Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Efek Hipoglikemi dan Proteksi Fungsi Pankreas Estrak Etanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f] Nees) pada Mencit (Mus musculus) Terinduksi Aloksan
Abstrak

Daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burn.f] Nees) menurut pengalaman empiris dapat menurunkan kadar glukosa darah. Maka dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruhnya terhadap penurunan kadar glukosa darah. Dibuat 2 kelompok besar hewan coba A dan B. Kelompok A untuk melihat efek proteksi dan kelompok B untuk melihat efek hipoglikemi, masing-masing kelompok besar dibagi lagi menjadi 4 kelompok kecil yaitu : kelompok I kontrol negatif (CMC Na 1 %), kelompok II (70 mg/kg BB), kelompok III (140 mg/ kg BB), kelompok IV (280 mg/kg BB). Semua sediaan uji adalah ekstrak etanol daun sambiloto, sedangkan sebagai bahan induksi glikemi adalah aloksan i.p dengan dosis 250 mg/kg BB. Pada kelompok A aloksan diberikan sesudah pemberian ekstrak dan pada kelompok B aloksan diberikan sebelum pemberian ekstrak. Data yang didapat dianalisa dengan anova satu arah dengan tingkat kepercayaan 95%. Pemberian aloksan menyebabkan hiperglikemik namun hanya bertahan 4 sampai dengan 7 hari. Oleh sebab itu pada kelompok B ini ekstrak sambiloto diberikan hanya selama 3 hari setelah mencit hiperglikemik. Hasil menunjukkan ekstrak etanol sambiloto (Andrographis paniculata [Burn.f] Nees) tidak dapat menurunkan kadar glukosa darah pada mencit hiperglikemik tetapi mempunyai efek proteksi fungsi pankreas terhadap radikal aloksan dengan cara mencegah kenaikan kadar glukosa darah.

Kata kunci : Diabetes mellitus, Andrographis paniculata [Burn.f] Nees, aloksa, glukosa darah.

 

Penulis : DIAN RATIH L , Dr., M.Biomed., [PDF File] didownload : 79 x

Uji aktivitas imunomodulator ekstrak etanol buah mengkudu(Morindacitrifolia L.)
Abstrak

Buah mengkudu (Morinda citrifolia L) mengandung banyak senyawa kimia diantaranya xeronin, proxeronin dan terpenoid yang diharapkan dapat meningkatkan sistem imunitas ubuh. Telah dilakukan pengujian aktifitas imunomodulator dari ektrak etanol buah mengkudu terhadap respon imun humoral mencit. Dua puluh lima ekor mencit dibagi dalam lima grup, N (Normal tanpa imunisasi-tanpa perlakuan), IM (imnunisasi-tanpa perlakukan), DR, DM, DT (imunisasi-perlakuan dengan ektrak etanol buah mengkudu bertururt-tururt 3 mg/20g, 6 mg/20 g, 12 mg/20 g bobot badan mencit) . Mencit diimunisasi dengan protein SE (sekretorik) hasil isolasi dari Toxoplasma gondii strain RH. Pengukuran titer IgG pada serum diklakukan dengan enzyme -linked immunosorbent assay (ELISA). Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol buah mengkudu pada dosis tinggi memberikan respon imun yang tertinggi dan berbeda secara bermakna dibanding kelompok lainnya.

Kata kunci : Buah mengkudu, imunomodulator, ELISA, imunoglobulin G.

 

Penulis : DIAN RATIH L , Dr., M.Biomed., [PDF File] didownload : 69 x

Bioaktivitas Ekstrak Kasar Aseton, Fraksi dan Subfraksinya dari Ulva fasciata terhadap Sel Lestari Tumor HeLa
Abstrak

Telah dilakukan pengujian bioaktivitas ekstrak kasar aseton, fraksi dan subfraksinya dari Ulva fasciata erhadap sel lestari tumor HeLa. U.fasciata dimaserasi dalam aseton lalu ekstrak disaring dan pelarut dievaporasi. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kasar aseton U.fasciata mengandung golongan senyawa flavonoid, steroid dan saponin. Ekstrak kasar tersebut memiliki aktivitas antioksidan (IC50 = 411,81 µg/mL) lebih rendah dibandingkan vitamin C sebagai kontrol (IC50 = 5,01 µg/mL). Ekstrak kasar aseton dipartisi menggunakan heksan, etil asetat dan metanol-air. Hasil uji sitotoksisitas terhadap  Artemia salina menunjukkan nilai LC50 dari ekstrak kasar aseton, fraksi heksan, fraksi etil asetat dan fraksi metanol-air masing-masing sebesar 103,86; 128,03; 63,07; dan 406,05µg/mL. Hasil uji sitotoksisitas terhadap sel lestari tumor HeLa menunjukkan nilai IC50 dari ekstrak kasar aseton, fraksi heksan, fraksi etil-asetat dan fraksi metanol-air masing-masing sebesar 62,86 ; 43,56 ; 18,85 dan 37,56 µg/mL. Fraksi etil asetat yang memiliki sitotoksisitas tertinggi kemudian difraksinasi melalui kolom kromatografi Sepra C-18 dengan elusi gradien polaritas menghasilkan 6 subfraksi. Hasil uji sitotoksisitas masing-masing subfraksi terhadap sel lestari tumor HeLa pada konsentrasi 19 µg/mL menunjukkan nilai inhibisi : subfraksi-1 negatif (non-aktif); subfraksi-2 > 100% (sitotoksik); subfraksi-3 > 100% (sitotoksik); subfraksi-4 > 100% (sitotoksik); subfraksi-5 < 50% (non-aktif); dan subfraksi-6 = 100% (sitostatik).

