Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Pembuatan Crude Likopen dari Buah Tomat (Solanum lycopersium) dan penentuan daya Antioksidannya
Abstrak

Likopen adalah suatu senyawa golongan karotenoid yang ditemukan terutama pada buah tomat (Solanum lycopersicum). Kemampuan antioksidan likopen lebih kuat dari senyawa antioksidan lain seperti α-tokoferol dan senyawa karotenoid lain. Senyawa murni likopen dipasaran cukup mahal, dan  proses isolasi likopen dari tumbuhan harus melalui prosedur yang cukup rumit dan sulit, sementara pemanfaatan likopen langsung dari buah pun tidak praktis dalam pembuatan sediaan antioksidan, maka pada penelitian ini dilakukan pembuatan crude likopen dari buah tomat dan penentuan daya antioksidannya.

Cara pembuatan crude likopen yaitu jus buah tomat dimaserasi dengan metanol dilanjutkan dengan ekstraksi cair-cair menggunakan air dan kloroform. Fase kloroform dipekatkan dan dikentalkan, diperoleh crude likopen dengan rendemen 0,3%. Metode pengujian antioksidan adalah berdasarkan kemampuan ekstrak dalam meredam radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) yang diukur menggunakan spektrofotometer  UV-Visible. Diperoleh nilai EC50 crude likopen adalah 372 µg/mL.

           Pembuatan crude likopen ini cukup sederhana dan dihasilkan senyawa dengan daya antioksidan yang kuat, sehingga dapat dilanjutkan sebagai bahan untuk pembuatan sediaan antioksidan.

 

Kata kunci : Solanum lycopersicum, likopen, antioksidan, DPPH.

Penulis : YESI DESMIATY, S.Si, M.Si, Apt [PDF File] didownload : 73 x

Determination of Total Tannin by Colorimetry Method in ”Jati belanda” (Guazuma ulmifolia Lamk) leaf
Abstrak

Objectives:  ”Jati belanda” (Guazuma ulmifolia Lamk) leaf were usually using  in traditional medicine in Indonesia for reduce body fat. The main secondary metabollite from that plants were tannin. So tannin can use as marker compound in standardization of phytopharmaca.

Methods: Determination of total tannins in  ”jati belanda” (Guazuma ulmifolia Lamk) leaves by colorimetric method using reagent 1,10- phenanthroline has been done. The determination is based on  reduction reaction of iron (III) to iron (II) by tannin, and then the iron (II) reacts with 1,10-phenanthroline to form an orange red colored complex.

Results: The result showed total tannin and “jati belanda” leaves were 0.069 ± 0.001%w/w. Validation parameter were correlation coefficient (r) = 0.9987, limit of detection (LOD) = 0.318 µg/mL, limit of quantitation (LOQ) = 1.059 µg/mL, % coefficient variation(% CV) were 1.23%, and percent recovery were 90.51±1.11%.

 

Keyword: tannin determination, Guazuma ulmifolia Lamk, colorimetric, 1,10-phenanthroline.

 

Penulis : YESI DESMIATY, S.Si, M.Si, Apt [PDF File] didownload : 62 x

Penetapan Kadar Eugenol dalam Minyak Atsiri dari Daun Sirih Merah (Piper cf fragile Benth.) dan Sirih Hijau (Piper betle L.) secara Kromatografi Gas
Abstrak

dapat diupload pada http://dosen.univpancasila.ac.id/dosenfile/2087211008136154877022February2013.pdf

Abstrak
Daun sirih merah (Piper cf fragile Benth.) dan sirih hijau (Piper betle L.) biasa digunakan masyarakat untuk perawatan tubuh maupun untuk mengobati berbagai penyakit karena kandungan minyak atsirinya. Eugenol merupakan salah satu komponen dalam minyak atsiri daun sirih. Untuk mengetahui kandungan eugenol dalam minyak atsiri dari daun sirih merah dan sirih hijau perlu dilakukan penetapan kadar. Dalam penelitian ini minyak atsiri diisolasi dengan destilasi uap dan air, kemudian eugenol ditetapkan kadarnya secara kromatografi gas menggunakan pelarut aseton, fase diam fenil polisifenilsiloksan, dengan detektor FID. Rendemen minyak atsiri yang diperoleh dari daun sirih merah dan sirih hijau adalah 0,035% dan 0,27%, dengan kadar eugenol masing-masing sebesar 10,11% dan 3,72%. Terdapat perbedaan kadar eugenol yang nyata dalam minyak atsiri dari daun sirih merah dan sirih hijau dengan dengan thitung sebesar 183,2149 lebih besar dari ttabel (2,306).
.
Kata kunci: Piper cf fragile Benth., Piper betle L., minyak atsiri, eugenol,
kromatografi gas

Penulis : YESI DESMIATY, S.Si, M.Si, Apt [PDF File] didownload : 94 x

Formulasi Sediaan Losion Antioksidan Ekstrak Air Daun Teh Hijau
Abstrak

dapat diunduh pada http://mot.farmasi.ugm.ac.id/artikel-103-formulation-of-antioxidant-lotion-containing-water-extract-of-green-tea-leaf-camellia-sinensis-l.html

ABSTRACT

The research about lotion dosage formulation that contain green tea leaf water extract with concentration 0.0002%, 0.002%, 0,02%, and 8.6% had been done. The basic of the EC50 value. Was calculated from linierity regression equation between tested solution concentration and scavenging percent. The lotion formulation began with lotion base orientation included organoleptic, homogeinity, pH, and viscosity. It showed that lotion base with glyceryl monostearate 5.5% have the best pH stability, viscosity, and consistency. Evaluation of lotion dosage include physical evaluation (organoleptic, homogeinity, viscosity and stability) and chemical evalution (pH and the stability of lotion antioxidant activity. Antioxidant activity stability evaluation of lotion with 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl solution using spectrophotometri UV-Visible showed, that formula which contain 0.02% and 8.6% green tea leaf water extract gave the best radical scavenging activity and stable during storage.
Key words : extract, lotion, antioxidant
Penulis : YESI DESMIATY, S.Si, M.Si, Apt [PDF File] didownload : 86 x

The Effect of Rambutan Seed (Nephelium lappaceum L.) Infusion on Blood Glucose and Pancreas Histology of Mice Induced with Alloxan
Abstrak

Rambutan (Nephelium lappaceum L.) is a plant which can be used to treat various diseases, including diabetes mellitus. This research was conducted to investigate the effect of rambutan seed infusion on the mice blood glucose levels and body weight. In this research, 30 mice (Mus musculus) were divided into 6 groups, each group consists of 5 mice. The 6 groups consists of a normal control group (distilled water), negative control group (alloxan tetrahydrate 250 mg/kg bw + distilled water), three experimental groups (induced with alloxan 250 mg/kg bw) were given rambutan seed infusion of 1.56 gram/kg bw, 2.34 gram/kg bw and 3.12 gram/kg bw and a positive control group (alloxan tetrahydrate 250 mg/kg bw + treated with glibenclamide 0.65 mg/kg bw). After given treatment for 16 days, it was observed that high dose of rambutan seed infusion has significant effects in reducing the blood glucose and body weight of mice. Histology of the pancreas were checked and the ammount of live pancreatic beta cells found in high dose of rambutan seed infusion were almost the same as the positive control group. It can be concluded that the effect of high dose of rambutan seed infusion (3.12 gram/kg bw) was not significantly different from glibenclamide (0,65 mg/kg bw).


Key words: losartan, chitosan, nanoparticle, factorial design.

Penulis : SESILIA ANDRIANI K, MSI., APT. [PDF File] didownload : 102 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 Next >>