Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

FACTORS AFFECTING CUSTOMER SATISFACTION IN SUPERMARKET RETAIL SHOPPING
Abstrak

Customer Satisfaction is an important aspect for business. In retail business, it has become a primary point of differentiation in a market where consumers typically make a weekly trip to their preferred supermarket and spend more on this trip than at other times. In competition situation like Indonesia, approariate efforts are required to retain the old customers or to have the new ones by implementing strategies that focus on customer satisfaction. This paper attemps to investigate factors affecting the customer’s satisfaction from its attributes using factor analysis. The result suggested that the retail should consider three factor for their customer’s satisfaction they are quality of services, product price and quality, andenvironmental factor.

 

Keywords : factor affecting customer satisfaction, supermarket retail shopping 

 

Penulis : SITI ROHANA NASUTION, Ir.MT [PDF File] didownload : 42 x

PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BAJA MS DI DIREKTORAT PRODUKSI ATMI CIKARANG
Abstrak

Abstrak

Persediaan bahan baku sebagai aset perusahaan memiliki peranan penting didalam operasi bisnis. Persediaan yang belum terkelola ini menjadi masalah utama di Direktorat Produksi ATMI Cikarang. Metode EOQ dengan safety stock digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan bahan baku Baja MS di Direktorat Produksi ATMI Cikarang pada periode Januari-Desember 2013 dengan metode peramalan deret waktu Double Moving Average (DMA). Hasil penelitian juga menunjukkan jumlah pemesanan ekonomis (Q) untuk kebutuhan tahun 2013 bahan baku material Baja MS sebesar 34.241 kg adalah 1.153,95 kg dengan waktu antar pemesanan (t) selama 9 hari dan frekuensi pemesanan 30 kali dalam 1 tahun. Batas atau titik pemesanan kembali (R) bahan baku yang dibutuhkan institusi adalah 390 kg. Sehingga didapatkan total biaya persediaan (TC) bahan baku material baja MS untuk tahun 2013 adalah sebesar Rp. 620.492.210,-. Dengan menerapkan usulan penelitian ini diperkirakan penghematan akan terjadi sebesar Rp. 14.517.251,-.

 

Kata Kunci : Persediaan, Peramalan, Double Moving Average, Economic Order Quantity

 

Penulis : SITI ROHANA NASUTION, Ir.MT [PDF File] didownload : 57 x

ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN PEKERJAAN MEKANIKAL UMUM PADA PROYEK NETWORK BUILDING DENGAN PENDEKATAN KUALITATIF METODE PDCA
Abstrak

Abstrak

 

Waktu merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan dalam suatu proyek, keterlambatan adalah kondisi yang tidak dikehendaki, Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan suatu pendekatan analisis secara kualitatif dengan Metode PDCA, Pengolahan data dengan membuat analisis jaringan kerja (precedence diagram) kemudian dilakukan perhitungan maju, perhitungan mundur dan lintasan kritis (Critical Part Method). Dalam penentuan masalah keterlambatan Instrumen yang digunakan dalam menganalisis data, adalah Brainstorming, yaitu mengumpulkan segala kemungkinan yang menjadi penyebab terjadinya masalah dari pendapat orang-orang yang terlibat dengan melakukan wawancara, dan Metode 5W1H (What, Why, Where, When, Who dan How) untuk pencarian solusi penyelesaian masalah. Dalam penentuan jalur kritis untuk masing-masing pekerjaan, didapatkan (1) durasi instalasi pekerjaan hydrant selama 34 minggu, (2) durasi instalasi pekerjaan plumbing selama 31 minggu dan (3) durasi instalasi pekerjaan AC selama 33 minggu. Pada hasil perhitungan, bila dibandingkan dengan aktualisasi pelaksanaan masing-masing pekerjaan, didapatkan (1) penyimpangan durasi instalasi pekerjaan hydrant sebesar 19.05 %, (2) durasi instalasi pekerjaan plumbing sebesar 11.43 %, dan (3) durasi instalasi pekerjaan AC sebesar 8.33 %. Penyebab terjadinya keterlambatan ini, antara lain disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya manusia, mesin, metode, material dan lingkungan. 

 

Kata kunci :      Brainstorming, Diagram Precedence, Keterlambatan Proyek, Metode PDCA, Work Breakdown Structure (WBS).

