Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Human Touch Architecture A Challenge for Future Education of Architecture in Indonesia
Abstrak

Design in architecture is always influenced by sense and sensitivity or aesthetic for its product. The basic of aesthetic is sense of beautiful. In designing and construction field, aesthetic is similar with luxurious and luxurious that influence market requirement. This condition brings big effect into architecture student‟s perception, especially when they propose their project of thesis. They don‟t realize that after their graduation will face the truth condition in life, not only exclusivist but also poverty. We must realize that Indonesia is under developed country and most of us still not expect high sense of exclusivist market product of building. This paper is written to analyze that hypothesis uses the title of student‟s thesis in Architecture Department of Pancasila University last five years. Their titles of thesis are categorized in several criteria. Depth analyzes is also used to know the cause that support the tendency. This paper will be hoped to help educational of architecture in accommodate their graduation to the real life; not only luxurious life but social life also through human touch method.

Keyword: architecture, education, human touch, social life.

Penulis : AGUS SURYA SADANA W , M.T. [PDF File] didownload : 6 x

MAKNA DAN FILOSOFI RAGAM HIAS PADA RUMAH TRADISIONAL MINANGKABAU DI NAGARI PARIANGAN TANAH DATAR
Abstrak

MAKNA DAN FILOSOFI RAGAM HIAS PADA RUMAH TRADISIONAL MINANGKABAU DI NAGARI PARIANGAN TANAH DATAR

ABSTRAK

Minangkabau sebagai perwujudan arsitektur vernakukular tradisional dalam bentuk bangunan rumah adat Minangkabau atau yang biasa disebut dengan Rumah Gadang. Rumah atau bangunan tradisional, tidak bisa dilihat hanya pada bangunan semata, karena dalam bangunan tradisional, terdapat tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun temurun, terdapat relief hidup, dari sejarah dan tradisi yang mewakili “ideology” dari masyarakat pendukungnya. Rumah gadang, sebagai warisan budaya masyarakat minangkabau, juga mewarisi tradisi masyarakatnya, tercermin dalam komponen bangunannya, salah satu komponen yang penting dalam arsitektur rumah gadang yaitu ukiran yang memiliki ragam hias yang unik dan rumit. Ragam hias arsitektur minang tidak hanya ukiran tetapi pada komponen-komponen rumah gadang lainnya, seperti atap, badan dan kaki rumah gadang. Observasi makna ragam hias tradisional rumah gadang, dilakukan di Nagari Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, yang mewakili orisinalitas Nagari Pariangan sebagai luhak asal etnis minangkabau. Observasi dilengkapi dengan interview dan studi pustaka sebagai pelengkap, dilakukan pada obyek Rumah Gadang Dato Maharaja Depang dan Rumah Gadang Ibu Elevian. Penelitian pada obyek dua rumah gadang, memperoleh hasil, terdapat 13 (tiga belas) macam ragam hias pada rumah gadang milik Dato Maharaja Depang dan ada4 (empat) jenis ragam hias pada kediaman Ibu Elevian. Jumlah dan ragam hias yang terdapat pada rumah gadang secara tidak langsung menunjukkan hirarkhi dalam masyarakat Nagari Pariangan, menguatkan status Dato Maharaja Depang sebagai pemuka adat nagari Pariangan.

Kata kunci: ragam hias, makna dan filosofis

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 3 x

Kosmologi Elemen Lanskap Budaya Cirebon
Abstrak

Kosmologi Elemen Lanskap Budaya Cirebon

Dini Rosmalia(1), L. Edhi Prasetya(1)

dinirosmalia@univpancasila.ac.id, prastyan@yahoo.com

(1)Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Pancasila.

Abstrak

Kosmologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari keseimbangan hubungan alam semesta dengan manusia, berakar pada kepercayaan atau agama. Pengetahuan kosmologi dapat diungkap dari elemen-elemen lanskap budaya yang bersifat fisik dan non fisik. Pada lanskap budaya Cirebon, elemen fisik dan non fisik sebagai wujud intervensi manusia pada bentangan alamnya. Pengetahuan kosmologi yang terkandung pada kedua elemen tersebut sebagai hasil akulturasi kebudayaan Jawa pada Era Hindu-Budha dengan kebudayaan Islam pada era para wali dari abad ke-15. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkapkan pengetahuan kosmologi ruang lanskap budaya Cirebon yang digali dari wujud fisik dan non fisiknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Proses penelitian dilakukan selama 4 tahun, yaitu mulai 2012 hingga 2016. Dari hasil penelitian terungkap, bahwa konsep kosmologi lanskap budaya Cirebon pada elemen fisik, terkandung pada tata letak, orientasi, dan ornamen yang menempel pada bangunan keraton. Adapun pada elemen non fisik, pengetahuan kosmologi terkandung pada setiap kegiatan ritual tradisi yang dilakukan oleh masyarakat pengikut keraton Cirebon.

Kata-kunci : elemen fisik, elemen non fisik, kosmologi, lanskap budaya Cirebon

Penulis : L EDHI PRASETYA , ST, MT [PDF File] didownload : 7 x

Konservasi Kawasan Bersejarah
Abstrak
Penulis : CYNTHIA PUSPITASARI, ST, MT [PDF File] didownload : 7 x

Transportasi Perkotaan
Abstrak
Penulis : CYNTHIA PUSPITASARI, ST, MT [PDF File] didownload : 7 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 Next >>