Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Prototipe Sistem Pakar Untuk Diagnosa Dan Pilihan Terapi Infeksi Saluran Pernafasan Atas
Abstrak

Perkembangan dunia kesehatan dewasa ini telah menghasilkan berbagai senyawa baru yang secara potensial mempunyai efek terapi sehingga masyarakat dibanjiri oleh ratusan obat baru. Beragamnya jumlah obat-obatan sejenis yang beredar dengan bermacam kombinasi komposisi akan menyulitkan masyarakat awam untuk memilih dan menentukan obat mana yang paling tepat bagi terapi dirinya atau keluarganya. Selain itu keputusan masyarakat untuk memilih obat sering kali dipengaruhi oleh iklan yang bisa jadi kurang tepat atau menyesatkan. Sebenarnya perangkat pembantu diagnosis penyakit ISPA bisa diperoleh di internet yaitu diantaranya Symptom Checker pada situs MayoClinic.com. Namun perangkat tersebut masih terbatas pada pengguna internet dan berbahasa Inggris serta tidak memberikan alternatif terapi.Untuk memecahkan masalah tersebut di atas, maka penelitian ini mencoba mencari solusi permasalahan dengan membangun sebuah prototipe Sistem Pakar yang dapat memberikan kemungkinan diagnosis dan terapi yang disarankan. Piranti Lunak ini dapat digunakan oleh siapa saja termasuk masyarakat awam yang cenderung melakukan pengobatan sendiri saat mengalami gejala penyakit ISPA.Sistem Pakar ini mengolah data yang berhubungan dengan gejala ISPA seperti batuk, pilek, demam dan sesak napas serta kombinasinya. Dialog interface dirancang secara interaktif dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang hanya dijawab “Y” (ya) dan “(T)” (tidak). Sistem akan menyimpulkan dan memberi kemungkinan diagnosis  dan terapi yang disarankan. Identifikasi permasalahan dengan mendiagnosa gejala-gejala yang dirasakan user ini disusun bekerja sama dengan para pakar seperti dokter ahli terkait serta praktisi Farmasi.Prototipe sistem pakar ini mampu membantu upaya-upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

 

 

 

Penulis : ANDIANI NANIEK , Dra., M.Kom [PDF File] didownload : 110 x

Evaluation Of Type C Hospital Formulary In Yogyakarta
Abstrak

Title: Evaluation of Type C Hospital Formularies in Yogyakarta

Author Name: Yusi Anggriani

Email: yusi1777@yahoo.com, farklin@yogya.wasantara.net.id 

Presenter Name: Yusi Anggriani

Authors: Anggriani Y, Pudjaningsih D, Suryawati S 

Institution: Department of Clinical Pharmacology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University 

Title: Evaluation of Type C Hospital Formularies in Yogyakarta

Problem Statement: Many pharmaceutical products on the market are new and nonessential drugs. Appropriate selection is needed to support rational use of drugs. Establishing and maintaining a good hospital formulary is one way to increase drug selection efficiency.

Objectives: To evaluate and compare the quality of 7 hospital formularies in Yogyakarta, and to determine the processes used to maintain the formulary in each hospital.

Indicators: Number of brand-name products, % of essential drugs, % generic drugs on the list,  % drugs supported by the primary literature, % drugs with a single ingredient, and % generic drugs kept in stock.

Design: Descriptive-analytical, explorative case study.

Setting and Population: 5 public hospitals and 2 private hospitals in Yogyakarta.

Method: Seven hospital formularies were evaluated.  Quantitative data included: the number of drugs on the list, number of brand name drugs, number of generic drugs, number of essential drugs, and number of drugs supported by primary literature.  At the time of inspection, the following data were collected: number of generic drugs available, and the number of non-formulary drugs. A Chi-square test was applied to see if there was any difference between public and private hospitals. Information on the process of maintaining a formulary was obtained from qualitative data, including in-depth interviews with Drug and Therapeutic Committee (DTC) members and representative doctors from 4 wards (Obstetrics and Gynecology, Pediatrics, Surgery, and Internal Medicine). Qualitative data were analyzed by content analysis.

