Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Antimicrobial and Antioxidant Activity of Keladi Tikus Leaves Extract (Typhonium flagelliforme (Lodd) Blume
Abstrak

Keladi tikus (Typhonium flagelliforme (Lodd) Blume is a plant that has many benefits in health such as anticancer, anti-inflammatory, analgesic and antihepatotoxic. This study aims to determine the antimicrobial and antioxidant activity of different extracts of leaves.T.flagelliforme. The agar diffusion  method was used in the antimicrobial activity. DPPH scavenging radical, the FTC and the TBA method were used in the antioxidant activity. The results showed the ethyl acetate, n-butanol and water phase has antimicrobial activity against Bacillus subtilis and Pseudomonas aeruginosa, while the n-hexane pahase has no activity against bacteria tested, and has no inhibitory activity against Candida albicans. The results of antioxidant activity by DPPH method, the FTC and the TBA showed ethyl acetate phase is the most active (IC50 = 56,32 ppm) and has the smallest slope value (0,0677) and the smallest absorbance (0,0231) respectively.

Keywords: Keladi tikus, Typhonium flagelliforme, antimicrobial activity, antioxidant activity

Penulis : YUNAHARA FARIDA , Dr [PDF File] didownload : 62 x

Penetapan Kadar β-karoten dalam Buah Paprika Merah, Kuning dan Hijau (Capsicum annuum var.annuum L.) secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
Abstrak

Perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung tidak sehat menyebabkan di dalam tubuh banyak terkandung radikal bebas yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit terutama penyakit degenerative. Untuk melindungi tubuh dari serangan radikal bebas tersebut, maka tubuh memerlukan antioksidan seperti  β-karoten. Salah satu sayur yang mengandung  β-karoten adalah paprika, yang dibedakan atas paprika merah, paprika kuning dan paprika hijau. Berdasarkan warnanya, maka kandungan  β-karoten yang terdapat dalam paprika juga berbeda-beda. Untuk mengetahui kandungan β-karoten dalam paprika, pada penelitian paprika diekstraksi terlebih dahulu dengan petroleum eter selanjutnya ditetapkan kadarnya secara kromatografi cair kinerja tinggi menggunakan kolom C18 dan fase gerak kloroform-tetrahidrofuran-metanol (70:25:5) dengan laju alir 1 mL/menit pada panjang gelombang 450 nm. Kandungan β-karoten dalam paprika merah, kuning dan hijau berturut-turut adalah 264,34 bpj; 15,95 bpj dan 0,50 bpj; dan memberikan ketelitian dengan nilai koefisien variasi < 2% yaitu paprika merah 0,0045%, paprika kuning 0,9614% dan paprika hijau 0,8154%; dengan batas deteksi dan batas kuantitasi dari β-karoten adalah 0,0259 bpj dan 0,0864 bpj. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat digunakan untuk penetapan kadar β-karoten dalam paprika.

Kata Kunci : β-karoten, paprika, penetapan kadar,kromatografi cair kinerja tinggi

Penulis : YUNAHARA FARIDA , Dr [PDF File] didownload : 99 x

Hukum Sebagai Alat Transformasi Sosial; Suatu Pendekatan Reformasi Birokrasi
Abstrak

Abstract

 

There are two main types of distinct approaches to bureaucracy: the organizational framework and the public choice approach. Bureaucracy can produce an effective and efficient government when it is conducted correctly and openly. On the other hand, a complicated and problem-laden bureaucracy becomes an obstacle to development and public service. Bureaucracy reformation is inseparable from national reformation which started in 1998. In reality, bureaucracy reformation so far has only happened partially. People still feel that they do not experience any real transformation. The transformation is still on terms of instruments such as changes in government infrastructure. Viewed from organizational structure, there is no fundamental transformation in bureaucracy culture even though the definition of bureaucracy transformation is fundamental transformation to improve the government system and implementation. The fundamental impediments faced by bureaucracy reformation are mind-set and cultural-set transformation related to attitude, habits, and ingrained values in the bureaucrats. Law as a social transportation means may be an approach to a comprehensive bureaucracy. This approach which raises law-awareness through knowledge, understanding, setting up, expectation about law is an effective way to implement bureaucracy reformation.