 

Penulis : SITI ROHANA NASUTION, Ir.MT [PDF File] didownload : 60 x

PERBAIKAN KUALITAS DENGAN METODE PDCA UNTUK MENGURANGI CACAT PRODUK FRAME ACTUATOR PADA PROSES FRAME ASSEMBLY DI PT. SJCI
Abstrak

PT SJCI adalah unit perusahaan manufaktur alat optik sebagai produsen terbesar di dunia pick up optik (optical pick-up) berupa produksi komponen dari optical disk drive, seperti perekam Blu- Ray Disc, DVD Player, dan DVD drive CD Computer. Demi menjaga kepercayaan konsumen untuk menghasilkan produk yang berkualitas, perusahaan telah memperoleh sertifikat ISO 9001 : 2000 dan ISO 14001 : 2004 sebagai pengakuan bahwa perusahaan telah menerapkan manajemen mutu dan lingkungan yang baik sesuai dengan standar mutu perusahaan. Dalam kegiatan produksinya perusahaan selalu berupaya agar menghasilkan produk yang baik dan menekan kerusakan produk. Akan tetapi kenyataannya di line produksi pada pembuatan produk Actuator model X khususnya proses frame assembly dalam menjalankan kegiatan produksi masih terdapat produk yang kualitasnya buruk.

Penelitian ini bertujuan untuk membuat rencana tindakan perbaikan pada kualitas untuk meminimumkan terjadinya kerusakan produk dengan menggunakan metode PDCA tetapi hanya sampai tahap plan. Tahap pertama yang dilakukan yaitu identifikasi masalah penelitian ini menggunakan data produksi pembuatan produk Actuator pada proses frame assembly periode Oktober 2010-April 2011 mempunyai total jumlah reject sebanyak 1.816 (Pcs). Tahap kedua yaitu identifikasi penyebab masalah, penyebab terbesar kegagalan komponen proses frame assembly yaitu cacat frame deformasi sebanyak 545 (Pcs) atau sekitar 30 %. Analisis yang dilakukan menggunakan alat bantu statistik berupa check sheet, diagram batang, diagram pareto. Tahap ketiga yaitu menguji penyebab masalah dengan menggunakan Cause and Effect Diagram, Cause Failure Mode Effect (CFME), dan Failure Modes and Effects Analysis (FMEA). Dari hasil analisa didapatkan bahwa penyebab defect frame deformasi digolongkan menjadi 3 faktor yaitu metode, material, manusia. Dari hasil analisa FMEA modus kegagalan yang mempunyai nilai RPN tertinggi yaitu metode penekanan handling dengan cara menekan bagian ujung frame. Tahap keempat yaitu menyusun rencana perbaikan dengan metode Action Planning for Failure Modes. Action Plan dari nilai RPN terbesar yaitu memberikan pengarahan dan instruksi kerja kepada operator agar merubah metode handling.

Dalam penelitian ini disarankan sebaiknya perusahaan segera melakukan implementasi atau penerapan di line produksi. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah rencana perbaikan tersebut dapat mengurangi jumlah defect dan mencegah terjadinya masalah defect yang sama.

 

Kata kunci : Plan, Do, Check, Action 

 

Penulis : SITI ROHANA NASUTION, Ir.MT [PDF File] didownload : 63 x

Desentralisasi yang Mengarah ke Sistem Federal dan Pengaruhnya Terhadap Pelaksanaan Fungsi Negara
Abstrak

 

Article 18 Paragraph (5) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia stipulates that the local administration (regional government) can implement autonomy as wide as possible, except for the administration affairs that the stipulated as the (central) government’s affair. This stipulation contains the principle of the transfer of the reserve of powers of the government to the local administration. The same goes with the decentralization policy in Act 22/1999 on Local Administration and its replacement, Act 32/2004 on Local Administration, as well as other legislations like the Act on Special Autonomy for Nanggroe Aceh Darussalam and Papua. They contain some federal arrangements. The decentralization process that leads to the federal system influences the implementation of state functions.

 

Keywords : decentralization, federal arrangements, and state functions.

 

Penulis : EDIE TOET HENDRATNO , Prof. Dr. S.H., M.Si [PDF File] didownload : 342 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 Next >>