Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Uji Aktivitas Biologi secara BSLT dan Uji Sitotoksik dengan Metode MTT dari Ekstrak n-heksana dan Ekstrak Metanol Daun Keladi Tikus (Typhonium divaricatum (L) Decne)
Abstrak

Tanaman keladi tikus (Typhonium divaricatum (L) Decne), familia Araceae. Merupakan jenis tanaman liar yang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa ekstraknya telah dibuktikan dapat menyembuhkan beberapa kasus penyakit antara lain kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak n-heksana dan metanol dari daun keladi tikus mempunyai aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara T-47D. Penelitian yang dilakukan meliputi penapisan fitokimia, uji aktivitas biologi secara Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan uji aktivitas sitotoksik dengan metode MTT. Hasil penapisan fitokimia terhadap serbuk dan ekstrak daun menunjukkan adanya flavonoid dan steroid/triterpenoid. Hasil penelitian uji aktivitas biologi secara BSLT menunjukkan bahwa ekstrak metanol yang paling aktif dengan nilai IC50 = 32,91 g/mL sedangkan n-heksana =126,21 g/mL. Hasil uji aktivitas sitotoksik secara MTT, ekstrak n-heksana memiliki aktivitas terhadap sel kanker payudara T-47D yang lebih tinggi dibandingkan ekstrak metanol.dengan nilai IC50 = 32,50 g/mL dan ekstrak metanol = 345,40 g/mL. Apabila dibandingkan dengan cisplatin (IC50 3,07 g/mL) maka aktivitas sitotoksik cisplatin terhadap sel kanker payudara T-47 D masih jauh lebih tinggi.

 

Kata kunci: Keladi tikus, Typhonium divaricatum (L) Decne), BSLT, sel kanker payudara

                     T-47 D, MTT

Penulis : YUNAHARA FARIDA , Dr [PDF File] didownload : 68 x

PENAPISAN FITOKIMIADAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK n-HEKSANA DAN METANOL DAUN KELADI TIKUS (Typhonium divaricatum (L) Decne)
Abstrak

Penggunaan obat tradisional oleh masyarakat terus meningkat, meskipun pengobatan modern saat ini sudah sangat maju. Banyak kalangan medis menganjurkan untuk menggunakan pengobatan dari ramuan tradisional. Oleh karena itu saat ini perkembangan penelitian tanaman obat sangat pesat. Salah satu tanaman menarik untuk diteliti adalah keladi tikus (Typhonium divaricatum L. Decne), merupakan tumbuhan liar yang banyak dikonsumsi oleh para penderita kanker. Salah satu penyebab kanker adalah radikal bebas, yaitu atom atau molekul yang mengandung elektron tidak berpasangan pada kulit terluarnya. Sifat antikanker dari keladi tikus diduga karena tanaman ini memiliki aktivitas antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun keladi mempunyai aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH. Penelitian yang dilakukan meliputi penapisan fitokimia, dan uji aktivitas antioksidan dari ekstrak daun keladi tikus (Typhonium divaricatum (L.) Decne) menggunakan pelarut n-heksana dan metanol dan Vitamin C sebagai kontrol positif. Hasil penapisan fitokimia terhadap serbuk dan ekstrak daun menunjukkan adanya flavonoid, saponin dan steroid/triterpenoid. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman bebas radikal bebas DPPH menunjukkan yang paling aktif adalah pada ekstrak metanol dengan IC50 sebesar 56.63 mg/mL  sedangkan IC50 dari n-heksana sebesar 128,79 mg/mL. Apabila dibandingkan dengan Vit.C (IC50 7,89 mg/mL) maka aktivitas antioksidan dari vitamin C masih jauh lebih tinggi.

 

Kata kunci: Keladi tikus, Typhonium divaricatum (L) Decne), DPPH

Penulis : YUNAHARA FARIDA , Dr [PDF File] didownload : 69 x

Flavonoid Glycoside from the Ethyl Acetate Extract of Keladi Tikus Typhonium Flagelliforme (Lodd) Blume Leaves
Abstrak

A flavonoid glycoside has been isolated from keladi tikus (Typhonium flagelliforme (Lodd) Blume) leaves. Keladi tikus is a plant traditionally uses as anticancer. The ethyl acetate extract was isolated using Vacuum Liquid Chromatography, then fractionated with column chromatography and identified by UV-VIS, FTIR, LCMS-MS and 1H-NMR, 13C-NMR, 2D-NMR (HMQC, HMBC, DEPT and COSY). The result from the isolation of the ethyl acetate fraction T. flagelliforme (Lodd) Blume obtained 6-glucosyl apigenine namely isovitexin. Isovitexin has antioxidant activity (DPPH free radical scavenging) with IC50 34.39 µg/mL and cytotoxic activity using BSLT (LC50 15.84 µg/mL)    .  

