Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Internalizing Industry as an Integral Part of University’s Laboratory to Solve Real and Actual Problems in Industry
Abstrak

Many universities in Indonesia, especially engineering faculties, become quite difficult to provide their activities in learning or researching with appropriate facilities. One of the ways to sovle its problems is making collaboration with industry. The concept of this collaboration is to internalize industry with its resources,as much as we can be collaborated, becoming an intergral  part of university as filed laboratory. This collaboration is not just for (formal-limited) research but will be intgrated with the university curriculum and focused on the products, processes, systems and problems of industry over time. Both parties togather have to identify and determine what subject that match and may use industry as a laboratory based on their needs and resources to create the convenience and worthwhile collaboration’s programs. They will share their resources. To minimize conflicts, all actions that will be done, must be written down on a Memorandum of Understanding. On eventually University’s community have real laboratory to sharpen and develop their knowledge, skill and ability meanwhile industry will get solution of its real and actual problems. This kind of collaboration is more fitted for and effective to industrial engineering department.

Penulis : YULITA VERANDA USMAN, SST., MP. [PDF File] didownload : 56 x

Aldose Reductase and -Glycosidase Inhibition Activities of Active Fraction of Leucaena leucocephala (lmk) De Wit Seeds
Abstrak

The fraction of methanolic extract of Leucaena leucocephala (lmk) De Wit seeds was found to showed inhibitory activities on a-glucosidase and aldose reductase, respectively. The assays of aldose reductase and a-glycosidase inhibition activities were conducted in in vitro way on the subfractions isolated from the methanol extract of Leucaena leucocephala (lmk) De Wit. This work shows that one of the active subfractions (I-5) can inhibit aldose reductase and a-glycosidase enzyms, with the IC50 of 12.56 ± 1.23 μg/mL dan 7.67 ± 1.32 μg/mL. These IC50 values of I-5 are on par with acarbose.

 

Keywords : Aldose reductase, a-Glycosidase, Leucaena leucocephala (lmk) De Wit seeds, Diabetes mellitus.

 

 

Penulis : ROS SUMARNY , Prof. Dr., MS, Apt [PDF File] didownload : 53 x

Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Buah Makasar (Brucea javanica [L] Merr terhadap Aktivitas dan Kapasitas Fagositosis serta ProduksiROI Sel Fagosit Mencit secara In vivo
Abstrak
Penulis : ROS SUMARNY , Prof. Dr., MS, Apt [PDF File] didownload : 52 x

Aktivitas antioksidan ekstrak air daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) secara in-vitro
Abstrak

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat oksigen reaktif (ROS) dan radikal bebas dalam tubuh. Hal inilah yang mendasari bahwa antioksidan dapat menanggulangi kerusakan sel dan berbagai macam keadaan patologik seperti penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, aterosklerosis, respiratorik, karsinogenesis, inflamasi, penuaan sel dll.

Salah satu tumbuhan obat tradisional Indonesia yang terkenal dan diduga mempunyai aktivitas sebagai antioksidan adalah tempuyung atau S.arvensis L. (Asteraceae). Pengujian antioksidan terhadap ekstrak air kering dilakukan dengan menghitung nilai peroksida dan aktivitas antioksidan secara in vitro dengan metoda tiosianat dan diukur pada λ 500 nm.

Hasil pemeriksaan nilai peroksida (POV) secara titrasi iodometri terhadap ekstrak air daun tempuyung (S. arvensis L.) menunjukkan bahwa nilai POV lebih kecil (865,60) dibandingkan terhadap zat pembanding α-tokoferol (1142,77). Pengamatan in-vitro uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa berbagai konsentrasi ekstrak yang diuji (1, 5 dan 10 %) dan memberikan absorban (A) yang signifikan berbeda nyata baik terhadap kontrol positif (K+) maupun negatif (K-), dan antar konsentrasi perlakuan (P  0,5). Nilai A meningkat seiring dengan lama waktu penyimpanan, dimana kontrol negatif telah mencapai nilai A (0,987) pada hari ke VII dan mencapai maksimal setelah hari ke VIII penyimpanan (A  1), sedangkan nilai A kontrol positif (K+) (0, 648) dan ekstrak air daun tempuyung 1 % (0,576), 5 % (0,488) dan 10 % (0,314) setelah penyimpanan selama 14 hari. Nilai A memperlihatkan keadaan berbanding terbalik dengan konsentrasi ekstrak. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak semakin kecil nilai A, dengan kata lain semakin besar konsentrasi yang diberikan semakin kuat aktivitas antioksidannya.


Kata kunci : Sonchus arvensis L, Asteraceae, POV, antioksidan, metoda tiosianat.

http://mfi.farmasi.ugm.ac.id/files/news/7_softnei_208_-_215.pdf

Penulis : ROS SUMARNY , Prof. Dr., MS, Apt [PDF File] didownload : 78 x

Pengaruh pemberian ekstrak kering rimpang temu putih (Curcuma zedoria. Rosc.) per oral terhadap beberapa parameter gangguan ginjal pada tikus putih jantan
Abstrak

Rimpang temu putih (Curcuma zedoria. Rosc.) secara empiris digunakan untuk mengobati kanker dan biasanya digunakan dalam jangka waktu yang lama. Dari hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keamanan pemberian sediaan tersebut dengan melihat pengaruhnya terhadap gambaran fungsi ginjal tikus putih jantan selama 12 minggu pemberian. Sebanyak 80 ekor tikus putih jantan umur 8 minggu (180-200g) dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok 20 ekor. Kelompok 1 sebagai kelompok kontrol, kelompok 2,3 dan 4 masing-masing diberi ekstrak kering rimpang temu putih dosis 9 mg/200g BB, 18 mg/200gBB dan 27 mg/200 g BB. Ekstrak kering temu putih diberikan setiap hari selama 12 minggu dan sample darah dan urine serta ginjal diambil dengan membunuh 5 ekor tikus per kelompok pada minggu ke 4, 8, 12 dan 16 setelah pemberian sediaan. Contoh serum dianalisis kandungan kreatinin dan contoh urine dianalisis kadar kreatinin, pH dan berat jenis serta bentuk dan gambaran histologik ginjal juga diamati. Ekstrak kering temu putih tidak menyebabkan perbedaan yang nyata diantara kelompok kontrol dan perlakuan terhadap kadar dalam serum dan kreatinin, pH, Bj pada urine (P>0,05) baik menurut dosis perlakuan dan lama pemberian. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian jangka lama ekstrak temu putih sampai dosis 27mg/200g bb aman terhadap hewan coba tikus putih dan aman untuk digunakan pengobatan jangka panjang.

Kata kunci: Curcuma zedoria. Rosc, kimia urine, ginjal.

http://mfi.farmasi.ugm.ac.id/?pilih=news&aksi=lihat&id=133

Penulis : ROS SUMARNY , Prof. Dr., MS, Apt [PDF File] didownload : 93 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 Next >>