimize.

            The implementation of Studio has difficulties. The length of the implementation needs high concentration of the students, good stamina of the team teaching and students, qualified equipments and also the ineffective culture of studio that has been implemented. Some of the ineffective culture in Studio that has been a myth, based on The American Institute of Architecture Students (AIAS) in 2002 that has been stated in their working paper, The American Institute of Architecture Students Task Force Report (2002) named The Redesign of Studio Culture, is not suitable to be implemented anymore.

             The products of their designs which are not optimize, finally will point the bargaining of the graduation after they come to the real working market as an Architect Graduation Student. This situation is also come to the free trade market era of workers.

            Team of Competitive Grant Program (PHK) A2 in Department Architecture of Pancasila University, has done a research about the culture in Studio, especially in Designing Studio and Final Task. The research is about how the statement in the American Institute of Architecture Students (AIAS) about the Myth of Culture in Studio happens. The result of the research can be proven significantly based on the low quality of the students who registered in that department influenced their capacity in the designing process in studio. This result will be an input to make a better teaching and learning methods in studio. The capacity of the students will be main factor that support the success of the implementation of studio. The renovation of this method will be the important program of Grant Competition Program (PHK) A2 in Department Architecture of Pancasila University during 2007 – 2009.

 

Keywords: Studio Culture, The renovation of teaching and learning method in studio



[1] Presented on International Conference “Challenges and Experiences in Developing Architectural Education in Asia”, Islamic University of Indonesia Yogyakarta, June 8-9 2007.

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4323 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 Next >>