Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Membangun Brand Politik Pada Pemilu 2014
Abstrak
Penulis : MUHAMMAD ROSIT, M.SI [PDF File] didownload : 18 x

Koalisi Tanpa Syarat, Mungkinkah?
Abstrak
Penulis : MUHAMMAD ROSIT, M.SI [PDF File] didownload : 1956 x

Peta Politik Pasca Pileg 2014
Abstrak
Penulis : MUHAMMAD ROSIT, M.SI [PDF File] didownload : 1956 x

Literasi Perilaku Pemilih
Abstrak
Penulis : MUHAMMAD ROSIT, M.SI [PDF File] didownload : 1956 x

Calon Presiden Independen dan Tantangan Partai Politik
Abstrak

Di era Reformasi, demokrasi elektoral kita sudah memberikan ruang kepada calon perseorangan dalam Pilkada, baik itu pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Namun tidak untuk calon presiden Independen, Mahkamah Konstitusi masih berpegang teguh pada UU 1945 Pasal 6 A ayat (2) bahwa pasangan capres atau cawapres diusulkan oleh parpol atau gabungan parpol. Padahal, dibukanya kran capres independen berpotensi memunculkan capres-capres yang memiliki potensial, kridibilitas, kapasitas dan leadership yang tak kalah saing dengan capres dari parpol. Hadirnya capres independen akan menjadi oase demokrasi di tengah kian menguatnya oligarki politik dan budaya politik transaksional yang kian merajalela. Merujuk pada UUD 1945 Pasal 27 ayat (1) yakni  setiap warga negara Indonesia memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan pemerintahan. Sehingga bisa dipahami, setiap WNI memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri sebagai calon presiden, asalkan memenuhi persyaratan. Oleh karena itu, tidak disahkannya capres independen berarti masih tersumbatnya kran hak-hak politik warga untuk dipilih dalam pemilu. Dan itu berarti membelenggu regenerasi kepemimpinan nasional dan masa depan demokrasi di Indonesia.

 

Penulis : MUHAMMAD ROSIT, M.SI [PDF File] didownload : 17 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 Next >>