Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

PERENCANAAN SITE PLAN PLAZA AGRO PINTAR SEBAGAI INKUBASI UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN PERTANIAN DI TIMIKA PAPUA
Abstrak

ABSTRAK

 

 

Perencanaan kawasan berbasis pengembangan wilayah merupakan strategi memanfaatkan dan mengkombinasikan faktor internal dan eksternal yang ada sebagai potensi dan peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi wilayah. Papua termasuk wilayah tertinggal dengan potensi kawasan sebagai penyumbang PDRB tertinggi di Indonesia. Namun masih ada daerah yang tidak tersentuh oleh infrastruktur jalan dan hanya dapat dicapai oleh pesawat kecil. Akibatnya ada kabupaten-kabupaten yang tertinggal dalam pembangunan manusia maupun pembangunan ekonominya. Oleh karena potensi sumber daya alamnya yang kaya, maka kabupaten-kabupaten tertinggal termasuk dalam wilayah pengembangan strategis (WPS). Lokasi yang akan dikembangkan adalah lokasi kawasan strategis Timika-Enarotali-Wamena di Wilayah Pegunungan Tengah Papua yang masuk dalam Wilayah Pengembangan Strategis 33 (WPS 33) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dengan memetakan potensi kawasan melalui backbone WPS 33, dapat disimpulkan kawasan yang dapat dijadikan pengungkit untuk pengembangan kawasan strategis Timika – Enarotali – Wamena di Wilayah Pegunungan Tengah Papua.

 

 

Kata kunci:  

perencanaan kawasan, pengembangan wilayah strategis, backbone WPS 33

 

Penulis : ATIEK UNTARTI , MArs. [PDF File] didownload : 35 x

PENGARUH DELINIASI TERHADAP POLA RANCANGAN TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN KAWASAN AGRO INDUSTRI PERTANIAN
Abstrak

ABSTRAK

 

 

Kawasan perkotaan Bungkukan sebagai bagian dari wilayah desa Bungkukan ditetapkan sebagai kawasan prioritas Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) oleh Satuan Kerja Penataan Bangunan Dan Lingkungan Kalimantan Selatan, Direktorat Jenderal Cipta Karya. Penelitian lapangan dilakukan di lapangan selama lima hari dengan frekwensi tiga kali selama kurun waktu delapan bulan dan dilakukan di Desa Bungkukan. Permasalahan yang ada di Bungkukan adalah perkembangan pola ruang yang sporadis sama seperti wilayah pedesaan di Indonesia yang berkembang mengikuti potensi perkembangan jaringan jalan kabupaten yang sudah ada. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rancangan pola ruang kawasan agro industri melalui penetapan deliniasi dengan pendekatan biofisik. Adapun konsep pola distribusi komoditas pertanian yang mempengaruhi rancangan berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Bank Indonesia dalam PENELITIAN PENGEMBANGAN KPJU UNGGULAN UMKM DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN - TAHUN 2012. Materi penelitian meliputi parameter biofisik yaitu karakteristik tanah, kondisi lingkungan dan budaya masyarakatnya. Dari hasil analisis parameter tadi, maka selanjutnya dapat ditarik batas wilayah yang akan dijadikan kawasan untuk memicu perkembangan permukiman agro industri pertanian di Bungkukan. Judul penelitian yang diajukan adalah Pengaruh Deliniasi Terhadap Pola Rancangan Tata Bangunan Dan Lingkungan Kawasan Agro Industri Pertanian dengan kasus Desa Bungkukan Kecamatan Kelumpang Barat Kabupaten Kotabaru-Kalimantan Selatan.

 

Kata kunci: Deliniasi, sporadis, biofisik, karakteristik tanah, permukiman agro industri

 

