Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

ANALISIS BIOMEMBRAN LOUDSPEAKER PENGGANTI MEMBRAN KONVENSIONAL
Abstrak

ANALISIS BIOMEMBRAN LOUDSPEAKER

PENGGANTI MEMBRAN KONVENSIONAL

 

Penelitian ini adalah penelitian tentang pemakaian biomembran yang terbuat dari hasil fermentasi limbah air tahu (whey tahu) untuk membran loudspeaker. Hasil fermentasi berupa nata de soya menjadi kertas melalui proses pengeringan digunakan untuk membran loudspeaker. Biasanya membran loudspeaker konvensional terbuat dari kertas, aluminium, dan plastik. Pengujian akustik organoleptik (melalui pendengaran) ternyata hasil suara yang berasal dari loudspeaker berbahan biomembran , lebih murni, merata, jelas, tidak berdengung sehingga tidak terdengar adanya noise dibandingkan dengan membran loudspeaker berbahan kertas, aluminium dan plastik. Masalah akustik dapat dianalisa dengan menggunakan lima faktor yakni : sumber suara, kecepatan perambatan suara, penerimaan suara, intensitas suara dan frekuensi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah decibel meter. Dengan menggunakan decibel meter, hasil yang diperoleh dalam satuan intensitas decibel (dB) melalui sumber suara yang terhubung ke masing-masing loudspeaker dan diuji secara bergantian didalam ruangan kedap suara dan temperature ruangan 20oC, volume sumber suara dengan frekuensi 50 kHz, jarak sumber suara kealat ukur 1 meter, dan kecepatan perambatan suara rataan 340 m/detik. Hasilnya intensitas suara yang berasal dari loudspeaker berbahan biomembran memiliki rataan high decibel 93,9 dB dan rataan low decibel 72,05 dB. Dibandingkan dengan membran loudspeaker berbahan konvensional , yakni : aluminium memiliki rataan high decibel 86,8 dB dan rataan low decibel 69,9 dB, plastik rataan high decibel 87,5 dB dan rataan low decibel 70,15 dB, kertas rataan high decibel 87,95 dB dan rataan low decibel 70,4 dB. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa loudspeaker berbahan biomembran memiliki kualitas suara yang lebih baik dibandingkan dengan loudspeaker berbahan konvensional.

 

Kata kunci : biomembran, membrane loudspeaker, intensitas suara, decibel meter

 

Penulis : BUDIADY , Ir.,MT [PDF File] didownload : 48 x

Classification of UO2 Green Pellet Quality using Intelligent Techniques
Abstrak

Classification of UO2 Green Pellet Quality using Intelligent Techniques

 

 

Keywords : Artificial neural networks, adaptive neuro-fuzzy inference system, uranium dioxide pellets, quality classification

 

Modern production facilities are large and higly complex, operate they operate with numerous variables under closed loop control. In the production of green uranium pellets, pellet quality control involves many variables. Therefore, the classification of the quality pellets is important for improving the efficiency of the producyion process. Classification of pellet quality using the conventional graphical method has some drawbacks;for example, the scale of the graph affects the accuracy and ease of use. In this paper, intelligent techniques are used to classify the quality oh the pressurized water reactors (PWRs) green pellets into three categories according to the guidelines in the quality control manual of the experimental fuel elements laboratory of BATAN. Four features are used for classification, namely, height, volume, weight, density and theoretical density of the pellets. A datasets (150 observation) was collected from one lot of compacted UO2 pellets and was used for training and testing of an ANFIS model. Up to 86.27% of the data can be classified correctly using the ANFIS model. Such performance is comparable to that of artificial neural networks. Thus, this model can be applied effectively for the evaluation and classification of pellet quality

 

Penulis : DEDE SUTARYA, DR., ST., MT [PDF File] didownload : 50 x

Quality Classification of Uranium Dioxide pellets for PWR reactor Using ANFIS
Abstrak

