Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

SISTEM PENGENDALIAN KLAIM PRODUK COC-FSC DALAM PENERAPAN SISTEM LACAK BALAK (CHAIN OF CUSTODY) DI INDUSTRI FURNITUR
Abstrak
Penulis : YULITA VERANDA USMAN, SST., MP. [PDF File] didownload : 105 x

Analisis Kepuasan Pelanggan Dalam Meningkatkan Kinerja Mutu Atrbut Produk Mainan Edukatif (Studi Kasus: Shofia Toys)
Abstrak
Penulis : YULITA VERANDA USMAN, SST., MP. [PDF File] didownload : 104 x

TRANSFORMASI BENTUK TROTOAR SEBAGAI RUANG PEJALAN KAKI DAN PEDAGANG KAKI LIMA
Abstrak

TRANSFORMASI BENTUK TROTOAR SEBAGAI RUANG PEJALAN KAKI

DAN PEDAGANG KAKI LIMA

 

Joko Adianto, ST, M.Ars

Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia

joko.adianto@gmail.com

L.Edhi Prasetya, ST, M.T

Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Pancasila

prastyan@yahoo.com

 

 

Dewasa ini, Pemerintah Daerah berusaha mengembalikan ruang publik ke fungsi asalnya, yaitu ruang pejalan kaki. Namun usaha tersebut selalu berlangsung dengan perlawanan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan anggota masyarakat lainnya. Penelitian pendahuluan saya sebelumnya membuktikan bahwa trotoar merupakan salah satu habitat PKL dan memiliki hubungan simbiosis mutualisme dengan pejalan kaki. Masalah lingkungan yang muncul adalah akibat tidak adanya ruang untuk mewadahi kegiatan mereka. Berbagai penelitian yang sudah dilakukan, baik di dalam maupun luar negeri juga membuktikan bahwa usaha penertiban PKL tidak mungkin berhasil secara maksimal. Bahkan di negara maju, seperti Amerika Serikat, Italia dan Jepang, keberadaan PKL diwadahi sesuai dengan kondisi sosial, budaya dan ekonomi masing-masing.

Berbagai solusi ruang yang ditawarkan seringkali tidak berhasil karena tidak mengakomodasi logika spasial jejaring kehidupan PKL dan masyarakat kota. Hasil penelitian kami pada tahun 2009-2010 menunjukkan bahwa ruang kehidupan PKL memiliki mekanisme dan organisasi yang terkait dan terikat dengan daur kehidupan masyarakat. Zonasi, konfigurasi dan lokasi lapak PKL ternyata mampu menciptakan kualitas ruang dan program kegiatan yang dibutuhkan pejalan kaki dan masyarakat kota. Lebih dari itu, ruang kehidupan PKL di trotoar merupakan salah satu simpul jejaring kehidupan masyarakat kota. Ruang keberadaannya dipengaruhi dan mempengaruhi ruang kehidupan masyarakat kota. Hal inilah yang menyebabkan keberadaan ruang PKL di trotoar tidak dapat diselesaikan hanya melalui penggusuran atau pemindahan lokasi berdagang semata.

Kami mengidentifikasi transformasi trotoar sebagai ruang pejalan kaki menjadi ruang pejalan kaki dan PKL. Transformasi ini terjadi karena adanya superimposisi mekanisme jejaring ruang kehidupan masyarakat kota dengan kondisi fisik ruang kota yang telah terbentuk. Melalui tulisan ini, kami berpendapat bahwa perlunya transformasi bentuk ruang publik yang sesuai dengan konteks dan mampu mengakomodasi ruang hidup keseharian masyarakat setempat.

 

Kata kunci: Trotoar, PKL, ruang.

 

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4322 x

Managing Urban Spatial Conflict Around River Bank Area In Indonesia
Abstrak

Managing Urban Spatial Conflict

Around River Bank Area In Indonesia

 

Edhi Prasetya1)

Risma Apdeni2)

 

1)     Architecture Department Pancasila University

Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta 12640, Indonesia

Ph.+62 21-7864730 ext. 15 Fax. +62 21-7270128

prastyan@yahoo.com

 

2)     Padang State University

Jalan Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang – West Sumatera

Ph.: +62 751-7053902     Fax: +62 751-7055628

 

Abstract

 

 

River bank area plays the main role in the part of human history. Traditional society uses the river as a place to live, as a path to walk along their history. For the large part of Indonesian people river bank still hold the vital role for urban poor who live in squatter, since this area neglected in main part of urban planning. The government still impress with “grand architecture” and forgotten the urban poor who lives in river bank as a part of urban citizen.

Urban planning which neglect river bank area, creates urban squatter, reduces the urban environment quality and encourages the urban conflict between government and urban society.

Set of actions and policy needs to be created in order to increase quality of river bank area. Thus the river bank area can be revitalized to increase the quality of urban visual and human living condition.

This study analyses the program of river bank arrangement in Yogyakarta, Banjarmasin and Padang with its urban characteristic, then formulated a conclusion for the river bank arrangement that solve the urban spatial conflict in Indonesia.

 

Key words:      urban spatial conflict, river bank area

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4322 x

FENGSHUI SEBAGAI POTENSI KREATIF DALAM DESAIN INTERIOR (Studi Kasus Perancangan Ruang Direksi dan Ruang Rapat; Kantor Majalah Lisa, Jakarta)
Abstrak

FENGSHUI SEBAGAI POTENSI KREATIF DALAM DESAIN INTERIOR

(Studi Kasus Perancangan Ruang Direksi dan

Ruang Rapat; Kantor Majalah Lisa, Jakarta)

 L. Edhi Prasetya

Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Prastyan@yahoo.com

 Abstract

Design process in architecture is part of creative process which explores the thingking ability of architects. This design process which includes the client aspiration, information and data exploration, would finally end in the form of a good design. Fengshui as the part of old Chinese tradition is an art of the interior and exterior designing of a building, which in basically is to reach a harmony between man and their environment in order to get their luck, health, success and prosperity in their lives. Traditional norm of design, such as fengshui  which is not taught on the formal architecture educational institution, sometimes become the constraints for creativity, as we do have a sufficient knowledge about fengshui, but on the other side, such constraints should be faced by architects as a challenge that need to be solved and that evokes our potential creativity. PT Imagindo Komunikatama as the client of architect team plans to renovate their office by using fengshui as design approach, this set of problems finally evoke the architect team with creative ideas not only for the interior design but also in the furniture design, thus, the architect need to change all the constraints on architectural design, as those things into a   “positive energy” to create and perform creative architectural design.

Key words: fengshui, creative potension, interior design 



[1] Disampaikan dalam “Seminar Nasional Rekayasa Perencanaan VI Peluang Sarjana Arsitektur Dalam Desain Interior” di UPN-Veteran Jatim, Surabaya 16 Mei 2005

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4322 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 Next >>