Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

PENENTUAN JUMLAH FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN BUAH MERAH (PANDANUS CONOIDEUS LAMK.) SECARA KOLORIMETRI KOMPLEMENTER
Abstrak

Secara empiris daun buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) sangat berpotensi untuk dijadikan sediaan obat tradisional. Untuk itu perlu dikembangkan  metode standardisasi sediaan obat tradisional, salah satunya adalah dengan penetapan kadar salah satu kandungan senyawa marker. Dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa daun buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) memiliki kandungan senyawa flavonoid sehingga dapat dilakukan penentuan jumlah flavonoid total ekstrak etanol daun buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) secara kolorimetri komplementer. Penentuan jumlah flavonoid total dilakukan dengan menjumlahkan kadar flavonoid yang ditentukan menggunakan dua metode yaitu metode alumunium klorida untuk menentukan golongan flavon dan flavonol dan metode 2,4dinitrofenilhidrazin untuk menentukan golongan flavanon dan flavanonol.

            Dari hasil penelitian didapatkan jumlah flavanon dan flavanonol lebih tinggi daripada flavonol dan flavon dengan jumlah flavonoid total 0,99±0,01 % b/b.

 

Keyword : daun buah merah (Pandanus conoideus Lamk.), flavonoid total, alumunium klorida, 2,4dinitrofenilhidrazin.

 

Penulis : YESI DESMIATY, S.Si, M.Si, Apt [PDF File] didownload : 130 x

UJI PENDAHULUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG MAJAMUJU (Cuscuta australis R.Br.) YANG BERASAL DARI INANG Acalypha siamensis Oliver. ex Gage DAN INANG Asystasia gangetica (L.) T. Anders
Abstrak

Tanaman majamuju (Cuscuta australis R.Br.) merupakan tanaman parasit dan hidup pada inangnya. Diketahui batang majamuju mengandung β dan γ karoten, α-karoten-5,6-epoksi dan turunan santofil yaitu taraksantin dan lutein, flavonoid, saponin, tanin, dan sterol/terpen. Berdasarkan kandungan kimianya, maka dilakukan  uji pendahuluan aktivitas antioksidan batang majamuju yang berasal dari dua inang  yaitu Acalypha siamensis Oliver. ex Gage dan inang Asystasia gangetica (L.) T. Anderson.

Metode pengujian adalah berdasarkan kemampuan ekstrak dalam meredam radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) yang diukur menggunakan spektrofotometer  UV-Visible dan ditunjukkan dengan harga EC50 yaitu konsentrasi ekstrak efektif yang diperlukan untuk menurunkan 50% intensitas serapan DPPH.

Hasil penapisan fitokimia kedua ekstrak etanol menunjukkan adanya flavonoid, kuinon, polifenol, saponin, dan monoterpenoid-seskuiterpenoid. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol redestilasi. Hasil pengujian antioksidan pada kedua ekstrak etanol menunjukkan nilai EC50 berturut-turut adalah 33,21 µg/mL dan 150,98 µg/mL, sebagai pembanding digunakan kuersetin dengan  EC50 adalah 3,13 µg/mL. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa tanaman majamuju memiliki aktivitas antioksidan yang potensial dan batang majamuju yang berasal dari inang Acalypha siamensis memiliki aktivitas antioksidan yang jauh lebih besar dibandingkan yang berasal dari inang Asystasia gangetica.

 

 

Kata kunci : DPPH, antioksidan, Cuscuta australis, Acalypha siamensis, Asystasia gangetica

Penulis : YESI DESMIATY, S.Si, M.Si, Apt [PDF File] didownload : 72 x

THE COMPARISON OF TWO COLORIMETRIC METHODS FOR DETERMINATION OF TOTAL TANNIN IN Psidium guajava L. LEAVES BY FOLIN-CIOCALTEU’S AND 1,10-PHENANTHROLINE REAGENTS
Abstrak

Objectives: Tannin was important metabollite secondary in plants. So the analytical method of tannin have to validated as standard method. Psidium guajava L. leaf containing a lot of tannin, so it was use for this research.

Methods: Comparison parameters validation (linierity, LOD, LOQ, accuracy, and precission)  of colorimetry for determination tannin in Psidium guajava L leaf by 1,10 phenanthroline and Follin Ciocalteu’s reagents.