Keyword: aktivitas antitumor, ekstrak aseton, Ulva fasciata, sel tumor HeLa

Penulis : DIAN RATIH L , Dr., M.Biomed., [PDF File] didownload : 82 x

Uji Aktivitas Sitotoksik Ekstrak Karang Lunak Sarcophyton glaucum (Quoy& Gaimard) terhadap Sel Lestari Tumor HeLa
Abstrak

Karang lunak Sarcophyton glaucum (Quoy and Gaimard) adalah salah satu karang lunak Indonesia yang diduga berpotensi sebagai sumber bahan obat. Telah dilakukan uji aktivitas sitotoksik dari ekstrak S. Glaucum terhadap sel lestari tumor HeLa. Karang lunak dimaserasi dalam lerutan metanol, kemudian maserat disaring dan dievaporasi dalam rotavapor pada suhu dan tekanan yang rendah hingga kering. Ekstrak kasar kering yang diperoleh dilakukan uji golongan senyawa dan uji aktivitas antioksidan terhadap 1,1 diphenyl-2-picrilhydrazil (DPPH). Ekstrak kasar kering lalu difraksinasi dengan heksan, etil asetat, dan metanol, dan setiap fraksi dievaporasi kembali hingga kering. Terhadap ekstrak kasar dan setiap fraksi dilakukan uji toksisitas menggunakan metoda Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan uji sitotoksisitas terhadap sel lestari tumor HeLa menggunakan pereaksi 3-(4,5-dimethylthiazol-2yl)-2,5-diphenyl etrazolium bromida (MTT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak S.glaucum mengandung golongan senyawa alkaloid. Ekstrak kasar memiliki potensi antioksidan dengan dengan IC50 sebesar 422,50 µg/mL lebih rendah dari vitamin C dengan IC50 sebesar 63,10 µg/mL. Potensi sitotoksisitas terhadap sel lestari tumor HeLa menggunakan pereaksi MTT menunjukkan bahwa ekstrak kasar memberikan nilai IC50 sebesar 25,15 µg/mL, sedangkan fraksi metanol memberikan nilai IC50 sebesar 50,12 µg/mL dan fraksi etil asetat memberikan nilai IC50 sebesar 31,62 µg/mL.

Kata kunci : sitotoksisitas, etil asetat, Sarcophyton glaucum, sel lestari HeLa

 

Penulis : DIAN RATIH L , Dr., M.Biomed., [PDF File] didownload : 78 x

Efek Pemberian Ekstrak Etanol Buah Mengkudu pada Mencit Setelah Diinfeksi Toxoplasma gondii Galur RH
Abstrak

Infeksi intraperitoneal dengan Toxoplasma gondii tipe I menyebabkan   yang sangat tinggi dalam waktu sangat singkat. Kematian disebabkan jumlah parasit yang tinggi dalam tubuh, imunosupresi yang parah dan kerusakan jaringan yang luas. Upaya memperbaiki daya hidup dapat dilakukan dengan menggunakan bahan obat yang memiliki potensi mereduksi perkembangan takizoit, memperbaiki respon imun dan mempercepat regenerasi jaringan. Salah satu bahan obat tersebut adalah buah mengkudu. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui potensi ekstrak etanol buah mengkudu untuk mereduksi takizoit, mempertahankan daya hidup serta efeknya sebagai imunomodulator pada mencit yang diinfeksi tanpa pengobatan, diinfeksi dan diobati dengan Fansidar® (pirimetamin-sufadiazin), diinfeksi dan diobati dengan ekstrak etanol buah mengkudu dosis bertingkat (100, 50 dan 25%) serta kontrol normal. Semua mencit pada setiap kelompok diinfeksi dengan takizoit Toxoplasma gondii galur RH dengan dosis 5 x 106 dan 2,5 x 103 takizoit/mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fansidar® mampu  mereduksi takizoit, mempertahankan daya hidup mencit sedangkan ekstrak etanol buah mengkudu tidak berhasil.

Kata kunci : Daya hidup, Imunomodulator, Toxoplasma gondii, Ekstrak Mengkudu.

 

 

Penulis : DIAN RATIH L , Dr., M.Biomed., [PDF File] didownload : 61 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 Next >>