Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

FENGSHUI SEBAGAI POTENSI KREATIF DALAM DESAIN INTERIOR (Studi Kasus Perancangan Ruang Direksi dan Ruang Rapat; Kantor Majalah Lisa, Jakarta)
Abstrak

FENGSHUI SEBAGAI POTENSI KREATIF DALAM DESAIN INTERIOR

(Studi Kasus Perancangan Ruang Direksi dan

Ruang Rapat; Kantor Majalah Lisa, Jakarta)

 L. Edhi Prasetya

Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Prastyan@yahoo.com

 Abstract

Design process in architecture is part of creative process which explores the thingking ability of architects. This design process which includes the client aspiration, information and data exploration, would finally end in the form of a good design. Fengshui as the part of old Chinese tradition is an art of the interior and exterior designing of a building, which in basically is to reach a harmony between man and their environment in order to get their luck, health, success and prosperity in their lives. Traditional norm of design, such as fengshui  which is not taught on the formal architecture educational institution, sometimes become the constraints for creativity, as we do have a sufficient knowledge about fengshui, but on the other side, such constraints should be faced by architects as a challenge that need to be solved and that evokes our potential creativity. PT Imagindo Komunikatama as the client of architect team plans to renovate their office by using fengshui as design approach, this set of problems finally evoke the architect team with creative ideas not only for the interior design but also in the furniture design, thus, the architect need to change all the constraints on architectural design, as those things into a   “positive energy” to create and perform creative architectural design.

Key words: fengshui, creative potension, interior design 



[1] Disampaikan dalam “Seminar Nasional Rekayasa Perencanaan VI Peluang Sarjana Arsitektur Dalam Desain Interior” di UPN-Veteran Jatim, Surabaya 16 Mei 2005

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4322 x

ARSITEKTUR DAN KONSERVASI ENERGI (Model Pembangunan Berkelanjutan dalam Arsitektur)
Abstrak

 

ARSITEKTUR DAN KONSERVASI ENERGI

(model pendekatan pembangunan berkelanjutan  dalam arsitektur)

 

L. Edhi Prasetya, ST,MT (1)

Swambodo M. Adi, ST (2)

 

Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Telp. (021) 7864730 ext.: 15/ 33 fax (021) 7280128 Jakarta Selatan 12640

(1)      prastyan@yahoo.com    (2)   swambodo976@yahoo.com

 

You employ stone, wood and concrete, and with these materials you build houses and palaces; that is construction. Ingenuity at work. But suddenly you touch my heart, and do me good, I am happy and I say: “This is beautiful” That is architecture……….(Le Corbusier, 1927)

ABSTRAK

Secara kasat mata, periode awal millennium ini terlihat pemakaian/ konsumsi energi dunia yang makin tak terkendali, di samping faktor pertumbuhan populasi manusia, faktor lambannya penelitian terhadap sumber-sumber energi yang baru  dan makin komsumtifnya manusia terhadap pemakaian energi menjadi suatu kekhawatiran yang mendasar untuk dipecahkan.

Komsumtifnya manusia terhadap energi juga mencolok terlihat pada sektor bangunan (arsitektur) di mana pemakaian energi untuk utilisasi bangunan (Penghawaan/ AC, lift, penerangan) juga meningkat. Dalam era krisis energi saat ini, terutama di Indonesia, yang ironisnya adalah negara eksportir minyak, karena pencarian terhadap sumber energi yang baru adalah hal yang jauh dari jangkauan kita,  kearifan kita dalam mengkonsumsi energi adalah hal yang jauh lebih masuk akal bagi kita, kearifan tersebut dapat kita manifestasikan dalam perancangan bangunan yang hemat energi, tanpa harus melepaskan kenyamanan pada pemakai bangunan tersebut.