Penulis : ATIEK UNTARTI , MArs. [PDF File] didownload : 39 x

PENGARUH PEMBANGUNAN ‘SKYBRIDGE’ JEMBATAN TOKO TERHADAP ESTETIKA RUANG KOTA JAKARTA
Abstrak

Jalan merupakan bagian dari ruang kota yang berfungsi sebagai bagian dari sistem sirkulasi. Estetika merupakan aspek yang menarik pandangan visual seseorang pada saat berada di sekitar suatu objek. Kondisi-kondisi visual yang terlihat dan diterima oleh seseorang akan mempengaruhi persepsinya terhadap lingkungan sekitarnya. Respon yang terjadi akibat kondisi visual yang dialami seseorang akan sangat bervariasi. Ada respon yang bersifat positif, dan ada pula respon yang cenderung berdampak negatif. Terkait dengan estetika perkotaan, Zahnd (1999) menjelaskan bahwa susunan arsitektur perkotaan tidak selalu tampak baik karena adanya susunan yang cenderung bersifat kacau, pola-pola yang saling berbenturan, serta belum terwujudnya kesatuan. Dalam hubungannya dengan ruang jalan, perjalanan di sepanjang koridor perkotaan dapat diibaratkan sebagai ’city as a trip’ (Smardon, 1986), dimana dinding koridor dan objek-objek yang dilewati merupakan pemandangan kota yang terlihat secara visual. Objek-objek yang dilihat seseorang diyakini dapat mempengaruhi kualitas visual yang dirasakan pengamat saat berada atau melintasi suatu koridor. Jalan tol Jagorawi merupakan koridor kota yang sangat penting di Jakarta. Berdirinya suatu objek massa berukuran besar yang menyeberangi jalan tol, akan mempengaruhi persepsi seseorang saat melintas di jalan tol. Persepsi seseorang terhadap objek massa yang melintang di atas jalan tol, diduga akan mempengaruhi responnya terhadap lingkungan. Mengingat pelintas jalan tol pada umumnya bergerak dengan kecepatan tinggi, perlu diketahui respon-respon yang mungkin terjadi apabila ia melintasi dan menerobos di bawah objek massa bangunan berukuran besar tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari dibangunnya skybridge’ jembatan toko terhadap estetika ruang kota yang dirasakan oleh pengamat

 

Kata kunci: kualitas visual, estetika kota

 

Penulis : ATIEK UNTARTI , MArs. [PDF File] didownload : 35 x

APLIKASI KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN TINGGI
Abstrak

Isu mengenai kerusakan lingkungan dan arsitektur yang turut andil dalam merusak lingkungan harus ditanggapi dengan bijak melalui pendekatan disain teknik sadar lingkungan di bidang arsitektur. Konsep disain teknik arsitektur sadar lingkungan dikenal juga dengan konsep arsitektur hijau atau green architecture. Arsitektur hijau atau arsitektur berkelanjutan adalah suatu upaya untuk meminimalkan dampak lingkungan negatif dari keberadaan bangunan dengan cara meningkatkan efisiensi dan moderasi dalam penggunaan bahan, energi, dan perletakan masa bangunan. Pada penelitian ini fokus kajian pada bangunan tinggi dengan tinjauan kasus-kasus pada konsep rancangan bangunan arsitektur modern. Hal ini berkaitan dengan tumbuhnya bangunan-bangunan bergaya arsitektur modern seiring dengan isu munculnya dampak kerusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mencari fakta urutan ber-arsitektur yang mengarah kepada rekayasa ruang untuk kegiatan manusia pada bangunan tinggi yang dilakukan dengan pendekatan konsep arsitektur hijau atau arsitektur berkelanjutan. Dengan kajian pada beberapa konsep bangunan modern yang memiliki kriteria arsitektur hijau, diharapkan dari hasil penelitian ini dapat diketahui indikator perencanaan arsitektur bangunan untuk merancang bangunan yang berkelanjutan atau Green Architecture.

Kata kunci: konsep arsitektur hijau, arsitektur berkelanjutan dan bangunan tinggi

 

Penulis : ATIEK UNTARTI , MArs. [PDF File] didownload : 60 x

Aplikasi Infrared Heater Untuk Mesin Pengering Biji Kakao dengan Metode Pengendali PI
Abstrak

The aim of the research was to obtain the value of moisture content in cocoa amounting to 6%-8% (SNI 2323: 2008) using infrared heater as heat source of radiation that has a wavelength of 0.4 μm -400 μm which will be absorbed by the cocoa beans, as for the parameters used are the humidity, the temperature, the time required in the process and the dryer capacity of 6 kg. Control in the process of drying cocoa beans is the magnitude of the voltage needed by the infrared heater to reach the temperature of 600C - 800C , the speed of the conveyor brings cocoa beans and the levels of water in the engine room the dryer cocoa beans, infrared heater control method using closed loop system with Proportional Integral (PI) controller method where the value Kp = 50, Ki = 0,96, for monitoring temperature using matlab software. a 2008

Key Words :infrared heater, Humidity, temperature, PI Controller

 

Penulis : GUNADY HARYANTO , M.T. [PDF File] didownload : 46 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 Next >>