Quality Classification of Uranium Dioxide pellets for PWR reactor Using ANFIS

An ANFIS networks was usde for classifyng quality of green pellets for PWR reactor. It applied several physical indicators for classification; height; volume; weight and density. A total of 200 data sets of observation data was collected from one lot final compacting process of uranium dioxide pellets for PWR type reactors in the laboratory of experimental fuel element installation (IEBE) BATAn and used for training and testing the model. The performance criterion selected for the comparison between the actual and the estimed data are the root mean square error (RMSE), maximum relative error (MRE) and goodness of fit (R2). Up to 90% of the data could be correctly calssified using this model. It is applicable in evaluation and classification of pellets quality

 

Keywords-component; adaptive neoro fuzzy inference system;uranium dioxide pellets quality; calssfification

Penulis : DEDE SUTARYA, DR., ST., MT [PDF File] didownload : 44 x

ANALISA KINERJA TUNGKU OKSIDASI REDUKSI MUFLLE FURNACE (ME-11)
Abstrak

ANALISA KINERJA TUNGKU OKSIDASI REDUKSI MUFLLE  FURNACE (ME-11)

Tungku oksidasi reduksi ME-11 didisain sebagai tungku oskidasi maupun reduksi. Untuk proses oksidasi tungku ini sudah dioperasikan cukup lama, sedangkan untuk proses reduksi belum pernah dilakukan karena ada bebrapa bagian komponen siystem yang harus diperbaiki dan dimodifikasi. Setelah dilakukam modifikasi. Setelah dilakukan modifikasi terhadapa beberapa bagian sistem untuk reduksi maka tungku dapat dapat digunakan untuk proses oksidasi dan reduksi. Setelah tungku dioperasikan sekian lama dimungkinkan terdapat penurunan keandalan pada sistem-sistem pendukungnya yang langsung mempengaruhi unjuk kerja dari tungku oksidasi reduksi tersebut. Oleh karena itu diperlukan analisi kinerja untuk mengetahui unjuk kerja alat tersebut. Untuk melakukan analisa linerja terhadap tungku oksidasi reduksi maka dilakukan pengukuran terhadap beberapa parameter selama pengoperasian tungku tersebut yaitu : Sistem pemipaan gas dan vakum, sistem pemantik otomatis untuk membakar gas hydrogen yang keluar dari tungku modul kendali logic operasi serta sistem instrumentasi heatre tungku. Dari hasil pengkuruan  terhadap parameter-parameter  penting diatas dapat disimpulkan bahwa  performance (unjuk kerja) sistem tungku adalah cukup stabil hal terlihat dari tekanan operasi dalam ruang bakar tungku selama operasi dan aliran udara instrumen selama proses walaupun ada bebrapa komponen sistem yang harus segera diganti atau dikalibrasi. Dengan kata lain Oksidasi reduksi masih memilik unjuk kerja yang baik sesuai dengan yang dibutuhkan.

Kata kunci : unjuk kerja, keandalan, oksidasi reduksi, analisa

Penulis : DEDE SUTARYA, DR., ST., MT [PDF File] didownload : 48 x

Simulation of Breaking Test for Two Wheel Motor Vehicle Base on UNECE Rgulation
Abstrak

Simulation of Breaking Test for Two Wheel Motor Vehicle Base on UNECE Rgulation

 

 

Abstract-Variable of braking systems on motor vehicles are the braking friction on the wheels, the weight of the vehicle braking distance, vehicle speed and vehicle stability during braking position. Vehicle testing standard and internationally accepted regulation refers to the UNECE (United Nations-Economic Committee for Europe). One of which is a UNECE regulation of NO. 78 which sets of the braking test on a standard two-wheeled vehicles. Performance of motor vehicle braking device is determined based on the magnitude of the deceleration at the time  of braking and braking distance  (stoping distance). This papes discusses the modeling of braking systems on motorcycles. The inputs to the modeling is data that contains the braking distance (SR) and velocity (Vt). The modeling is simulated with the aid of software. The simulation result of modeling the braking system is made in the form of graphs of functions that can approach the standardization of the UNECE No. 78. this simulation can be a sorting tool for UNECE No. 78 adopters before they conducted real break testing on the vehicle.

 

Keywords : motorcycle, UNECE, braking system, braking distance, decelaration, brake testing.

Penulis : AINIL SYAFITRI, ST.MT [PDF File] didownload : 43 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 Next >>