Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

The Effect of Rambutan Seed (Nephelium lappaceum L.) Infusion on Blood Glucose and Pancreas Histology of Mice Induced with Alloxan
Abstrak

Rambutan (Nephelium lappaceum L.) is a plant which can be used to treat various diseases, including diabetes mellitus. This research was conducted to investigate the effect of rambutan seed infusion on the mice blood glucose levels and body weight. In this research, 30 mice (Mus musculus) were divided into 6 groups, each group consists of 5 mice. The 6 groups consists of a normal control group (distilled water), negative control group (alloxan tetrahydrate 250 mg/kg bw + distilled water), three experimental groups (induced with alloxan 250 mg/kg bw) were given rambutan seed infusion of 1.56 gram/kg bw, 2.34 gram/kg bw and 3.12 gram/kg bw and a positive control group (alloxan tetrahydrate 250 mg/kg bw + treated with glibenclamide 0.65 mg/kg bw). After given treatment for 16 days, it was observed that high dose of rambutan seed infusion has significant effects in reducing the blood glucose and body weight of mice. Histology of the pancreas were checked and the ammount of live pancreatic beta cells found in high dose of rambutan seed infusion were almost the same as the positive control group. It can be concluded that the effect of high dose of rambutan seed infusion (3.12 gram/kg bw) was not significantly different from glibenclamide (0,65 mg/kg bw).


Key words: losartan, chitosan, nanoparticle, factorial design.

Penulis : SESILIA ANDRIANI K, MSI., APT. [PDF File] didownload : 95 x

Evaluasi Hasil Edukasi Farmasis Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Dr. Sardjito Yogyakarta
Abstrak

Diabetes melitus (DM) merupakan kelainan metabolik akibat defek pada sekresi insulin, aksi insulin, atau keduanya. Jumlah penderita DM akan meningkat apabila tidak disusun strategi pencegahan dan pengontrolan DM secara tepat. Edukasi terbukti penting dalam meningkatkan pengetahuan, kepatuhan, dan kontrol glikemik pada pasien DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil edukasi farmasis terhadap tingkat pengetahuan, tingkat kepatuhan pengobatan dan diet, serta terhadap nilai A1C pasien DM tipe 2 di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan menggunakan rancangan Non-randomized Concurrent Control Trial secara prospektif. Banyaknya subyek yang direkrut didasarkan atas waktu yaitu selama tiga bulan dan subyek diambil dengan metode consecutive sampling. Dua kelompok penelitian yaitu kelompok intervensi yang mendapatkan edukasi selama 3 bulan dan kelompok kontrol yang tidak mendapatkan edukasi. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan uji t independen dan berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien kelompok kontrol dengan sendirinya mengalami kenaikan pada tingkat pengetahuan dan kepatuhan. Selain itu pasien kelompok tersebut juga mengalami penurunan nilai A1C, namun penurunan tersebut tidak sebesar pasien pada kelompok intervensi. Kepatuhan pasien terhadap diet tidak mengalami perbaikan baik pada kelompok kontrol maupun intervensi. Dapat disimpulkan bahwa edukasi farmasis dapat meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pengobatan, serta menurunkan nilai A1C pasien DM tipe 2.
Kata kunci: edukasi farmasis, pengetahuan, kepatuhan, DM tipe-2.

Penulis : SESILIA ANDRIANI K, MSI., APT. [PDF File] didownload : 96 x

Buku Ajar Farmakoterapi Gangguan Saluran Pernapasan (ISBN : 978-602-7670-23-5)
Abstrak

Buku Ajar Farmakoterapi Gangguan Saluran Pernapasan merupakan buku ajar materi kuliah farmakoterapi bagi mahasiswa farmasi dan mahasiswa kesehatan lain. Buku ajar ini dibuat sesuai dengan materi farmakoterapi di Fakultas Farmasi dengan tetap mengacu pada silabus. Buku ini menyajikan pembahasan mengenai saluran pernapasan dan gangguannya secara umum, kemudian membahas secara spesifik mengenai farmakoterapi gangguan-gangguan pernapasan tersebut.