 

 

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4321 x

PENELUSURAN MORFOLOGI PUSAT DESA MELALUI METODE PENGGALIAN SEJARAH LISAN
Abstrak

Penelusuran Morfologi Pusat Desa Melalui Metode

Penggalian Sejarah Lisan

(Studi Kasus, Desa Brosot, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta)[1]

 

L. Edhi Prasetya

 

Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Telp.(021) 7864730 ext. 15/30 Fax (021) 7270128

prastyan@yahoo.com

 

Abstrak

 

Desa sebagai unit pemerintahan terkecil, pada dasarnya merupakan perpanjangan tangan kekuasaan, terlebih pada desa-desa dimana pengaruh kekuasaan masih dominan, atau desa yang dekat dengan ibukota pemerintahan.

Desa Brosot, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulon Progo merupakan daerah yang berada dibawah pemerintahan Adipati Pakualam, keberadaan raja diwakili oleh seorang Bupati, yang sekaligus berperan sebagai tenaga administrasi kadipaten, yang bertugas menyetorkan pajak tanah kepada Adipati Pakualam di Yogyakarta.

Dominasi kekuasaan Pakualam dan perkembangan tanam paksa (cultuur stellsel) pada pertengahan abad 19 telah membentuk Pusat Desa Brosot yang dominan dengan kegiatan perkebunan dan industri, meskipun akhirnya kegiatan industri ini berakhir bersamaan dengan timbulnya gerakan kebangsaan dan perebutan paksa dan penghancuran asset penjajah kolonial sekitar tahun 1940-1950.

Penelitian ini akan berusaha menelusuri dan melakukan pencarian Pusat Desa Brosot pada awal berdirinya, berusaha melihat perkembangan morfologi pusat desa sejalan perkembangan sejarah yang ada. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan teknik wawancara dengan beberapa narasumber yang mengetahui sejarah Desa Brosot dan membandingkan dengan sumber-sumber tertulis yang masih bisa terlacak.

Kata Kunci           : desa, pusat desa, sejarah lisan, morfologi pusat desa



[1] Disampaikan dalam Pertemuan Ilmiah Nasional Dosen Teknik, Universitas Tarumanagara, 5-6 September 2006.

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4322 x

PENGEMBANGAN METODE DAN MATERI AJAR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS STUDIO
Abstrak

Pengembangan Materi Ajar Berbasis Simulasi Dan Visualisasi Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Mahasiswa Pada Matakuliah Studio

 

L. Edhi Prasetya, ST,MT (1)

Anedya Wardhani, ST (2)

Agus Surya Sadana, ST, MM (3)

 

Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila

Jl. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Telp. (021) 7864730 ext.: 15/ 33 fax (021) 7280128

Jakarta Selatan 12640

 

Abstrak

Pesatnya perkembangan teknologi saat ini, menuntut masyarakat semakin tanggap terhadap perkembangan yang ada, sigap dalam bertindak, jeli dalam menelaah permasalahan yang dihadapi dan memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap kompleksitas kondisi yang ada dihadapannya.

Arsitektur sebagai bagian dari cabang ilmu yang diajarkan pada pendidikan tinggi di Indonesia juga tak luput dari jamahan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, komputasi arsitektur, digital architecture, atau sebutan lainnya, adalah sebuah tantangan masa depan yang harus dihadapi mahasiswa jurusan arsitektur untuk meningkatkan kompetensi, agar mampu bersaing dalam pasar kerja. Tingkat persaingan pasar kerja yang kompetitif menuntut perguruan tinggi penyelenggara pendidikan arsitektur memberikan bekal pengetahuan yang memadai bagi lulusannya, agar mampu bersaing dengan kompetitornya.

Universitas Pancasila sebagai penyelenggara Pendidikan Arsitektur mengalami pula ketatnya kompetisi baik pada sisi input (calon mahasiswa) maupun pada segi output (lulusan), penurunan kuantitas input memberi dampak langsung pada penurunan kualitas input calon mahasiswa, karena Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila tidak bisa melaksanakan proses seleksi mahasiswa baru secara maksimal, karena daya tampung yang secara faktual lebih besar dari jumlah calon mahasiswa yang mendaftar.       

