Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

The Fashion-Architecture’s Theory: Reflecting Tribe Civilization into Contemporary Age
Abstrak

In megacities, the phenomenon of the highrise buildings which add fashion elements into the body and facades seems as big sculptures. Architect composed their work by applying the cross-pollination of design method. They adopted the various elements to enrich their building’s façade in order to look different. On the other hand, the traditional architecture expressed the tribe civilization by placing their proud artifacts into the building’s façade. The purpose of this study is to find a new theory of architecture during their process of becoming of the architecture’s form. The study applied a phenomenological investigation method of several highrise building’s façade at Jakarta and several districts of Singapore, Brisbane and Melbourne. The study result is a new theory named “the fashion-architecture” is a building composed by adopting the cross-pollination of design method. To enrich the building’s façade, architect adopted anything including the fashion’s design elements: accessories, millineries, and cosmetics also reflected by the traditional architecture. Their fashion-architecture works are reflecting the tribe civilization into a contemporary architecture design. 

Keywords: Cross-pollination, façade fashion’s design elements, contemporary, tribe civilization.

Penulis : YUKE ARDHIATI, Dr, Ir, MT [PDF File] didownload : 46 x

Abstrak
Penulis : RIADIKA MASTRA, Dr.Ir, M.Eng [PDF File] didownload : 35 x

Climate Change Indication and Its Impact on The Water Balance of Nasal-Padang Guci River Basin
Abstrak

Perubahan iklim merupakan isu yang sedang dihadapi oleh masyarakat global, yang dipengaruhi oleh variabilitas curah hujan dan suhu udara.

Penelitian ini di lakukan di wilayah sungai Nasal-Padang Guci, dengan menganalisis trendline curah hujan dan suhu udara, selama kurun waktu

1910-2010, sehingga diketahui pengaruhnya terhadap neraca air. Penelitian ini menggunakan metode Mann Kendall Test untuk mengetahui

kecendrungan trendline nya, serta metode Neraca Surplus Defisit untuk menganalisis neraca airnya. Dari hasil analisis didapatkan bahwa

suhu rata-rata bulanan naik sebesar 0,80C selama 54 tahun, sedangkan kenaikan curah hujan pada tahun 1910-1978 sebesar 20 mm/69 tahun,

dan meningkat selama tahun 1979-2010 sebesar 125 mm/30 tahun. Kenaikan curah hujan dan suhu udara mempengaruhi ketersediaan dan

kebutuhan air di WS Nasal-Padang Guci, dalam hal ini ketersediaan air dipengaruhi oleh curah hujan dan evapotranspirasi yang merupakan

fungsi dari suhu, sedangkan kebutuhan airnya dipengaruhi oleh tataguna lahan dan jumlah penduduk. Dari perhitungan neraca air diketahui

bahwa ketersediaan air sungai pada tahun 2030 lebih kecil dibandingkan dengan 2010, hal ini disebabkan karena pengaruh peningkatan suhu

udara, sehingga nilai evaporasinya semakin besar. Ketersediaan air pada tahun 2010 sebesar 3358,4 juta m3/tahun, sedangkan kebutuhan air

untuk irigasi 669 juta m3/tahun (20%), RKI (rumah tangga, perkotaan dan industri) sebesar 87,2 juta m3/tahun (3%), dan sisanya 2602,2 juta

m3/tahun (77%), tidak dapat dimanfaatkan. Ketersediaan air pada tahun 2030 menurun dibandingkan dengan 2010 yaitu sebesar 2498,9 juta

m3/tahun, untuk irigasi sebesar 1133,7 juta m3/tahun (45%), RKI sebesar 136,5 juta m3/tahun (4%), sedangkan sisanya 1228,8 juta m3/tahun

(51%) tidak dapat dimanfaatkan. Pada tahun 2010 air masih bisa mencukupi kebutuhannya dan terjadi defisit pada tahun 2030, yaitu pada

bulan Agustus dan September, sehingga diperlukan bantuan waduk untuk menyimpan air pada saat surplus, yang nantinya bisa digunakan

kembali pada saat defisit

Kata kunci: Mann Kendall Trend Test, Neraca Air, Perubahan Iklim, Wilayah Sungai Nasal-Padang Guci.