 

Keywords :  Flavonoid glycoside, ethyl acetate, Typhonium flagelliforme, 

Penulis : YUNAHARA FARIDA , Dr [PDF File] didownload : 62 x

ANALISIS KELELAHAN PEKERJA PADA PERKAMPUNGAN INDUSTRI KECIL PENGGILINGAN CAKUNG JAKARTA TIMUR
Abstrak

                                                          ABSTRAKS                                                  

 

Pekerjaan yang dilakukan pada industry alas kaki dan kulit merupakan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan ketelitian, bersifat menetap, duduk terus menerus dan tidak berpindah-pindah (sendentary work). Waktu kerja disita oleh sejumlah perintah kerja yang harus dikerjakan dalam postur kerja tertentu (postural limitation) jenis pekerjaan ini menimbulkan stress pada kelompok otot rangka (musculoskeletal) dan menyebabkan kelelahan otot. Data primer yang akan dikumpulkan dengan melakukan pengukuran ditempat kerja sedangkan pengolahan dan analisa data dilakukan dengan pendekatan ilmu ergonomic, metode REBA (Rapid Entire Body Assessment) dan analisa static. Pengamatan akan dilakukan secara sampling dengan mengambil data dari pekerja wanita dan pria pada beberapa industry alas kaki dan kulit pada Perkampungan Industri Kecil Penggilingan Cakung Jakarta Timur. Pengamatan dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posstest) penerapan ergonomic. Pengukuran kelelahan dilakukan dengan menggunakan instrument berupa kuesioner, Analisa Reba akan mengetahui tingkat (level) resiko kerja, postur dan posisi kerja yang ergonomis.

 

Kata kunci : kelelahan, ergonomic, Reba (Rapid Entire Body Assessment)

 

Penulis : SITI ROHANA NASUTION, Ir.MT [PDF File] didownload : 36 x

ANALISIS PENINGKATAN KUALITAS PADA OUTSOLE DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA
Abstrak

Abstrak

 

Masalah kualitas dalam suatu perusahaan khususnya pabrik manufaktur, haruslah menjadi prioritas utama dalam berproduksi. Karena kualitas suatu produk akan menjadi persaingan bisnis dengan perusahaan lain yang mengutamakan kualitas dalam hasil produksinya. Masalah kualitas tidak terlepas dari produk yang rusak atau cacat, dengan begitu harus dilakukan perbaikan dengan meningkatkan produktivitas perusahaan. Dengan dilakukannya perbaikan tersebut dapat dilakukan perbaikan tersebut dapat membantu perusahaan dalam mengatasi masalah sekaligus mengantisipasi dan meminimasi produk cacat yang dihasilkan dalam produksi, perbaikan yang diusulkan penulis dengan menggunakan metode six sigma yang tujuannya untuk menekan kerusakan hingga mencapai angka yang paling kecil zero defect yaitu 3.4 PPM/Part Per Million. Metode ini memiliki tahapan untuk mencapai perbaikan yaitu DMAIC (Define-Measurement-Analyze-Improvement-Control). Langkah pertama adalah pendefinisian dan klarifikasi permasalahan, kedua yaitu measurement meliputi perhitungan prosentase produk cacat, uji kenormalan dengan hipotesis Chi-Square, menghitung nilai sigma dan hasilnya adalah 3.69, langkah ketiga yaitu analisis permasalahan cacat pada outsole yang dimulai dari mengumpulkan penyebab masalah dengan brainstorming untuk digunakan dalam cause and effect analysis yang dilanjutkan dengan cause failure modes effect (CFME) untk mencari akar dari permasalahannya, langkah ke empat yaitu melakukan perbaikan dengan menggunakan bantuan alat dari six sigma yaitu failure modes and effect analysis (FMEA) yang selanjutnya digunakan tindakan perbaikan dari penyebab permasalahan tersebut, lalu mencegah terjadinya permasalahan cacat dengan menggunakan Poka-Yoke.

Langkah terakhir yaitu mengontrol dan memonitoring hasil perbaikannya dengan teratur dan terjadwal.

 

Kata kunci : Defect, Definisi, Pengukuran, Analisis, Perbaikan, Kontrol.

 

Penulis : SITI ROHANA NASUTION, Ir.MT [PDF File] didownload : 56 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 Next >>