Berdasarkan hasil evaluasi diri yang disiapkan Universitas Pancasila saat penyusunan Program Hibah Kompetisi (PHK A2) didapati beberapa akar permasalahan yang dihadapi Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila, yaitu: 1) kualitas lulusan masih belum sesuai dengan yang diminta oleh pasar kerja, 2) IPK rata-rata mahasiswa masih rendah, 3) penyampaian materi ajar matakuliah Studio Perancangan Arsitektur dan matakuliah Teknologi Bangunan oleh dosen belum tepat, 4) mahasiswa kurang mendapat metode pembelajaran yang memadai, akar permasalahan tersebut menuntut penyelesaian yang tepat untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki daya saing.

Berdasarkan kuisioner yang dibagikan kepada mahasiswa, tentang gaya belajar yang selama ini mereka jalankan, didapati fakta bahwa gaya belajar yang disukai mahasiswa Jurusan Arsitektur Universitas Pancasila, adalah mendengarkan dan memahami melalui gambar-gambar dan contoh konkrit lewat model/ maket, visual/ gambar/ illustrasi  lebih dibandingkan lewat bahan bacaan.

Lewat Program Hibah Kompetisi dari Dikti tahun 2007-2009, Universitas Pancasila akan mencari dan merancang format yang tepat dalam menyampaikan materi ajar, melalui pengembangan materi ajar berbasis simulasi dan visualisasi, beberapa kegiatan yang dilakukan adalah: penyelenggaraan Lokakarya Nasional untuk mencari format yang tepat sasaran dalam penyelenggaraan matakuliah studio, pembuatan materi ajar dengan format multimedia lewat program terintegrasi Microsoft Powerpoint© dan Camtasia Studio©, penyiapan laboratorium Teknologi Bangunan dengan alat-alat Heliodon, mock-up struktur skala 1:1, alat sound meter dan light meter, dan program-program kegiatan lain yang pada intinya adalah memberi warna baru dalam kuliah studio lewat program multimedia sehingga tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan akan dapat  terwujud. Efektivitas dari kegiatan ini akan tampat setelah program ini dijalankan, direncanakan tahun 2008 sudah dapat dievaluasi hasilnya.

Kata kunci: perkembangan iptek, kompetisi pasar kerja, penyampaian materi ajar berbasis multimedia  

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4321 x

ADAPTATION AND SUSTAINABLE ARCHITECTURE; MANGGARAIAN TRADITIONAL ARCHITECTURE IN AGE OF GLOBALIZATION
Abstrak

Adaptation and Sustainable Architecture;

Manggaraian Traditional Architecture in age of Globalization[1]

 

L. Edhi Prasetya, ST,MT [2]

 

prastyan@yahoo.com

 

 

 

Abstract

Improvement of technologies that start during 16th century have change the way of human life, increase of population, urbanization, colonialism, imperialism, comsumption growth and earth pollution are some of the worst effect of industrialization, although we cannot deny the improvement of technologies to human kind, the development of science that lead better human life.

The diversity of Indonesian traditional architecture is a cultural richness that attract to research, particulary the relation between modernization and adaptation of traditional culture toward modernity,  Manggaraian architecture is one of them, laid in Flores Island, one of the East Nusa Tenggara isles. 

Manggarai culture which stand their belief on the spirit of the ancestors, the strong familiarity as social patrilineal community having a uniqueness which in modern era have to face the change and adaptation either in physic and non-physic culture. Manggarai people nowdays can describe as “society in transition”, a transition caused by touch of  a new cultural system, especially in the changing believing system (religion) and also science and technology effect which open the Manggaraian people with world outside, an  introduction to modern building material which all have change the ‘face’ of their architecture from primitive culture to a traditional vernacular culture.

Globalization era in term of traditional architecture of Manggaraian people should put in todays awareness, the spirit of development of sustainable architecture, which means adaptation to modernity without losse their local knowledge. To create architecture design which uses natural resources wisely.

Kata kunci: Improvement of technologies, Traditional achitecture of  Manggarai, culture adaptation, sustainable architecture



[1] Presented on ”International Conference of Tropical Architecture within Tradition-Globalization”, 17 Agustus University (UNTAG), Surabaya, April 24th 2007.

[2] Graduate Student: Architecture Engineering, Gadjah Mada University and Master Program of Architecture, Diponegoro University, member of Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI).

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 4320 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 Next >>