Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Quality Classification of Uranium Dioxide pellets for PWR reactor Using ANFIS
Abstrak

Quality Classification of Uranium Dioxide pellets for PWR reactor Using ANFIS

An ANFIS networks was usde for classifyng quality of green pellets for PWR reactor. It applied several physical indicators for classification; height; volume; weight and density. A total of 200 data sets of observation data was collected from one lot final compacting process of uranium dioxide pellets for PWR type reactors in the laboratory of experimental fuel element installation (IEBE) BATAn and used for training and testing the model. The performance criterion selected for the comparison between the actual and the estimed data are the root mean square error (RMSE), maximum relative error (MRE) and goodness of fit (R2). Up to 90% of the data could be correctly calssified using this model. It is applicable in evaluation and classification of pellets quality

 

Keywords-component; adaptive neoro fuzzy inference system;uranium dioxide pellets quality; calssfification

Penulis : DEDE SUTARYA, DR., ST., MT [PDF File] didownload : 43 x

ANALISA KINERJA TUNGKU OKSIDASI REDUKSI MUFLLE FURNACE (ME-11)
Abstrak

ANALISA KINERJA TUNGKU OKSIDASI REDUKSI MUFLLE  FURNACE (ME-11)

Tungku oksidasi reduksi ME-11 didisain sebagai tungku oskidasi maupun reduksi. Untuk proses oksidasi tungku ini sudah dioperasikan cukup lama, sedangkan untuk proses reduksi belum pernah dilakukan karena ada bebrapa bagian komponen siystem yang harus diperbaiki dan dimodifikasi. Setelah dilakukam modifikasi. Setelah dilakukan modifikasi terhadapa beberapa bagian sistem untuk reduksi maka tungku dapat dapat digunakan untuk proses oksidasi dan reduksi. Setelah tungku dioperasikan sekian lama dimungkinkan terdapat penurunan keandalan pada sistem-sistem pendukungnya yang langsung mempengaruhi unjuk kerja dari tungku oksidasi reduksi tersebut. Oleh karena itu diperlukan analisi kinerja untuk mengetahui unjuk kerja alat tersebut. Untuk melakukan analisa linerja terhadap tungku oksidasi reduksi maka dilakukan pengukuran terhadap beberapa parameter selama pengoperasian tungku tersebut yaitu : Sistem pemipaan gas dan vakum, sistem pemantik otomatis untuk membakar gas hydrogen yang keluar dari tungku modul kendali logic operasi serta sistem instrumentasi heatre tungku. Dari hasil pengkuruan  terhadap parameter-parameter  penting diatas dapat disimpulkan bahwa  performance (unjuk kerja) sistem tungku adalah cukup stabil hal terlihat dari tekanan operasi dalam ruang bakar tungku selama operasi dan aliran udara instrumen selama proses walaupun ada bebrapa komponen sistem yang harus segera diganti atau dikalibrasi. Dengan kata lain Oksidasi reduksi masih memilik unjuk kerja yang baik sesuai dengan yang dibutuhkan.

Kata kunci : unjuk kerja, keandalan, oksidasi reduksi, analisa

Penulis : DEDE SUTARYA, DR., ST., MT [PDF File] didownload : 43 x

Simulation of Breaking Test for Two Wheel Motor Vehicle Base on UNECE Rgulation
Abstrak

Simulation of Breaking Test for Two Wheel Motor Vehicle Base on UNECE Rgulation

 

 

Abstract-Variable of braking systems on motor vehicles are the braking friction on the wheels, the weight of the vehicle braking distance, vehicle speed and vehicle stability during braking position. Vehicle testing standard and internationally accepted regulation refers to the UNECE (United Nations-Economic Committee for Europe). One of which is a UNECE regulation of NO. 78 which sets of the braking test on a standard two-wheeled vehicles. Performance of motor vehicle braking device is determined based on the magnitude of the deceleration at the time  of braking and braking distance  (stoping distance). This papes discusses the modeling of braking systems on motorcycles. The inputs to the modeling is data that contains the braking distance (SR) and velocity (Vt). The modeling is simulated with the aid of software. The simulation result of modeling the braking system is made in the form of graphs of functions that can approach the standardization of the UNECE No. 78. this simulation can be a sorting tool for UNECE No. 78 adopters before they conducted real break testing on the vehicle.

