Dosen Website
Universitas Pancasila
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Selamat Datang di Website Dosen

Website ini diperuntukkan untuk informasi Dosen di Universitas Pancasila. Bagi dosen yang belum tercantum dapat menghubungi PULAHTA Rektorat

Berita Dari Kami

2013-05-08 08:51:40
Untag Telah Luluskan 35.000 Sarjana
2013-05-08 08:51:25
FKIP Untirta Gelar Gebyar Hardiknas 2013
2013-05-08 08:50:53
Hasil penelitian wajib disertai sosialisasi

Publikasi Penelitian Dosen

Measurement of wastewater turbidity based on Total Dissolved Solids at Pancasila University
Abstrak
Penulis : M. YASER, ST., MT [PDF File] didownload : 1 x

IMPLEMENTASI ETIKA ISLAM DALAM DUNIA BISNIS
Abstrak

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Alloh SWT atas segala

karuniaNya lah sehingga Implementasi Etika Islam Dalam Dunia

Bisnis dapat diselesaikan dengan baik. Buku ini ditujukan untuk

kalangan akademisi yang interes terhadap kajian etika islam dalam

dunia bisnis

Buku ini diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap

keilmuan di bidang etika dunia bisnis, buku ini dirancang dengan

sistematika kajian teoritis dan disadur dari berbagai hasil penelitian,

buku dan jurnal sehingga memudahkan khalayak keilmuan dan

masyarakat di Indonesia yang membaca buku ini.

Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya

kepada pihak yang telah membantu menerbitkan buku ini. Tak lupa

juga penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah

membantu dan mendukung dalam pengerjaan buku ini.

Penulis menyadari buku ini masih memiliki kekurangan.

Untuk itu, kritik dan saran dapat disampaikan kepada penulis demi

 

kebaikan dan perbaikan dalam buku ini.

Penulis : SRI WIDYASTUTI, DR, S.E., M.M., M.SI, [PDF File] didownload : 1 x

Communication, city, and public spaces
Abstrak

This paper deals with policy makers on public space and sphere in their efforts to alleviate poverty in Brebes, a district in Central Java, Indonesia. The government decentralization reform policy launched in 2000 has given regional governments a new authority to manage their own administration and area, including land and public spaces. As a result, many of the regional governments consider they now have full authority in their area. However, the study assumes that this new autonomy brings along challenges, thus authority is not sufficient to lead the district. The implementation of a regional autonomy policy has instead resulted in the fragmentation of the regional development policy, while a number of other issues in managing public spaces need to be addressed in coordination with neighboring cities. In-depth and open-ended interviews with several policy makers in both central and regional governments were conducted in order to identify to what extent these governments are aware of and act in response to this public space and sphere policy. In addition, direct observations in the field, as well as documents and literature reviews, were also used for data collections regarding the city of Brebes. This district is our first case study in our proposed regional policy analysis. This article contends that the central and district governments are aware of the discrepancy; however, they have not engaged in a follow-up to address the issues, due to the lack of synchronization of policies and department/services between the central, provincial, district, and ministry levels.

Penulis : ANNA AGUSTINA , M.Si., Ph.D. [PDF File] didownload : 1 x

Redefinisi Lapisan Pemangku Kepentingan Media
Abstrak

Media dipercaya memiliki kekuatan untuk memengaruhi, baik individu maupun masyarakat. Kekuatan media dimulai sejak tehnologi komunikasi ditemukan. Keajegan dampak media terbukti pada praktek penggunaan media di masa PD 2, dan pada hasil kajian-kajian akademik. Di abad 20, terjadi perkembangan tehnologi komunikasi yang mengukuhkan kekuatan media. Dalam praktek dan kajian akademik hal ini banyak disajikan, namun dibalik kekuatan media perhatian pada pemangku kepentingan yang lebih beragam dari hulu ke hilir dalam industri media masih kurang. Kajian ini bertujuan untuk memaparkan para pemangku kepentingan dari hulu ke hilir dalam industri media di Indonesia. Hasil kajian ini fokus pada beberapa topik yaitu pada industri hulu media yaitu pemilik, pada produsen, dan pada bagian hilir atau distributor. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekuatan media di Indonesia terkait pada pemangku kepentingan yang ada dari hulu ke hilir, bukan saja pada kekuatan produsen yang identik dengan redaksi dengan sumber daya yang profesional. Pemilik media yang dahulu identik dengan pemegang saham tertinggi, kini berkembang dalam berbagai skenario seperti pemilik dengan saham terbesar, pemilik ijin, atau partner. Paparan naratif dalam kajian ini menjelaskan bahwa perkembangan itu menimbulkan lapisan-lapisan baru dalam media baik horizontal maupun vertikal. Hal ini mendorong pentingnya kajian lebih lanjut yaitu pada pengertian media atau organisasi media.

Penulis : ANNA AGUSTINA , M.Si., Ph.D. [PDF File] didownload : 1 x

Public implementation of government programs for poverty alleviation: public sphere utilization in Brebes, Indonesia
Abstrak
Penulis : ANNA AGUSTINA , M.Si., Ph.D. [PDF File] didownload : 1 x

<< Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 Next >>