Outcome Measures: The quality of a formulary was measured by the number of brand-name products listed, % of essential drugs listed, % generic drugs on the list,  % drugs supported by the primary literature, % drugs with a single ingredient, and % generic drugs kept in stock. The process of maintaining a formulary was measured by frequency of revision, % of nonformulary drugs, and observation of DTC meetings.

Results: Although no hospital showed an ideal formulary list, the quality of public hospital formularies was relatively better than that of private hospital formularies. The comparison of public vs private hospitals, as shown by the indicators, were respectively as follows: the number of brand-name drugs (296–532 vs. 513–1575); percentage of essential drugs (41–71% vs. 20–28%); percentage of generic drugs on the list (26–50% vs 17–18%); percentage of drugs supported by the primary literature (73–90% vs. 67-73%); percentage of drugs with a single ingredient (41–71% vs. 20–28%); and percentage of generic drugs kept in stock (26–48% vs 13–16%).The consistent differences between public and private hospitals were significant (P= 0.00). The percentage of nonformulary-drugs procured and nonformulary drugs kept in stock were lower in hospitals that had frequent formulary revisions and established policies on formulary revision. Aschedule of regular meetings for formulary management was not yet established. In both public and private hospitals, the DTC tended to accommodate the doctors’ requests.

Conclusions: The quality of formularies in public hospitals was better than in private hospitals, but both were found not yet satisfactory. The process for maintaining a hospital formulary has not yet been established at the hospitals studied.

 

Study Funding: Department of Clinical Pharmacology, Faculty of Medicine, Gadjah Mada University, Yogyakarta,  Indonesia

Penulis : YUSI ANGGRIANI , Dr, M.Kes, Apt. [PDF File] didownload : 108 x

Uji Aktivitas Antioksidan Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus LAM.) secara In Vitro dan In Vivo pada Tikus yang diberi Beban aktivitas Fisik maksimal
Abstrak

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINYAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus LAM.) SECARA in Vitro DAN In Vivo PADA TIKUS YANG DIBERI BEBAN AKTIVITAS FISIK MAKSIMAL

 

1Ni Made Dwi Sandhiutami, 2Ngatidjan, 2Erna Kristin

1 Fakultas Farmasi, Universitas Pancasila 

2 Bagian Farmakologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada

Email: dwi_sandhiutami@yahoo.com

 

Abstract

 

Increasing oxygen consumption during intensive physical exercise may increase production of free radicals, and if it exceeds physiological capicity may cause oxidative stress as shown as chance of MDA level. Buah merah oil contains high betacarotene and tocopherol, as well as fatty acid such as oleic acid, linoleic acid, linolenic acid and decanoic acid. Tocopherol is major biological lipid-soluble antioxidant, protecting structures and function of cell membranes cause by free radical. The objective of the study was to know antioxidant activity in vitro and the effect of buah merah oil to MDA level in blood during maximum physical activity treatment. Antioxidant activity in vitro test was conducted using DPPH methode (2,2-diphenyl-1-picryl hydrazyl). Antioxidant activity in vivo test was done using 24 male Wistar rats in pre - post test control group design. The rats were grouped into 4 group. The control group was given destilated water and three treatment groups were given buah merah oil in the dose of 0,15 ml/kgBW; 0,3 ml/kgBW; 0,6 ml/kgBW for 10 days. Before buah merah oil was given, level of MDA was measured. Ten days later, the four group were given maximum physical activity mean of swimming until the sign of fatigue occurred (nearly drowned) and the blood was taken for blood MDA examination. In vitro, IC50 buah merah oil was 451,51 μg/ml. In vivo test, dosage 0,15 ml/kgBW could decrease MDA 5,22% Dosage 0,3 ml/kgBW could decrease MDA 11,96% and dosage 0,6 ml/kgBW could decrease MDA 8,19% . Buah merah oil showed antioxidant activity in vitro. In vivo experiment, all dosage of buah merah oil decreased blood MDA level but in the dose of 0,3 ml/kgBW decreased MDA level more than dose of 0,15 ml/kgBW and 0,6 ml/kgBW.