Results: Parameter validation for 1,10 phenanthroline and Follin Ciocalteu’s reagents respectively were : LOD 0.47µg/mL, 1.48µg/mL ; LOQ 1.57µg/mL, 4.94µg/mL; linierity 0.9994, 0.9993 ; accuracy as % recovery 87.85+3.79 %, 32.39+8.53 %, and precission as coefficient of variance 4.3%,26.42%.

Conclusion: Colorimetry method of total tanin in Psidium guajava L leaf by 1,10 phenanthroline reagent had better validation than Follin Ciocalteu’s reagent.

 

Keyword : Tannin, Psidium guajava L leaf, 1,10 phenanthroline, Follin Ciocalteu’s reagent, validation

Penulis : YESI DESMIATY, S.Si, M.Si, Apt [PDF File] didownload : 71 x

Isolation of Mesenchymal Stem Cells From Fat Tissue For Regenerative Medicine and Immunomodulation Therapy
Abstrak

Selain dari embrio, sumsum tulang dan darah tali pusat, sel punca dapat diisolasi dari jaringan lemak. Liposuction menghasilkan limbah lemak yang dapat diujicobakan menjadi sumber sel punca mesenkimal. Pada penelitian ini dilakulan isolasi sel punca asal lipoaspirat dengan cara menurut Zuk dan Caroline yang dimodifikasi sesuai dengan kondisi laboratorium. Usaha isolasi memberikan hasil identitas sel punca yang sesuai dengan ketentuan sel punca menurut Dominici. Identitas sel punca ditetapkan menggunakan antibodi berfluoresensi dan dideteksi dengan alat flowcytometer. Supernatan kultur sel punca dikumpulkan dan kadar enzim Indoleamine 2,3-dioksigenase di tetapkan menggunakan metode elisa. Dari hasil didapat bahwa sel punca yang dikultur dengan keberadaan IFN gamma menghasilkan kadar IDO yang tinggi. IDO berperan dalam menyebabkan sifat supresi sel imun. Sehingga dapat dikatakan bahwa sel punca hasil isolasi dari sumber lipoaspirat menunjukkan sifat imunosupresi diliaht dari kadar IDO yang terukur.

 

Penulis : DIAN RATIH L , Dr., M.Biomed., [PDF File] didownload : 51 x

Free Radicals Scavenging Activities of Spices and Curcumin
Abstrak

Antioxidants possess ability to protect body from damage caused by free radical-induced oxidative stress. In order to evaluate the antioxidant activity of spice ethanol extracts of cucurmin has been used as positive control. Antioxidant activities have been determined by measuring 1,1-diphenyl-2-picryl-hydrazyl (DPPH) free radical scavenging activity and hydrogen peroxide (H2O2) scavenging activity of spice extracts including turmeric (Curcuma longa L. ), white saffron (Curcuma mangga Val.), temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb), ginger (Zingiber officinale Roscoe). Ten concentrations of extracts 100; 50; 25; 12.5; 6.25; 3.125; 1.563; 0.781; 0.391 and 0.195 μg/mL were performed to determine the DPPH and H2O2 scavenging activities. Results showed that Inhibitory Concentrations (IC)-50 of DPPH were as followed C. longa 8.33 μg/mL; C. mangga 277.79; C. xanthorrhiza 39.58 μg/mL μg/m; Z. officinale 10.51 μg/mL; and curcumin 7.85 μg/mL. Meanwhile, the highest H2O2 scavenging activity each extract were as followed C. longa 55.82%, C. mangga 44.52%, C. xanthorrhiza 49.04%, Z. officinale 46.21 and curcumin 52.77%. In our current study, C. longa extract showed the highest antioxidant activity among all tested extracts and the lowest antioxidant activity was C. mangga. C. longa could be a potential candidate to inhibit the oxidative stress.


Keywords: DPPH, antioxidant, free radical, hydrogen peroxide, C. longa, C. mangga, C. xanthorrhiza, Z. officinale , curcumin

Penulis : DIAN RATIH L , Dr., M.Biomed., [PDF File] didownload : 69 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 Next >>