 

Keywords : motorcycle, UNECE, braking system, braking distance, decelaration, brake testing.

Penulis : AINIL SYAFITRI, ST.MT [PDF File] didownload : 42 x

Abstrak

APLIKASI ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS) UNTUK PENGENALAN POLA SIDIK JARI MANUSIA PADA MESIN ABSENSI

 

 

Sistem perkembangan teknologi biometric semakin meningkat untuk melakukan proses-proses yang rumit seperti membuka akses pintu, dan absensi karyawan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan masukan sidik jari sebagai teknologi biometric pada pengenalan pola. Sistem Jaringan Syaraf Tiruan yang merupakan ilmu berdasarkan jaringan otak manusia sangat baik digunakan. Dengan tingkat keakuratan sebesar 95% maka metode Jaringan Syaraf Tiruan yang baik digunakan adalah Adaptive Neuro-fuzzy Inference System (ANFIS) dengan metode backpropagation. Sistem ini digunakan karena melalui proses pembelajaran sehingga lebih baik hasil yang diinginkan. Dengan membership function tipe trimf ini dihasilkan error yang sangan kecil yaitu 0.0040026. dengan epoch yang digunakan 100, maka selisih error yang dihasilkan sebesar 0.0959974 dari target error yang dikehendaki yaitu 0.1. dengan menggunakan membership function tipe trimf dihasilkan error yang lebih kecil daripada mf tipe lain. Sehingga metode ini sangat baik digunakan pada pencocokan pola sidik jari.

 

Kata kunci : biometric, Jaringan Syaraf Tiruan, ANFIS, Backpropagation

Penulis : AINIL SYAFITRI, ST.MT [PDF File] didownload : 47 x

ANALISIS UNJUK KERJA THERMOCOUPLE W3Re25 PADA SUHU PENYINTERAN 1500 O C
Abstrak

ANALISIS UNJUK KERJA THERMOCOUPLE W3Re25


PADA SUHU PENYINTERAN 15000 C

 


Dede Sutarya


 

 

 

 

 


ABSTRAK


ANALISIS UNJUK KERJA THERMOCOUPLE W3Re25 PADA SUHU PENYINTERAN


1500 O C. Untuk mengukur temperatur di dalam tungku digunakan thermocouple jenis W3Re25


dengan daerah kerja pengukuran 0 – 2320 o C, measuring junction-nya terbuat dari campuran tungsten dan rhenium. Persyaratan terhadap lingkungan pengukuran thermocouple tersebut  adalah vakum, gas inert, hidrogen  dan tidak diijinkan digunakan pada atmosfir gas pengoksidasi diatas temperatur 300 o C. Dua buah thermocouple digunakan pada satu tungku proses sinter. Satu thermocouple untuk rekorder (display temperature) dan yang lainya digunakan oleh sistim kendali untuk mengukur temperatur aktual dalam tungku. Mengingat umur pakai dari thermocouple yang sudah cukup lama (± 25 tahun) atau sekitar 40 kali proses, sehingga unjuk kerjanya perlu dilihat apakah masih memenuhi persyaratan atau tidak hal ini


terutama diperlukan karena kalibrasi tidak bisa dilakukan insitu dan kalibrator hanya mampu mengkalibrasi hingga suhu 1000 0 C. Dilakukan pengukuran emf yang dibangkitkan thermocouple dengan digital multimeter pada suhu pemanasan maksimum 1500 o C. Unjuk kerja thermocouple masih baik, hal ini terlihat dari perubahan emf masih linier dengan perubahan temperature yang terjadi di dalam tungku sinter. Bila dibandingkan dengan emf maksimum untuk W3Re25 yaitu 39.506 mV; dan emf terukur untuk suhu 1550 o C adalah 27,2 mV. Maka dapat disimpulkan bahwa unjuk kerja thermocouple W3Re25 masih baik

 

Kata kunci : temperature, thermocouple, unjuk kerja, tungku, sinter

Penulis : DEDE SUTARYA, DR., ST., MT [PDF File] didownload : 43 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 Next >>