Penulis : DWI ARIYANI, ST, MT [PDF File] didownload : 3798 x

Optimasi Rancang Bangun Teknologi Alat Pengolah Limbah Cair Tahu
Abstrak

 

 

 

Abstrak

Abstrak - Tahu merupakan salah satu sumber protein nabati yang populer dikonsumsi oleh masyarakat indonesia. Tujuan penelitian ini adalah tercapainya perwujudan teknologi pengolahan limbah cair tahu yang mampu mencapai baku mutu limbah cair industri. Tahapan proses produksi tahu adalah pencucian, perendaman, penggilingan, pemasakan, penyaringan, pengentalan, pencetakan dan pemotongan. Jumlah limbah cair proses produksi tersebut apabila dibuang secara langsung dapat mencemarkan lingkungan, khususnya terhadap kuantitas dan kualitas air tanah. Ketersedian tahu untuk masyarakat indonesia dipenuhi oleh industri kecil menegah. Pelaksanaan proses produksi tahu oleh industri kecil menegah di indonesia masih mengabaikan dampak pencemaran lingkungan. Pengolahan limbah cair dengan metode anaerob-aerob telah diterapkan dalam bentuk prototipe melalui penggunaan 3 (tiga) median penyaring pada tahap anaerob dan pelarutan gas oksigen pada tahap aerob akan tetapi setelah melalui tahap uji kinerja memiliki kelemahan berupa : ukuran gelembung kecil, instalasi pipa mengalami kebocoran dan terjadi getaran terlalu besar, serta jumlah oksigen yang terlalu sedikit. Kelemahan yang terjadi pada teknologi pengolahan limbah cair tahu dengan menggunakan gas oksigen dapat teratasi dengan melakukan optimasi desain. Sementara Kepmen LH No. 51/MENLH/10/1995 menetapkan limbah cair industri yang diperbolehkan dibuang secara langsung ke badan air harus memiliki kandungan omonia, BOD, dan COD dari limbah cair tahu menunjukkan keharusan untuk penerapkan teknologi pengolahan limbah cair tahu. Kelemahan yang terjadi pada teknologi pengolahan limbah cair tahu dengan menggunakan gas oksigen dapat teratasi dengan melakukan optimasi desain. Optimalisasi teknologi pengolahan limbah cair tahu dengan menggunakan gas oksigen untuk mencapai standar baku mutu limbah cair dilakukan menggunakan metode taguchi. Metode taguchi merupakan metode penerapan pemeriksaan kualitas produk pada tahap desain.

 

Kata kunci : limbah cair tahu, Kepmen LH No. 51/MENLH/10/1995, alat pengolah limbah cair tahu dan metode taguchi

Penulis : MEGARA MUNANDAR, ST, MT [PDF File] didownload : 55 x

PERANCANGAN ALAT BANTU COLD PRESS UNTUK PROSES PEMASANGAN LCD PANEL UNTUK MODEL RF-ABC
Abstrak

PERANCANGAN ALAT BANTU COLD PRESS UNTUK PROSES PEMASANGAN LCD PANEL UNTUK MODEL RF-ABC

Aip Pahrudin, Megara M, Eddy Djatmiko

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia

Munandar_gaara@yahoo.co.id

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Pancasila, Jakarta, Indonesia

 

 

Abstrak

Proses pemasangan LCD Panel pada model RF-ABC yang masih secara manual memiliki beberapa kekurangan diantaranya: (1)membutuhkan waktu lama untuk memasang, (2)banyak part LCD Panel yang terbuang karena kesalahan pada pemasangan, (3)hasil pemasangan tidak stabil, dan (4) Defect ratio yang tinggi. Oleh karenanya alat bantu cold press untuk optimasi proses pemasangan lcd panel untuk model RF-ABC dirancang dengan tujuan menghasilkan sebuah alat bantu yang dapat memperbaiki proses produksi, mudah digunakan, dapat menghemat waktu produksi, menurunkan defect ratio dan aman ketika di operasikan.

 

Kata kunci : LCD panel, Pneumatik, Alat Press

Penulis : MEGARA MUNANDAR, ST, MT [PDF File] didownload : 45 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 Next >>