 

 

Keywords : bureaucracy reformation, bureaucracy culture, law awareness, social transformation.

Penulis : EDIE TOET HENDRATNO , Prof. Dr. S.H., M.Si [PDF File] didownload : 70 x

Uji Aktivitas Biologi secara BSLT dan Uji Sitotoksik dengan Metode MTT dari Ekstrak n-heksana dan Ekstrak Metanol Daun Keladi Tikus (Typhonium divaricatum (L) Decne)
Abstrak

Tanaman keladi tikus (Typhonium divaricatum (L) Decne), familia Araceae. Merupakan jenis tanaman liar yang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa ekstraknya telah dibuktikan dapat menyembuhkan beberapa kasus penyakit antara lain kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak n-heksana dan metanol dari daun keladi tikus mempunyai aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T-47D. Penelitian yang dilakukan meliputi penapisan fitokimia, uji aktivitas biologi secara Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan uji aktivitas sitotoksik dengan metode MTT. Hasil penapisan fitokimia terhadap serbuk dan ekstrak daun menunjukkan adanya flavonoid dan steroid/triterpenoid. Hasil penelitian uji aktivitas biologi secara BSLT menunjukkan bahwa ekstrak metanol yang paling aktif dengan nilai IC50 = 32,91 g/mL sedangkan n-heksana =126,21 g/mL. Hasil uji aktivitas sitotoksik secara MTT, ekstrak n-heksana memiliki aktivitas terhadap sel kanker payudara T-47D yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak metanol.dengan nilai IC50 = 32,50 g/mL dan ekstrak metanol = 345,40 g/mL. Apabila dibandingkan dengan cisplatin (IC50 3,07 g/mL) maka aktivitas sitotoksik cisplatin terhadap sel kanker payudara T-47 D masih jauh lebih tinggi.

 

Kata kunci: Keladi tikus, Typhonium divaricatum (L) Decne), BSLT, sel kanker payudara

                     T-47 D, MTT

Penulis : YUNAHARA FARIDA , Dr [PDF File] didownload : 80 x

PENAPISAN FITOKIMIADAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK n-HEKSANA DAN METANOL DAUN KELADI TIKUS (Typhonium divaricatum (L) Decne)
Abstrak

Penggunaan obat tradisional oleh masyarakat terus meningkat, meskipun pengobatan modern saat ini sudah sangat maju. Banyak kalangan medis menganjurkan untuk menggunakan pengobatan dari ramuan tradisional. Oleh karena itu saat ini perkembangan penelitian tanaman obat sangat pesat. Salah satu tanaman menarik untuk diteliti adalah keladi tikus (Typhonium divaricatum L. Decne), merupakan tumbuhan liar yang banyak dikonsumsi oleh para penderita kanker. Salah satu penyebab kanker adalah radikal bebas, yaitu atom atau molekul yang mengandung elektron tidak berpasangan pada kulit terluarnya. Sifat antikanker dari keladi tikus diduga karena tanaman ini memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun keladi mempunyai aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Penelitian yang dilakukan meliputi penapisan fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan dari ekstrak daun keladi tikus (Typhonium divaricatum (L.) Decne) menggunakan pelarut n-heksana dan metanol dan Vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penapisan fitokimia terhadap serbuk dan ekstrak daun menunjukkan adanya flavonoid, saponin dan steroid/triterpenoid. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman bebas radikal bebas DPPH menunjukkan yang paling aktif adalah pada ekstrak metanol dengan IC50 sebesar 56.63 mg/mL  sedangkan IC50 dari n-heksana sebesar 128,79 mg/mL. Apabila dibandingkan dengan Vit.C (IC50 7,89 mg/mL) maka aktivitas antioksidan dari vitamin C masih jauh lebih tinggi.

 

Kata kunci: Keladi tikus, Typhonium divaricatum (L) Decne), DPPH

Penulis : YUNAHARA FARIDA , Dr [PDF File] didownload : 78 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 Next >>