Materi yang dibahas dalam buku ini mencakup :

Bab 1 Sistem Saluran Pernapasan

Bab 2 Prosedur Diagnostik Gangguan Pernapasan

Bab 3 Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Bab 4 Asma Bronkial

Bab 5 Infeksi Saluran Pernapasan Atas

Bab 6 Infeksi Saluran Pernapasan Bawah

Bab 7 Batuk

Bab 8 Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

Bab 9 Tuberkulosis

Penulis : SESILIA ANDRIANI K, MSI., APT. [PDF File] didownload : 38 x

Pengaruh Kepatuhan Pengobatan dan Pengetahuan Terhadap HbA1C Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Pengguna Insulin di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Abstrak
Penulis : SESILIA ANDRIANI K, MSI., APT. [PDF File] didownload : 34 x

PENETAPAN KADAR TOKOFEROL DALAM MINYAK BUAH MERAH (PANDANUS CONOIDEUS LAM.)DAN DALAM DARAH PADA TIKUS WISTAR JANTAN YANG DIBERI BEBAN AKTIVITAS FISIK MAKSIMAL
Abstrak

Latar Belakang: Tubuh secara alami dapat mengatasi peningkatan radikal bebas tetapi pada kondisi tertentu seperti pada latihan fisik yang relatif berat, antioksidan endogen tidak mencukupi, sehingga tubuh memerlukan antioksidan dari luar. Pemanfaatan senyawa antioksidan eksogen secara efektif sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya stres oksidatif yang berakibat pada kerusakan sel. Kandungan tokoferol dalam minyak buah merah tinggi dan diduga memiliki aktivitas biologi sebagai antioksidan. Tokoferol efektif mencegah terjadinya peroksidasi lipid dan pembentukan radikal bebas.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji kandungan tokoferol serta mengkaji pengaruh minyak buah merah terhadap kadar tokoferol dalam darah pada pemberian aktifitas fisik maksimal.

Metode: Kadar tokoferol dalam minyak buah merah diukur dengan metode Abe dan Katsui secara fluorometri. Uji aktivitas antioksidan secara in vivo dilakukan dengan menggunakan 24 ekor tikus putih galur Wistar jantan dengan pre - post test  control group design. Tikus dibagi dalam 4 kelompok. Pada kelompok 1 sebagai kelompok kontrol diberi akuades dan tiga kelompok pelakuan yang masing-masing diberi minyak buah merah dosis 0,15 ml/kgBB; 0,3 ml/kgBB; 0,6 ml/kgBB selama 10 hari. Sebelum pemberian minyak buah merah, dilakukan pengukuran kadar tokoferol pada semua kelompok. Pada hari ke-10, keempat kelompok diberikan beban aktivitas fisik maksimal yaitu dibuat berenang sampai kelelahan berupa hampir tenggelam dan segera dilakukan pengambilan darah untuk mengukur kadar tokoferol dalam darah.

Hasil: Kandungan tokoferol pada minyak buah merah adalah 447 µg/ml. Pada uji in vivo dengan dosis 0,15 ml/kgBB, kadar tokoferol darah meningkat 15,46%. Pada dosis 0,3 m/kgBB, kadar tokoferol darah meningkat 22,19% dan pada dosis 0,6 ml/kgBB,  kadar tokoferol darah meningkat 50,60%.

Simpulan: Kandungan tokoferol pada minyak buah merah adalah 447 µg/ml. Ketiga dosis minyak buah merah dapat meningkatkan kadar tokoferol dalam darah tikus setelah aktivitas fisik maksimal (berenang paksa).

Penulis : NI MADE DWI SANDHIUTAMI, S.SI,M.KES.,APT [PDF File] didownload : 73 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 Next >>