 

 

Key words: red fruit oil, antioxidant,DPPH, physical exercise, MDA

Penulis : NI MADE DWI SANDHIUTAMI, S.SI,M.KES.,APT [PDF File] didownload : 30 x

PENENTUAN JUMLAH FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN BUAH MERAH (PANDANUS CONOIDEUS LAMK.) SECARA KOLORIMETRI KOMPLEMENTER
Abstrak

Secara empiris daun buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) sangat berpotensi untuk dijadikan sediaan obat tradisional. Untuk itu perlu dikembangkan  metode standardisasi sediaan obat tradisional, salah satunya adalah dengan penetapan kadar salah satu kandungan senyawa marker. Dari penelitian sebelumnya diketahui bahwa daun buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) memiliki kandungan senyawa flavonoid sehingga dapat dilakukan penentuan jumlah flavonoid total ekstrak etanol daun buah merah (Pandanus conoideus Lamk.) secara kolorimetri komplementer. Penentuan jumlah flavonoid total dilakukan dengan menjumlahkan kadar flavonoid yang ditentukan menggunakan dua metode yaitu metode alumunium klorida untuk menentukan golongan flavon dan flavonol dan metode 2,4dinitrofenilhidrazin untuk menentukan golongan flavanon dan flavanonol.

            Dari hasil penelitian didapatkan jumlah flavanon dan flavanonol lebih tinggi daripada flavonol dan flavon dengan jumlah flavonoid total 0,99±0,01 % b/b.

 

Keyword : daun buah merah (Pandanus conoideus Lamk.), flavonoid total, alumunium klorida, 2,4dinitrofenilhidrazin.

 

Penulis : YESI DESMIATY, S.Si, M.Si, Apt [PDF File] didownload : 112 x

UJI PENDAHULUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BATANG MAJAMUJU (Cuscuta australis R.Br.) YANG BERASAL DARI INANG Acalypha siamensis Oliver. ex Gage DAN INANG Asystasia gangetica (L.) T. Anders
Abstrak

Tanaman majamuju (Cuscuta australis R.Br.) merupakan tanaman parasit dan hidup pada inangnya. Diketahui batang majamuju mengandung β dan γ karoten, α-karoten-5,6-epoksi dan turunan santofil yaitu taraksantin dan lutein, flavonoid, saponin, tanin, dan sterol/terpen. Berdasarkan kandungan kimianya, maka dilakukan  uji pendahuluan aktivitas antioksidan batang majamuju yang berasal dari dua inang  yaitu Acalypha siamensis Oliver. ex Gage dan inang Asystasia gangetica (L.) T. Anderson.

Metode pengujian adalah berdasarkan kemampuan ekstrak dalam meredam radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) yang diukur menggunakan spektrofotometer  UV-Visible dan ditunjukkan dengan harga EC50 yaitu konsentrasi ekstrak efektif yang diperlukan untuk menurunkan 50% intensitas serapan DPPH.

Hasil penapisan fitokimia kedua ekstrak etanol menunjukkan adanya flavonoid, kuinon, polifenol, saponin, dan monoterpenoid-seskuiterpenoid. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol redestilasi. Hasil pengujian antioksidan pada kedua ekstrak etanol menunjukkan nilai EC50 berturut-turut adalah 33,21 µg/mL dan 150,98 µg/mL, sebagai pembanding digunakan kuersetin dengan  EC50 adalah 3,13 µg/mL. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa tanaman majamuju memiliki aktivitas antioksidan yang potensial dan batang majamuju yang berasal dari inang Acalypha siamensis memiliki aktivitas antioksidan yang jauh lebih besar dibandingkan yang berasal dari inang Asystasia gangetica.

 

 

Kata kunci : DPPH, antioksidan, Cuscuta australis, Acalypha siamensis, Asystasia gangetica

Penulis : YESI DESMIATY, S.Si, M.Si, Apt [PDF File] didownload : 63 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 Next >>